
Raven tidak berkutik ketika Fika mengatakan tentang kontrak seumur hidup yang tentu saja tentang pernikahan mereka Raven bukan orang bodoh yang tidak mengerti maksud dari ucapan Fika.
Sementara yang dilakukan Fika? Ya Ampun, dengan senyuman manis dan wajah penuh permohonan sedang berdiri didepan meja kerja Raven. Raven semakin gelagapan dengan sikap Fika yang satu ini.
Antara ingin mencubit gemas pipi Fika dan ingin berteriak pada Fika karena bersikap manis padahal sudah tau Raven sedang marah, kecewa, gengsi padanya.
"Pulang lo. Gue gak butuh sekretaris tidak kompeten seperti lo."
Fika membelalakan matanya karena mendapat cibiran tidak kompeten dari Raven. Fika berpikir, okelah jika menjadi sekretaris adalah dunia baru baginya, tapi kan Fika tidak bodoh dan bisa belajar dengan cepat.
"Bilang aja lo gak kuat berdekatan dengan gue."
sambil berjalan menuju pintu kantor untuk keluar, Fika ngedumel pelan
"Apa lo bilang?"
Raven sempat mendengar dumelan Fika yang mendadak terdiam di tempat masih memunggungi Raven lalu menjawab
"Raven Danuyo cakep dan baik hati jangan lupa makan siangnya."
__ADS_1
setelah mengucapkan itu Fika buru buru keluar ruang kerja Raven meninggalkan Raven yang menyunggingkan senyuman tipis melihat polah Fika.
Fika mencari buku referensi panduan menjadi sekretaris atau job description seorang sekretaris di sebuah toko buku tidak jauh dari apartemen nya.
"Bu Fika?"
Fika mengangkat kepalanya ketika namanya dipanggil seseorang yang berdiri dari sampingnya
"Eh, Pak Zian?"
"Apa kabar Bu?"
"Baik Pak. gimana kabar Pak Zian dan Ibunya?"
Lalu Fika mengajak Zian untuk ngobrol disebuah Cafe yang ada di Mall tersebut. Dari obrolan sekitar dua jam di Cafe Fika mendapati informasi jika Zian berada di Jakarta dalam rangka mencoba peruntungan untuk mencari pekerjaan dan sebelum bertemu Fika, Zian memenuhi panggilan interview dari sebuah perusahaan pekerjaan.
Fika juga mendapati informasi jika kasus Zian dengan Yayasan Pendidikan tempat mereka bekerja dulu sudah selesai dan saat ini kasus tersebut beralih menjadi antara Yayasan dengan Ardika Sahlendra.
Bahkan Zian menceritakan jika dia mendengar kabar jika Sahlendra Senior pun saat ini sedang menjalani penyidikan terkait dengan kejahatan yang dilakukanya.
__ADS_1
Sudah menunjukan pukul 16.30
"Pak Zian Saya permisi yah. Soalnya bentar lagi suami saya sudah mo pulang kerja."
"Iya Bu, Trimakasih waktunya."
"Semoga diterima kerja yah Pak, oia, salam untuk Ibunya Pak Zian."
Fika berpamitan lalu melangkah keluar dari Cafe. masuk dalam taksi online yang sudah dipesan nya tadi.
Fika turun dari taksi online didepan pintu utama Apartemen, ketika taksi online tersebut berlalu dari hadapan nya, sekilas Fika melihat sebuah mobil terparkir
"seperti mobilnya Mang Arman deh. Eh, tapi sticker Harley-nya gak ada deng."
Lalu Fika masuk kedalam apartemen dan menuju lift hendak naik ke lantai dimana unitnya berada. Saat Fika memasuki pintu utama unit apartemen nya, terasa sekali kesunyian nya. Fika memutuskan untuk mandi dulu sebelum memasak makan malam untuk Raven dan dirinya.
Saat tangan Fika memegang knop pintu kamar tidur hendak membuka pintu, Fika mendengar sebuah suara lebih tepatnya suara desahan seoarang perempuan dari dalam ruang kerja Raven yang berada berhadapan dengan kamar tidur mereka.
"Aaah, ooh.. aaah yaa, yess... terus Mas, ooh yaaa"
__ADS_1
Fika hanya bisa terdiam kaku didepan pintu kamar tangan nya meremas kuat knop pintu. Hatinya remuk redam karena apa yang didengarnya.
❤ Maaf Yah, beberapa hari ini belum sempat UP episode teranyar, diakeranakan kesibukan author mendampingi kegiatan anak ❤