Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 62


__ADS_3

Setelah Petinggi Kepolisian itu berlalu, Raven membuka suara lagi pada Ayah dan anak yang masih betah berdiri di samping meja mereka.


"Masih betah mendengar kejahatan anak anda Pak?"


Raven bertanya pada Sahlendra, lalu menengok pada Ardi dan memberi pertanyaan tajam


"Atau kejahatan Bapak kamu?"


Fika tidak dapat menyembunyikan kikikan manisnya, lalu cepat cepat menutup mulutnya, Raven tersenyum gemas melihat sikap Fika.


"Saya gak habis pikir cara orang tua kamu mendidik kamu menjadikan kamu kurang ajar begini pada orang lain."


Sahlendra yang memang pandai memainkan emosi seseorang menggunakan almarhum orang tua Raven untuk memancing kembali emosi Raven.


"Setidaknya mendiang orang tua saya berhasil mengajarkan saya untuk berusaha menjadi orang lebih baik tanpa mengandalkan orang tua, setidaknya dalam hal financial. Makanya Bapak Prakasa mempercayakan cucu dan perusahaan nya pada saya."


Raven berhasil mengendalikan emosinya hanya dengan memandang wajah Fika dan memberikan jawaban berupa sindiran pada Ardi.


"Fika? Kamu yakin menikah dengan laki laki matre ini?"


Ardi justru yang tersulut emosi mendengar jawaban Raven.


"Ardi, saya yakin seyakin yakinnya mencintai Raven dan akan menghabiskan sisa hidup saya dengan Raven. Yah.. secara dia tidak pernah ngaku bayarin kontrakan saya di Bandung ke Bu Hesti dan orang orang Yayasan, Tapi asal kamu tau yah Saya mbayar uang ganti rugi atas bantuan fiktif kamu ke saya itu yah pakai uang yang Raven kirim tiap bulannya padahal saya. Padahal waktu itu saya dengan begonya ninggalin dia karena percaya dengan kebohongan kamu soal Intan."

__ADS_1


Kali ini Raven yang meremas lembut tangan Fika, Raven tau ucapan Fika itu merupakan ungkapan terimakasih terdalam Fika karena ketika mengatakan itu, Raven mendapatkan tatapan penuh cinta mendalam dari Fika, yaaah meski di ungkapkan untuk menyindir Ardi.


Ardi tidak terima omongan Fika, Mencoba lebih mendekati Fika. Namun Raven berdiri dengan cepat dan mengeluarkan suara penuh ancaman pada Ardi.


"Berani menyentuh Fika, kasus pemukulan & aksi percobaan penculikan di Bandung akan saya buka"


Sahlendra dan Ardi terkejut mendengar ancaman Raven yang terlihat tidak main main dengan kata katanya.


Lalu Raven berjalan kearah sebelah sisi meja yang lowong lalu membantu Fika berdiri hendak meninggalkan restaurant.


"Ayo Sayang, Selera makan siang saya ilang. mending kita makan dirumah saja."


"hhmm.. aku tau, pasti Mas mau makan aku yah?"


Tidak dengan Raven yang terkejut sesaat lalu tersenyum manis dan menowel gemes pipi Fika dan menghadiahi kecupan di kening Fika


"Dasar ******!"


Ardi melemparkan hinaan pada Fika, dan Ardi mendapatkan pelototan tajam mata Raven.


Cup


"Halal ini. Yuk aah Mas. Jangan terganggu ama iklan lewat."

__ADS_1


Dengan tenang dan cuek nya Fika mengecup bibir Raven dihadapan Sahlendra dan Ardi lalu berjalan dengan menggandeng mesra lengan Raven meninggalkan Sahlendra dan Ardi.


_-----------_


Dalam mobil menuju kembali ke apartemen mereka, tidak henti hentinya Raven tertawa dengan sikap ajaib Fika saat di restaurant tadi. Fika pun tertawa geli tidak hentinya mengingat kelakuan super nya tadi.


"Kok bisa yah Mas aku ngomong kek gitu?"


"Hahah, seharusnya Mas yang nanya, kok bisa sikap kamu super gitu?"


Sesampainya di apartemen, Fika langsung menemui asisten rumah tangganya untuk membayarkan gaji terakhirnya dan Raven masuk ke ruang kerjanya untuk mengurus beberapa hal.


Tidak lama kemudian, Raven keluar ruang kerjanya dan mencari Fika yang sedang bersantai di sofa depan televisi.


Raven mendekati Fika, menyerudukan badanya tubuh Fika dan mulai menghujani seluruh permukaa Fika yang telah dibersihkan dari makeup nya dengan kecupan kecupan


"Iishh.. Mas ngapain sih ngenduselan gini?"


"Mau makan dong."


"Yaaa Ampyuun Masss...."


❤️ Aawww... Aawww...

__ADS_1


maaf yah kalo crita author tidak banyak konflik yang wow gitu, author hanya mencoba mengangkat konflik sehari hari. Kesannya jadi bertele tele dan datar.. sekali lagi author say sorry banget yaa....❤️


__ADS_2