Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 10


__ADS_3

"Apa maksud kakek? Intan hamil anak saya? Saya dan Intan tidak bertemu 2tahun, terakhir bertemu minggu lalu saat saya dan Fika nginap di puncak. kapan saya hamili dia?"


Raven tidak mempercayai pendengaran nya ketika Kakek mengatakan Intan mengandung anaknya. Raven mengepalkan tangan nya menahan amukan yang sedari malam ditahan nya.


"Siapa yang kasih tau kakek kalo Intan mengandung anak saya?"


Lalu kakek mulai bercerita jika dua hari lalu saat Raven berangkat ke Lombok mengurus persiapan pembangunan Resort Mewah yang merupakan Mega Proyek dari Prakasa Abadi Groip, Fika datang menemui membawa barang barangnya dan bercerita hari senin lalu dia bertemu Intan dan Dika dan memberitahukan jika Intan mengandung anak Raven.


"Tapi kakek menyuruh Fika untuk pulang. Kakek tidak mau menerima salah satu dari kalian di rumah ini jika datang kesini untuk melarikan diri dari masalah rumah tangga, Kakek minta ke Fika untuk menyelesaikan baik baik dengan kamu."


"Shit! seharusnya gue sadar, jika teman Ardi itu Intan. Brengsek!"


Monolog kemarahan Raven karena mengingat kejadian pada hari senin beberapa hari lalu itu adalah sesuatu yang tidak baik untuk hubungan mereka.


"Raven, Kakek mau meyakinkan lagi, benar kamu bukan ayah dari anak dalam kandungan Intan?"


Sebenarnya Kakek yakin tidak mungkin itu anak Raven, hanya saja kakek merasa perlu mendengar sendiri dari mulut Raven.


"Demi Tuhan, itu bukan anak saya kek, Lalu sekarang saya harus menjemput Fika dimana, Kek?"


"Tidak Usah Kamu Jemput dia!!"


"Hah? Tapi Fika istri saya."

__ADS_1


"Sbaiknya kamu urus dulu si Intan. Lalu Ardi.. Percayalah, Fika akan kembali sendiri ke kamu. Untuk saat ini biarlan Fika belajar sendiri mengatasi keras kepala dan Gengsi nya yang tinggi itu."


Raven hanya diam karena tidak habis pikir dengan jalan pikiran Kakek Prakasa. Namun Raven sangat paham jika Kakek Prakasa adalah orang yang paling mengerti pribadi Fika, Toh sedari usia 19 tahun Kakek yang mengasuh dan mendidik Fika setelah kedua orang tua Fika meninggal karena kecelakaan.


"Raven, Kakek mohon setelah kamu selesai mengurus Intan, segera laporkan pada Kakek. Karena kakek sendiri yang akan membantu mu mengurus Ardi."


Raven sangat paham alasan kakek ingin turun tangan menyelesaikan urusan si Ardi tentu saja karena Ardi adalah orang yang sudah mematahkan hati cucu kesayangan nya. Namun dari ucapan Kakek, Raven menangkap ada dendam lain yang belum terselesaikan. Raven jadi penasaran.


"Maaf Kek, sepertinya kakek dendam banget ama Ardi?"


"Tentu saja saya dendam pada orang yang sudah membuat anak dan menantu saya meninggal mendahului saya."


"Maksud Kakek?"


Deg!!


Rahang Raven mengeras mendengar nama Sahlendra. Bagaimana tidak, Sahlendra ada karyawan Papa Raven yang telah menggelapkan dokumen perusahaan sehingga PT Danuyo Jaya mengalami kerugian besar bahkan hampir bangkrut jika saja tidak ada bantuan berupa suntikan dana dari Prakasa Abadi Group. Namun bantuan itu tidak dapat menyelamatkan nyawa Papa Raven yang mengalami serangan jantung.


Membuat Raven menjadi yatim piatu setahun yang lalu karena pada akhirnya mamanya harus menyerah pada penyakit kronisnya.


"Maksud Kakek, Ardi itu adalah Ardika Sahlendra?"


Kakek menganggukan kepala atas pertanyaan Raven.

__ADS_1


Lalu Kakek menceritakan tentang kejadian kematian anak dan menantunya.


Orang Tua Fika meninggal karena mobil yang mereka tumpangi ditabrak oleh pengemudi ugal ugalan karena mabuk di bawah pengaruh minuman keras, Pengemudi itu tidak lain adalah Ardi. Namun karena pengaruh yang dimiliki oleh Sahlendra cukup kuat sehingga Ardi bisa dengan cepat disembunyikan dan pelaku penabrak digantikan oleh orang lain.


"Saya baru mengetahui tentang Ardi saat dia sudah menyakiti hati Fika, saya menyelidiki tentang Ardi. Sekarang saya sudah memiliki cukup bukti untuk menyeret Ardi dan Sahlendra sekaligus."


Bercerita dengan terus menatap penuh kesedihan pada Frame foto Fika yang diapit kedua orang tuanya, Kakek Prakasa mengakhiri ceritanya.


"Saya akan membantu Kakek sekuat tenaga. Saya juga akan memberikan bukti hasil penyelidikan saya tiga tahun ini terhadap Sahlendra."


Ucapan penuh tekad Raven mampu menarik perhatian Kakek dan menatap lurus padanya.


Kakek juga sangat mengerti jika Raven memiliki dendam pribadi pada Sahlendra.


"Baiklah Kakek, saya beramsumsi kakek tau keberadaan Fika sekarang ini."


Kakek menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Kakek memandang wajah Raven dan mendapati tatapan kesedihan karena cinta pada sorot mata Raven.


"Kamu nggak usah khawatir dengan Fika. dia aman. orang saya akan mulai melapor pada kamu besok."


"Kalau begitu saya permisi dulu. ada yang harus saya kerjakan di kantor."


Raven berpamitan pada kakek lalu keluar rumah menuju kantornya dengan tampilan casualnya. Dia tidak perduli dengan tatapan karyawan nya. Dia akan menyelesaikan beberapa pekerjaan, karena setelah itu dia akan menyelesaikan urusan nya dengan Intan dan bertekad membuat Intan menerima ganjaran nya karena sudah membuat istrinya pergi meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2