
Zian menelan ludahnya sendiri mendengar pertanyaan Calon Bos nya ini. Hal yang mudah bagi Zian memberikan informasi perkenalan mereka, tapi bagaimana dengan hal uang yang sudah Fika berikan untuk biaya rumah sakit ibunya? bagaimana juga harus menjelaskan jika Fika ambil bagian dari kasus yang membelitnya?
Kalo Pak Ravendra gak tau, trus malah jadi masalah antar mereka gimana yah?
Lain lagi yang dipikirkan Fika, dia takut Raven akan cemburu.
Runyam urusan nih kalo sampe Raven marah gaje karena Zian, susyaah ngebujuk lagi dong gue.
"Kok pada diam?"
Raven menginterupsi kegalauan Zian dan Fika.
"Pak Zian dulu kerja di Yayasan yang sama ama aku Mas, beliau di departemen keuangan Yayasan, kalo aku kan guru TK."
"Oooh okey, brati tidak ada masalah. Zian kamu sudah bertemu dengan Bu Wita kan? berarti sudah dijelaskan peraturan & Hak mu selama bekerja dengan saya kan? apakah kamu bisa mulai bekerja hari ini?"
"Iya sudah Pak, dan Iya saya bisa mulai bekerja hari ini."
"Good, berarti Tinggal tunggu Shasa dan dia bisa men-training kamu. Saya harap dalam tiga hari kedepan kamu sudah bisa menguasai beberapa hal penting berkaitan dengan beberapa proyek yang kita jalani."
Raven menjelaskan job description Zian, hati dan pikiran Fika terasa panas karena tidak terima Raven lebih mempercayakan urusan yang berkaitan dengan proyek pada Zian yang baru mulai bekerja hari ini dibandingkan dirinya padahal dirinya sudah seminggu bekerja.
__ADS_1
Dengan tidak sabaran di tempat duduknya, Fika mendengarkan beberapa hal yang dijelaskan Raven pafa Zian sementara menunggu Shasa.
Apa apaan sih Raven, kan gue istri nya malah gak dipercaya ngurus begituan?
Tidak lama kemudian, Shasa tiba dan Raven menyuruh Zian untuk mulai bekerja menggunakan meja kerja Shasa.
"Loh, kan aku yang pakai meja Mbak Shasa."
Akhirnya Fika membuka suara alias protes, mendapatkan delikan aneh dari ketiga orang yang berada di situ.
"Tas kamu bawa masuk sini."
Fika membelalakan mata pada Raven, sedangkan yang di pelototin dengan lempengnya mengkode pada Shasa dan Zian untuk keluar ruangan.
"Sayang tetap jadi asisten pribadi aku kok. Lagian ngapain sih pemilik separo perusahaan sekaligus istri pimpinan disini belajar soal urusan proyek?"
"Yah justru karena itu, karena aku pemilik separo perusahaan sekaligus istri pimpinan disini makanya perlu tau soal proyek proyek yang dikerjakan."
"Daripada ngurusin proyek proyek perusahaan yang sudah di urus oleh orang orang handal, mending nyonya Rafika Danuyo memulai dan terlibat langsung di proyeknya sendiri."
Mata Fika berbinar, hatinya melayang tinggi mendengar perkataan Fika tentang keterlibatan di sebuah proyek.
__ADS_1
"Proyek apa Mas?"
"Proyek anak."
"Maaaassss... Aku serius loh."
"Mas juga serius."
"Mas jangan bilang ya, Mas nyuruh Pak Zian langsung bekerja hari supaya aku bisa berangkat ke US. Gak bakalan Mas."
"Jadi sayang gak mau hadiri pernikahan Deanna?"
"Yah mau Mas, tapi berangkatnya barengan Mas."
"Iya brangkat bareng. Tapi nanti Mas disana cuma sampe dua hari setelah Deanna nikah setelah itu Mas harus pulang, Sayang puas puasin liburan bareng kluarga disana dulu."
"Okey, aku disana dua mingguan aja trus nyusul pulang."
"Satu bulan. Sayang, disana satu bulan"
"Hah? lama amat???"
__ADS_1
❤️ semoga syukaaa ❤️