Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 9


__ADS_3

23.49


Sedari pulang kerja Raven melihat jam, karena mendapati apartemen dalam keadaan kosong tanpa ada Fika. Makan malam telah tersaji, bahkan sekarang meja makan sudah dalam keadaan bersih setelah jam 10 tadi akhirnya Raven membereskan sisa makanan dan mejanya.


Pakaian ganti nya pun telah siap diatas tempat tidur seperti biasanya. Namun sang nyonya rumah tidak ada. Entah sudah berapa puluh kali Raven mencoba menghubungi ponsel Fika namun tidak ada jawaban hanya nada sambung yang terdengar. bahkan chatt yang terkirim tidak ada yang terbaca oleh Fika.


Raven benar benar khawatir dengan Fika. tidak biasanya Fika bertindak seperti ini. Bahkan sejak awal menikah meski masih dalam tahap kaku karena masih penyesuaian Fika akan mengabari jika akan pulang terlambat atau sekedar keluar rumah bersama teman teman sesama guru.


Hampir tengah malam, Raven tidak tau harus mencari Fika dimana. Tadi setelah makan, Raven sempat mendatangi sekolah tempat kerja Fika, namun Gerbang Sekolah terkunci rapat. dan Satpam menginformasi sudah tidak ada kegiatan apa apa didalam.


Sayang, dimana kamu? Tolong jawab telponku. Fika, bisa gila aku kalo begini.


06.30


Raven terbangun dari tidurnya di sofa oleh suara alarm dari Ponselnya, semalaman dia menunggu Fika sampai tertidur.


Raven melayangkan pandangan nya ke sekeliling ruangan apartemen nya, tidak ada tanda tanda keberadaan Fika.


Biasanya jam begini Fika akan membangunkan nya.


Berjalan menuju kamar tidurnya berharap keajaiban berada di dalam kamar.


Kalo sampe kamu masih tidur, liat aja.. gak bakalan kamu bisa keluar kamar seharian ini. Gak bakalan kubiarkan kamu turun dari tempat tidur bahkan lepas dari pelukan ku.


Naas bagi Raven, kamar dalam keadaan kosong. Beberapa saat Raven memandangi kamar tidurnya yang kosong, Kesunyian yang di rasakan.


Raven menyerah pada situasi lalu masuk kamar mandi bersiap menuju kantor, namun sebelum ke kantor dia berencana untuk mampir ke tempat kerja Fika dulu.


"Fikaaaa!!! kamu kemanaaa??"

__ADS_1


Raven berteriak karena marah dan kaget ketika membuka lemari bajunya ketika hendak berganti baju, rak yang biasanya tersusun rapi baju baju Fika dalam keadaan melompong.


Dengan full speed Raven keluar kamar tidur hanya memakai handuk yang terlilit di pinggangnya.


Raven memeriksa di ruang kerja mereka, Raven mengecek rak sepatu dekat pintu masuk, kosong!! tidak ada barang barang pribadi milik Fika.


Kembali ke kamar tidurnya, Raven memastikan rak nakas samping tempat tidur, lemari baju bahkan rak kecil di kamar mandi tempat biasanya Fika meletakan alat make up nya, Kosong!!


Darah mendidih di kepalanya. mengambil baju sembarang, hari ini Raven berniat tidak akan masuk kerja dan akan mencari keberadaan Fika lalu meminta penjelasan atas apa yang terjadi.


Tempat tujuan pertama Raven adalah rumah kakek Fika, yang dulu sebelum menikah dengan Raven merupakan tempat tinggal Fika juga.


Raven memarkirkan mobilnya dalam pelataran parkir di halaman rumah Kakek Fika. Dengan langkah lebar dia menuju dalam rumah yang sudab disambut oleh Bik Sum, pembantu kesayanan rumah ini.


"Eh, Mas Raven. Tumben pagi pagi kesini? Kakek lagi di halaman belakang."


"Saya mo langsung ketemu Fika dulu Bik."


"Loh? Mbak Fika nginap disini toh? kok saya gak tau yah?"


Bukanya Raven tidak mendengar pertanyaan bingung dari Bik Sum, Tetapi Raven merasa perlu memastikan sendiri apakah Fika ada di rumah ini atau tidak.


Sekali lagi, Raven harus menelan pil pahit karena tidak menemukan Fika dalam kamar yang dulunya di gunakan Fika.


Bahkan kamar dalam keadaan seperti tidak pernah digunakan dalam beberapa bulan, meski tetap dalam keadaan rapu dan bersih.


Lemari baju Fika pun hanya ada beberapa helai baju yang sengaja Fika tinggalkan supaya bisa dia pakai jika ingin menginap di rumah kakeknya, ada pula dua potong pakaian Raven yang pernah Raven pakai sewaktu mereka menginap.


Dengan langkah lunglai namun dengan darah mendidih menahan amarah Raven menuruni anak tangga menuju ruang makan yang sudah ada kakek Prakasa sedang minum teh herbalnya.

__ADS_1


"Raven, Bik Sum bilang kamu mencari Fika?"


"Iya, dari kemarin dia ninggalin apartemen Kek, saya gak tau dia kemana."


"Biarkan saja dia. Tidak usah kamu cari dia."


Bukan permintaan namun titah yang keluar dari mulut kakek. Raven semakin bingung dengan apa yang terjadi.


Gak tau apa Kakek Prakasa ini kalo orang lagi merasakan mekarnya cinta kok malah dilarang mencari istrinya.


Butuh penjelasan, Raven bertanya lebih lanjut pada Kakek


"Kakek tau Fika kemana? Ada apa dengan dia?"


"Astaga anak itu... Jadi dia tidak membicarakan dengan kamu?"


Raven menunjukan wajah blo'on nya pada kakek karena benar benar gak tau ada apa.


"apakah dua hari ini dia gak pernah ngajak kamu membicarakan masalah yang kalian hadapi?"


"Masalah apa Kek? Sudah satu bulan ini saya dan Fika sepakat untuk menjalankan pernikahan kami sewajarnya orang berumah tangga. Bahkan saat ini kami sedang program bikin anak karena kami tidak mau menunda. sampai kemarin malam saat saya pulang dari Lombok, Fika masih bersikap seperti biasa menyambut saya."


Kakek mengaggukan kepala namun memberikan tatapan yang sulit diartikan oleh Raven.


"Dia tidak pernah membahas soal Intan yang mengandung anak kamu?"


Duar!!


Raven merasakan tubuhnya di sambar petir berkekuatan 20.000 volt

__ADS_1


❤ tetap semangat membaca yaaa.. karena author juga semangat menulis nya nih.. ❤


__ADS_2