
"Mas gak bohong. kan emang bener mo nganter istri karena ada urusan keluarga yang sangat penting harus di selesaikan."
"Tap..."
Tok... Tok...
Belum selesai Fika mengajukan protes pintu ruang kerja Raven di ketuk dari luar.
Fika berdiri dari pangkuan Raven dan berjalan membukakan pintu, ternyata Shasa yang mengetok pintu.
"Mbak, mari masuk."
Shasa masuk mengikuti langkah ibu bosnya dan takjub melihat Raven makan dengan lahap bubur ayam dalam bowl-cup dari cafe bawah. Selama bekerja dengan Raven, Shasa tidak pernah tau jika Raven menyukai bubur ayam, karena setiap kali minta dipesankan sarapan, bubur ayam adalah menu yang di hindari.
Shasa tidak tahu saja jika Raven adalah seorang bucin sejati nya Fika, makanan apa saja yang disediakan Fika akan dianggap enak, mungkin jika diberikan racun tikus pun akan dibilang rasa cokelat oleh Raven
"Wuih, bapak makan nya lahap banget."
"Iya Sha, abis lembur smalaman."
Shasa terkikik mendengar jawaban tidak terduga Bos nya, jangan tanyakan bagaimana dengan Fika, dikedua pipinya terlukis tomat busuk. Fika melototkan matanya pada Raven karena malu dengan ucapan Raven, sedang yang di berikan pelototan malah nyengir tidak tau diri. bahkan dengan cueknya memonyongkan bibirnya seolah mencium Fika.
"Ibu Fika kok gak disuapin Pak?"
Sekalian aja godain kedua bos kesayangan nya ini, mumpung masih masa cuti, sekali kali kan? kapan lagi, pikir Shasa.
"Tadi lagi saya suapin, kamu ganggu sih Sha."
__ADS_1
Alamaaakkk Raven!!! bikin malu gue aja sih!?!
"Ooh Maaf yah Pak, ini saya lanjut sampa jam sembilan disini atau pulang nih?"
Shasa sudah tidak tahan ketawa, malah mengajukan pertanyaan aneh yang di jawab barengan oleh kedua bosnya.
"Stay dong Mbak."
"Pulang deh."
Akhirnya ketawa Shasa pecah mendengar jawaban tidak sinkron dari keduanya.
"Mbak Shasa kan punya tanggung jawab untuk ngajarin saya."
Fika mencoba peruntunganya dengan menggunakan profesionalisme bekerja pada pembicaraan ini.
Shasa tertawa cukup keras, sudah tidak tahan dan sudah tidak memperdulikan kesopan santunan terhadap kedua bosnya ini ketika mendengar Raven mengucapkan kata Mas pada Fika dan menggunakan anaknya yang baru berumur dua bulan sebagai alasan untuk melancarkan keinginan nya berduaan bersama istri yang dicintainya yang baru bertemu kembali setelah lebih dari setahun meninggalkan nya.
"Bukankah Bapak Ravendra Danuyo menjunjung tinggi profesionalisme dan tanggung jawab dalam bekerja?"
Sekali lagi, Fika mencoba peruntungannya. kali ini dengan memasang wajah tenang andalan nya. Dan mendapatkan senyuman manis dari Raven dan kikikan dari Shasa.
"Yah itu kalo sama karyawan dan rekan bisnis, kalo sama istri sendiri kan beda."
Raven yang seorang pengusaha handal, mahir dalam hal negosiasi tentu saja tidak mau kalah sebelum keinginan nya tercapai.
"Iissshh Mas ini loh, nanti yang ada aku bingung sendiri loh.."
__ADS_1
Pada akhirnya Fika menyerah.
Raven? tentu saja tidak menyerah.. Tetapi kalah telak mendengar omongan Fika yang mengeluh namun bagi Raven terdengar bernada manja menggemaskan itu. Raven menghela napas sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi kerjanya.
"Sha, tolong bantu ajari ibu bos mu ini soal tugas tugasnya yah."
Sekarang Shasa yang membulatkan matanya dengan sempurna mendengar ucapan bos nya barusan. Raven yang terkenal tegas dan keras kepala akan melakukan segala cara yang tentu saja dengan cara jujur dan benar agar keinginan nya terpenuhi, ini... mengalah eh, nyerah begitu saja di hadapan istrinya.
Ini beneran Pak Raven? gak kesambet kan dia?
Shasa membatin dalam hati. Sedangkan mulutnya tetap mengikuti perintah bos nya, lalu bersiap beranjak keluar ruangan. Yaa, selesai deh lucu lucuan di pagi harinya ini, pikir Shasa
"Baik Pak."
Fika tentu saja tersenyum karena merasa menang kali ini dari Raven. Fika hendak mengikuti langkah Shasa keluar bersamaan Raven berbicara
"Fika tugas mu belum selesai."
"Tugas apa Pak?"
"Nyuapin Mas"
"HAH?"
"hahahaha..."
Sudah pada tau kan siapa yang kaget dan siapa yang tertawa karena terhibur??
__ADS_1