
Sejak kejadian percobaan penculikanya, Pergi dan pulang kerja Fika selalu di antar oleh Wawan ojek langganan nya.
Hari ini adalah hari jumat, berarti besok libur weekend. artinya waktunya bagi Fika untuk berbelanja bahan makanan untuk mengisi kulkasnya yang sudah mulai kosong.
"Met sore Mang Wawan, bisa jemput saya sekarang? saya mau mampir di minimarket, nanti bisa tunggu? nanti saya bayar biaya tunggunya kok."
"Oooh Mbak, saya telpon Arman aja yah, biar dia yang antar mbak Fika."
pukul 17.20 Fika melihat Arman dengan sebuah mobil berwarna hitam sudah menunggunya di gerbang yayasan tempatnya bekerja.
"Sore Mbak, tadi saya di telpon Wawan. kita mau ke minimarket mana?"
Setelah menyebutkan sebuah nama minimarket, Fika diantarkan Arman untuk berbelanja sementara Arman menunggu di depan pintu minimarket
Kok gue berasa dikawal bodyguard yah?
Pikiran selintas Fika melihat Arman yang sepertinya awas terhadap dirinya. lalu dengan cepat Fika memasukan kebutuhan makan nya selama beberapa hari.
Setibanya dirumah, Fika meminta nomer ponsel Arman dengan alasan siapa tau membutuhkan jasanya untuk mengantarkan Fika.
Saat mendekati rumahnya, Fika melihat mobil Ardi sudah parkir didepan pagar menghalangi mobil hitam yang dinaikinya.
"Mang Arman, saya bisa minta tolong bawakan tas blanjaan saya? lalu jangan langsung pergi ya. Saya berencana pergi lagi."
"Baik Mbak, emang yang lagi nunggu itu pacarnya mbak yah?"
__ADS_1
"Amit amit cabang olahraga atletik deh Mang punya pacar modelan gitu. Dia mah fans gila saya Mas"
Fika dan Arman tertawa bersama mendengar jawaban asal asalan dari Fika.
"Halo. kamu pergi belanja kan bisa minta aku anter. Sini mas biar saya bawakan blanjaan calon istri saya."
"Mang Arman masuk dulu, tunggu bentar ya."
Fika tidak menggubris omongan Ardi dan mempersilahkan Arman untuk masuk kedalam rumah kontrakan nya bukanya Ardi. Ardi jelas tidak terima dengan perlakuan Fika dan mengikuti Fika menuju ruang tengah sedang memasukan bahan makanan mentah ke dalam kulkas lalu meletakan tas yang berisi bahan mengajarnya di sebuah meja yang biasa dijadikan meja kerjanya.
"Fika apa apaan kamu? menyuruh masuk sembarang orang ke dalam rumah kamu."
"Mang Arman, tolong antar saya lagi yuk."
Dengan tidak sabar dan emosi karena tidak di gubris Fika, Ardi mencekal lengan Fika dengan kasar. Arman yang duduk di sofa memperhatikan sedari tadi memasang mode awas, siap menerkam pengganggu istri boss skaligus cucu orang yang telah menyelamatkan kehidupan keluarganya.
"Apa apaan lo?"
Fika berusaha menarik dan melepaskan tangannya, namun Ardi menahannya dengan kuat.
"Lo gak bisa begini terus ke gue. elo lupa apa yang udah gue lakukin ke elo saat suami lo selingkuh?"
"Oke, lo mau makan malam dengan gue kan? besok di Yum's Cafe jam 7. skarang lo kluar dari rumah gue."
Seringai senyum diwajah Ardi saat mendengar ajakan Fika untuk makan malam dengan nya besok.
__ADS_1
"Gue jemput lo besok ya"
"Gak perlu. ketemuan disana, skarang cepet kluar."
"Fika sayang..."
"Ketemuan disana ato gak sama skali."
"Oke. oke. sampai ketemu besok."
Ardi keluar rumah kontrakan Fika tanpa memperdulikan Arman yang duduk dengan tenang namun bersiaga menjaga Nyonya-nya.
"Maaf yah Mang Arman. Mang, besok bisa tolong jemput dan anterin saya ketemuan ama cunguk itu? Tapi nanti Mang Arman jangan langsung pergi, tunggu saya."
"Siap Mbak. besok saya jemput jam stengah 7 yah. kalo gitu saya permisi dulu Mbak."
Seusai mengantarkan Arman keluar pagar, Fika menggembok pagar rumahnya, mengunci pintu dan menyusun siasat untuk membungkam Ardi atas penuntutan balas budinya.
Gue emang gak tertarik jalanin bisnis kakek, tapi untuk urusan otak itung itungan gue bisa nyamain kakek yaa..
Rav, lo gak ada niatan telpon gue apa?
Rav, maaf yah uang transferan lo, gue pake untuk bayarin si bedebah Ardi. Nanti gue ganti deh... Tapi elo nya chatt gue lagi dong kayak tadi malam itu. Kan Sleeping beauty kangen Prince Charming nya... Rav.. gue kangen. lo maafin gue gak sih?
Fika dengan segala kegalauan nya di tiap malam.
__ADS_1