Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 30


__ADS_3

Kok gue ngerasa tersisih yah?


Banyak kejadian yang terjadi di keluarga gue yang gue gak tau, Banyak orang yang pergi bahkan masuk dalam lingkungan keluarga gue yang gue gak kenal, Banyak Moment dalam keluarga gue yang terlewatkan.


Penyatuan PT Danuyo Jaya dan Prakasa Abadi Group, Meninggalnya Paman Tito satpam rumah kakek sekaligus salah satu orang kepercayaan kakek yang tidak lain adalah suami Bik Sum, Kesehatan Kakek yang sempat nge-drop, Dean yang sudah menggantikan posisi Om Dalton di perusahaan mereka, Kembalinya Deanna yang selama ini ternyata bersembunyi di Indonesia, Lalu... ini Perempuan Misterius bak Malaikat yang datang bersama Raven tadi.


Rasa sedih menerpa Fika yang melamun ditempat duduknya karena memikirkan kajadian yang terjadi di keluarganya saat dirinya meninggalkan mereka selama satu tahun tiga bulan, dimana seharusnya dia terlibat didalamnya.


Seharusnya gue menjadi bagian itu.


Fiiuhh... Fika menghela napas nya pelan dan mengaduk aduk hidangan lezat di piringnya. Napsu makan Fika mendadak lenyap.


----


Raven POV


"What? are you sure? there are many responsibilities she has to carry out while I'm not around here, I' sure you know that."


Raven terkejut ketika menerima telpon dari Deanna yang menyuruhnya datang ke acara pertunangan nya. Sebenarnya tanpa di undang pun Raven akan datang karena sudah mengetahui tentang rencana pertunangan itu sejak tiga bulan lalu, dan tantenya sudah mengingatkan berulang kali supaya Raven datang.


Yang membuat Raven kaget karena undangan melalui telpon dari Deanna tersebut bukan untuk dirinya tetapi untuk Diara, sekretaris kedua yang saat ini menjadi sekretaris satu-satunya karena Sasha sang sekretaris Utama sedang cuti melahirkan.


"Kakek yang memintanya. atau lo mau ngomong sendiri dengan kakek?"


Deanna menawarkan pada Raven agar berbicara langsung pada Si Pemberi Perintah, belum sempat Raven menjawab


"Raven! bawa Diara ke pertunangan Dianna. Kamu pasti ingin yang terbaik untuk Dean dan Pernikahan mu kan?"


Tut.. Tut..


Raven memandang tidak percaya pada ponsel yang dia pegangnya.


Bukan apa apa sih, hanya saja Raven sudah mengetahui akal bulus kakek Prakasa yang berusaha mencomblangi Diara dan Dean


Itu urusan mereka, gue gak mau terlibat. lagian apa hubungan nya usaha kakek mencomblangi Dean dan Diara dengan masalah yang menimpa pernikahan gue?


Disinilah Raven, datang ke pertunangan Deanna dan Steven bersama Diara.


Mendapat sambutan berlebihan dari Kakek dan Deanna, sebenarnya sambutan berlebihan ini ditujukan untuk Diara.


Raven melihat ke arah Dean yang terkejut dengan kehadiran Diara.

__ADS_1


Pandangan penuh pertanyaan pada wajah Fika pun tidak luput dari pengamatan nya. Saat ini dirinya duduk dengan jantung yang berdegup kencang di samping Fika yang begitu cantik.


Aaa.. so gorgeous, she is my wife, mine.


Raven tidak bisa menahan matanya untuk tidak melirik kesamping kanan nya, memperhatikan Fika yang masih berstatus istri nya, namun mereka bersikap canggung satu dengan lainya.


Damn! kenapa dia begitu cantik? kenapa dia harus memakai gaun itu? menampilkan lekukan tubuh indahnya. dan Ya Tuhan, kenapa bagian belakang gaun itu harus menampakan sedikit punggung mulusnya.


Raven mengacungi dua jempol bahkan empat jempolnya untuk Kakek dan sandiwara keramah tamahan yang dia lakoni pada Diara hanya untuk sekedar memancing reaksi Dean yang duduk dengan raut wajah yang sulit dijelaskan melihat keberadaan Diara di pesta pertunangan Deanna dan Steven.


