Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 68


__ADS_3

"memangnya kenapa Mas?"


Fika mengernyitkan keningnya mendengar hardikan keras Raven.


"Pesan nya kek nenek nenek tau gak sih?"


"Mas Raveeeeennnn, tega ich..."


Raven terkikih lucu lalu memeluk erat tubuh Fika. kembali menghujani kecupan kecupan mesranya di seluruh wajah Fika.


Lalu mereka turun ke ruang keluarga dimana sudah ada Om Dalton, Tante Fiane, Kakek, Bik Sum, Dean dan Diara.


"Rav, segera kabari setiap ada prubahan atau sesuatu."


Dean menepuk bahu sahabatnya yang sudah menjadi suami dari adik sepupu satu satunya yang berarti menjadi iparnya.


Raven menganggukan kepalanya dan tersenyum lirih menatap Dean.


"Raven, ingat. jangan gegabah. Selalu hubungi kakek apapun yang terjadi."

__ADS_1


"You can count on me, you know that."


Kali ini kakek dan Om Dalton yang memberi wejangan perpisahan. Tentu saja hal itu tidak luput dari perhatian Fika.


Proyek bisnis Raven kali ini berat banget apa yah?


Fika membatin mendengar wejangan dari tiga pria pengusaha dari tiga generasi berbeda yang intinya dengan pasti akan membantu Raven apapun yang terjadi, jika Raven mengalami kesulitan.


Fika terharu mendengar wejangan yang penuh perhatian dan kasih sayang dari keluarganya kepada suaminya.


_----------------------_


Tiba di jakarta, Rombongan Raven yang terdiri dari Diara dan Bik Sum di jemput oleh Zian dan rombongan tim legal perusahaan Raven.


Sedangkan Raven, Zian dan tim legal perusahaan langsung menuju kantor polisi untuk menindaklanjuti laporan terkait kejahatan Ardika Sahlendra terhadap Fika yang sudah Raven melalui Tim Legal nya layangkan ke kantor polisi sebelum keberangkatan Raven dan Fika ke US.


Tentu saja Raven yang melakukan pelaporan sebagai suaminya atas nama Fika.


Setelah beberapa bulan lalu membuat pelaporan untuk Sahlendra senior, kali ini Raven tidak akan membiarkan Ardi lepas dari hukum atas kejahatan kejahatan yang sudah dia lakukan.

__ADS_1


"Laporan yang Bapak Ravendra sudah kami tindaklanjuti, saat ini kami sedang malakukan penyelidikan pada bukti bukti yang Bapak Raven berikan, kami mohon kerjasamanya karena saat ini kami akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Bapak Raven sebagai pelapot."


"Tentu Pak, Silahkan. Saya akan menjawab pertanyaan apapun sesuai yang saya ketahui."


Setelah lebih dari tiga jam Raven beserta tim nya menjawab pertanyaan dari kepolisian, akhirnya mereka dapat kembali ke kantor dan melakukan rapat koordinasi untuk kelanjutan kasus.


"Pak Raven, jika memang diperlukan, saya siap menjadi saksi."


Zian mengajukan diri untuk menjadi saksi, tentu saja di sambut baik oleh Raven.


"Tentu saja Zian, kesaksian kamu sangat kita butuhkan. tapi tidak dikasus yang ini. Untuk kasus ini sebaiknya kamu jangan terlalu banyak terlibat dulu. Jika saya keluar kantor maka kamu harus ada di kantor untuk mengurus kantor."


Zian hanya menganggukan kepala mendengar instruksi dari bos besarnya yang di ucapkan dengan santai namun penuh ketegasan.


_------------------_


Sementara di US, Fika yang baru saja membelas chatt wa dari Raven mencari keberadaan Kakek untuk mengajak kakek berjalan jalan.


"Bagaimana? Apakah Raven sudah selesai urusan dengan polisi?"

__ADS_1


Terdengar suara dari Kakek bertanya, Jantung Fika seperti mau copot saat mendengar ucapan kakek Saat Fika melewati ruang kerja Om Dalton.


❤️ Maaf Yah... jadi lambat UP bbrp hari ini author lg konsen ke anak, maklum anak author kelas 6, hari ini di usahakan UP normal lg kok 😘😘 makasih yah dah setia membaca n nunggui UP-an tiap hari. ❤️


__ADS_2