Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 35


__ADS_3

"Oh ya, Kakek untuk Diara saya tunggu tiga hari lagi. Tidak boleh terlambat."


Yah ampun, kenapa Raven menunggu perempuan itu? kan ada gue?


"Cih.. dasar cucu menantu kurang ajar. Selesaikan saja urusanmu dengan Fika."


Selama penerbangan Seattle Jakarta yang menghabiskan waktu sekitar dua puluh jam pada awalnya akan dijadikan Fika sebagai pembuka untuk mendekatkan dirinya kembali pada Raven.


Namun harapan tinggal harapan, karena saat tiba di Bandara Tacoma - Seattle, Raven sempat menukarkan ticketnya dari kelas Bisnis ke kelas VIP.


Akhirnya... disinilah Fika meratapi nasibnya alih alih duduk bersebelahan dengan suaminya malah duduk bersebelahan dengan orang asing.


Ya Tuhan... Kuatkan hamba menghadapi suami hamba. Tolong lembutkan hati hamba.


Beberapa kali Fika tertidur lalu setiap kali terbangun, Fika kembali memanjatkan doa agar setibanya di jakarta dia dapat menunjukan kesungguhan dirinya memperbaiki keretakan dalam rumah tangganya.


Ya Tuhan. Mampukan Fika dalam usahanya. Ajarlah Fika agar mau membuka diri terhadap perasaan nya pada rumah tangga kami, terutama pada hambamu ini sebagai suami.


Di seat VIP Raven tidak henti hentinya memanjatkan doa untuk usaha istrinya.


Tentu saja Raven sangat menantikan dan merindukan Fika, hanya saja ingatan akan tindakan Fika yang meninggalkan dirinya tanpa membicarakan permasalahan yang terjadi dan tidak berkomunikasi dengan dirinya terus saja menghantuinya.

__ADS_1


Tindakan Fika dengan meninggalkan dirinya sudah merupakan tamparan keras bagi Raven dan harus ditambah lagi dengan tindakan Fika yang memutuskan semua komunikasi dengan nya selama kepergiannya nyaris membuat kepercayaan dirinya sebagai suami hilang. Jika saja Kakek Prakasa tidak membantu dirinya mungkin saat ini dirinya dan Fika bukan suami istri lagi.


Jika di antara keluarganya ada yang menanyakan tentang perasaan nya terhadap Fika, Raven tidak pernah menyembunyikan bahwa Fika memiliki arti khusus dan tempat tersendiri dalam hati dan pikiran nya.


Namun sejak pertemuan pertama mereka sejak satu tahun tiga bulan lalu di kantornya beberapa minggu lalu, Raven menutup perasaan nya terhadap Fika.


Ketakutan akan ketahuan betapa rapuhnya dirinya dihadapan Fika membuat Raven harus menutup rapat hati, pikiran dan terutama tubuhnya. karena tubuhnya yang paling sering berkhianat.


Penerbangan yang melelahkan bagi Raven dan Fika akhirnya berakhir.


Mereka tiba di Jakarta, di jemput oleh supir pribadi Raven yang tidak dikenal Fika. Karena saat masih tinggal bersama, Raven tidak pernah menggunakan supir untuk melakukan aktifitasnya, kecuali jika dari kantor akan pergi ke suatu tempat untuk urusan bisnis.


Eh, kan dulu kayaknya cuma sekali dia keluar kota, itupun gue yang diminta antar dan jemput. Yang kedua kali dia brangkat... gue dah kabur.


Tidak ada pembicaraan yang terjadi, hingga si sopir bertanya pada Raven.


"Tuan, Ini mau mampir makan dimana?"


"Oh.. di Pak Jono aja Pak."


Fika terusik mendengar nama seseorang disebutkan oleh Raven. Namun tidak berani bertanya.

__ADS_1


Fika cukup terkejut sesaat ketika mengerti yang dimaksud dengan Pak Jono adalah sebuah tempat makan dari sebuah Tenda yang terletak di pinggir jalan.


Menghidangkan berbagai hidangan seafood.


Mata Fika berbinar terang padahal tadinya otak dan tubuhnya sudah sangat letih. Sungguh, Fika tidak dapat menyembunyikan semangatnya untuk makan.


Ada udang kerang gak yah? Kakap asam manis pasti ada nih..


"Pak Abi ikut makan saja."


Raven mengajak serta sopir pribadinya untuk makan bersama. Raven berjalan duluan diikuti oleh Fika lalu si sopir di blakang Fika, seperti barisan bebek kan? hihi..


"Pak Abi, tolong pesankan Kakap Asam Manis 1 dan Baronang bakar 1 yah. Teh hangat 2."


"Itu sekalian untuk aku yah?"


Dengan begonya Fika bertanya pada Rave


"Menurut lo?"


Bukan karena senang pertanyaan nya di jawab dengan pertanyaan membuat Fika tersenyum, namun saat menjawab itu Raven menatap wajahnya tanpa terlihat mengeraskan rahang, sungguh wajah santai dan biasa saja.

__ADS_1


Ya Tuhan, begini aja gue dah senang banget. dipesenin makanan kesukaan gue dan tampangnya dah gak ngebatu lagi. Eeh... tunggu dulu, Raven tau yah makanan kesukaan gue?


__ADS_2