Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 15


__ADS_3

Hari Jumat, Sekolah Taman Kanak Kanak tempat Fika bekerja mengadakan Field Trip ke Sebuah Perkebunan Tanaman Apotik Hidup. Disebuah lapangan kecil dekat pelataran parkir sebelum masuk area perkebunan, seperti biasa anak anak dan guru mendengarkan kata sambutan dari pengurus perkebunan.


"Bu Fika, kali ini jadi seksi sibuk yah? ini tas P3K nya."


Bu Laras salah seorang guru menyerahkan tas P3K pada Fika yang bertugas sebagai Pengawas Field Trip kali ini, dimana tentu saja akan wara wiri mengawasi kelompok murid & guru, menjadi fotografer kegiatan, mempersiapkan konsumsi.


Kegiatan Field Trip dimulai setiap murid dan guru mengikuti petugas perkebunan yang memberikan arahan dan penjelasan tentang Tanaman Apotik Hidup. Hampir mendekati akhir kegiatan Fika bergegas menuju salah satu Bus untuk mengambil kardus yang berisi konsumsi murid dan guru.


Sekilas Fika melihat sosok yang baru sekali bertemu dengan nya namun dia mengingat dengan jelas wajah orang itu. Orang itu sedang mendorong stroler yang sudah kelihatan usang berisikan seorang anak bayi. mulut Fika berkomat kamit sendiri saat melihat orang itu sambil menuju ke bus.


"kayaknya itu Intan deh? kalo dia disini berarti ada Raven juga? kudu jauh jauh nih gue."


Murid murid sudah berkumpul dan dan duduk membuat lingkaran besar dan menikmati makanan mereka. Dengan perasaan was was, Fika membaurkan diri dengan rombongan, berharap tidak dilihat Intan apalagi Raven.


"Miss, Tasya mo pis"


Salah seorang muridnya meminta tolong untuk diantar ke toilet. Saat tiba di depan toilet yang ternyata sedang mengantri Fika melihat seorang perempuan muda sedang berdiri di depan wastafel dengan stroler bayi yang tadi Fika lihat, perempuan muda tersebut sedang membersihkan mulut dan tangan bayi.


Baby sitter, kayaknya itu stroler anaknya Intan tadi deh. penasaran gue pengen liat muka anaknya Raven.


Dengan keramah tamahan nya dan seperti penggemar bayi bayi lucu pada umumnya Fika melongokan badanya kedepan stroler, Fika mengerutkan dahi nya dengan apa yang di hadapanya.


Kok kek bule? muka Raven kan Indonesia banget, Intan juga meski sedikit oriental.


"Lucu banget baby nya. blasteran yah Mbak?"


"Sepertinya Bu, saya belum pernah liat papinya Sheilla."


"Ooh, Mbak nya baru bekerja jagain baby ini?"


"Gak. sejak kecil saya sudah tunggal di rumah Mbak Intan."

__ADS_1


"Miss, giliran kita yah?"


Perhatian Fika teralihkan karena sudah pada giliranya Tasya untuk masuk toilet.


Saat Fika keluar, bagai disambar petir melihat pemandangan di depan toilet, Seorang perempuan paruh baya yang terlihat kurus, kalo di lihat wajahnya sangat tidak sesuai jika menjadi pekerja namun wanita itu memakai sepatu boot pekerja, sarung tangan dan kaos berlengan panjang yang pada bagian belakang kaos bertuliskan nama Perkebunan ini, Tampilan seorang pekerja seperti pekerja lainya yang Fika lihat di dalam Perkebunan tadi. Wanita itu sedang menggelitik bayi dalam stroler.


"Duuuh, cucu Oma yang lucu baru selesai makan yah? Susi, Maminya Sheilla di kantor yah?"


"Iya Oma."


Fika melirikan matanya pada kedua perempuan di sampingnya saat membantu Tasya mencuci tangan. Dengan senyum sopanya Fika mengucapkan permisi pada mereka.


Tepat tengah hari rombongan kembali kesekolah. Saat di dalam kantor membereskan perlengkapan permainan yang tadi digunakan saat Field Trip bersama guru lainnya Fika tidak dapat menahan rasa penasaranya


"Bu Artha, Perkebunan tadi itu milik keluarganya salah satu murid kita kan yah?"


"Iya Bu, si Kevin. hanya saja pengelolaan nya diserahkan pada Kelompok Tani di desa situ. Makanya para pekerja nya yah orang orang sekitar dan dibayar harian gitu Bu."


Bukan Intan Danuyo yah? aah, bisa aja kayak gue tetep pake nama Prakasa untuk profesionalisme kerja Tapi..., bukanya Intan lulusan S2 London? ngapain Intan dan mamanya kerja disana kalo gak salah papa Intan pemilik hotel di Puncak kan?


"anak bule yang tadi itu anak salah satu pekerja disana yah? lucu banget, mukanya bule gitu... gemesss deh"


Bu Dian Salah seorang guru mengingat bayi blesteran yang ada diperkebunan tadi.


"oooh tadi ada si Sheilla yah? kesian loh dia Bu Dian. Gak punya ayah."


Semua mata melihat pada sosok orang tua murid yang sudah berdiri di pintu kantor dan menyahut omongan Bu Dian.


"Ayahnya kemana Mom?"


"Entah. si Intan pulang pulang dari luar negeri dah hamil 2 bulan. Sekolah gak kelar eh malah hamil anak bule."

__ADS_1


"Mommy Kevin kok tau?"


Bu Dian yang terkenal sangat kepo dengan cerita cerita picisan dan gosip gosip semakin menyelidik.


Sementara tubuh Intan terasa kaku ditempatnya duduk.


"Lah kan mertua saya kenal dengan ibunya Intan itu, tadinya mereka punya hotel di Puncak. Tapi entah karena apa tiba tiba hotel itu bangkrut dan pindah kepemilikan. Trus Ayah nya intan masuk penjara akhirnya Ibunya dan Intan minta tolong ke mertua saya supaya bisa kerja disana."


"Oooh... kesian juga yah? dah jatuh ketimpa tangga pula."


"Aah kalo saya mah gak kasian. lah Intan nya juga salah. hamil dengan siapa eh, minta pertanggung jawaban ke siapa.. kan aneh."


"Mungkin karena ayah biologis anaknya gak mau tanggung jawab kali Mom."


"Iyalah gak mau tanggung jawab, lah menurut si bule Intan sering gonta ganti pasangan setiap keluar club. apalagi Pemilik PT Danuyo Jaya mana mau tanggung jawab, nyentuh aja gak kali yah? cuma karena mantan pacar, kan gila perempuan begitu."


"Mommy Kevin tau banget sih ceritanya?"


Bu Dian menggoda orang tua murid tersebut, lalu dengan santainya Mommy Kevin menjawab


"Iya saya tau banget, lah setelah gak dapat pengakuan dari pemilik PT Danuyo Jaya ehh... Orang tua Intan sempat datang ke mertua saya minta supaya di jodohkan dengan adik ipar saya karena mereka kuliah bareng di london."


"Di tolak ama adik iparnya Mommy?"


"Iyalah... selain adik ipar saya sudah punya calon, dia kan tau kehidupan liar Intan di London itu gimana."


"Untung gak minta tanggung jawab daddy nya Kevin yah?"


Bu Aretha menggoda Mommy Kevin


"ku pites Kepalanya lalu ku congkel matanya Miss.."

__ADS_1


Seisi kantor tertawa mendengar jawaban lucu dari Mommy Kevin, hanya Fika yang tertawa garing karena susah menelan ludah dan kepalanya tiba tiba terasa pening.


__ADS_2