Memang super sekali akal bulus dari kepala suku keluarga Prakasa ini jika berurusan dengan perjodohan terhadap keturunan nya.


Lamunan Raven terusik ketika Deanna dan Steven menghampiri dirinya, Raven memberikan selamat pada pasangan tersebut, lalu Deanna menyerahkan sebuah struck belanja dari sebuah Butik ternama di Seattle ini.


What? hanya segini yang dihabiskan istri gue belanja gaun dan ****'bengeknya? Fika, gue masih mampu untuk membelikan yang lebih mahal.


Raven kembali duduk untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan karena memang belum makan sejak penerbangan mereka dari Indonesia.


Bukan karena di pesawat komersial yang mereka gunakan tidak menyediakan layanan makan dan minum, hanya memang dirinya yang terlalu tegang karena mengetahui dirinya akan bertemu kembali dengan Fika.


Makan Fika, tubuh lo terlalu kurus. lebih kurus dari minggu lalu saat terakhir kita bertemu.


Raven hanya bisa bergumam dalam hati melihat tingkah istrinya yang sedari tadi mengaduk aduk makanan di piringnya.


Drrt.. Drtt.. Ponselnya berbunyi dan mendapati nama Timo, Supir pribadi kakek selama tinggal di seattle yang biasanya bertugas mengantar dan menemani kakek untuk kontrol ke rumah sakit atau hanya sekedar berjalan jalan.


Mau tidak mau dirinya menjauh dari meja untuk menerima panggilan tersebut.


"yes?"


"..."


"what? I'm not asking to do that."


"..."


"Aakh.. Okey I see. thank anyway."


Author POV


Hari semakin larut, beberapa tamu bahkan sudah ada yang meninggalkan tempat acara pertunangan Deanna dan Steven.

__ADS_1


Deanna mendekati kakek dan mengingatkan jam istirahat malam yang diberlakukan Deanna pada kakek sebagai dokter pribadinya.


"Baiklah... Baiklah... Kakek akan masuk. Dean tolong antarkan nona Diara ke hotelnya supaya dia bisa istirahat."


Kakek memerintahkan Dean untuk mengantarkan Diara kembali ke hotelnya.


Fika dapat melihat dengan jelas keterkejutan Dean dan Diara atas omongan kakek.


Lah? nih cewek kan tadi datang ama Raven. Kenapa Dean yang disuruh ngantar?


"But, She com..."


"Ada yang harus kakek bicarakan dengan Raven."


Dean belum menyelesaikan omonganya sudah dipotong terlebih dahulu oleh kakek.


"Tidak apa apa Kek, saya bisa memesan taxi."


"Ooh No, Dean akan antarkanmu Nona manis, atau Dean akan menerima akibatnya dari saya."


Dean berdiri dari tempat duduknya dengan wajah kesal.


"Ayo."


"Dalton Fiane apa seperti ini kalian mendidik Dean sehingga tidak tau bersikap gantle terhadap perempuan?"


Kakek Prakasa memanggil anak dan menantunya membuat Dean semakin jengah. Karena Dean sangat paham ibunya akan sangat marah padanya jika sampai ibunya mendapat teguran dari Kakek tentang cara mendidik anak.


"Ayo Nona Diara, saya antarkan."


Raven tidak dapat menahan untuk tidak menyunggingkan ujung bibirnya melihat Dean yang mendapat skak-match dari Kakek.


Fika masih duduk tenang di kursinya sampai Bik Sum pamit untuk beristirahat di kamarnya. Lalu Fika mendengar kakeknya bertanya padanya


"Fika, kau mau mengantar kakek kembali ke kamar atau Raven?"


"Iya Fika tentunya Kek. Ayo."


Fika bangkit dari kursinya lalu menggandeng lengan kiri kakek dan berjalan masuk ke dalam mansion menuju kamar kakek.


"Raven, ayo ikut. ada yang harus aku bicarakan denganmu."

__ADS_1


❤ Apa yah kira2 yang akan dibicarakan Kakek?❤


__ADS_2