Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 45


__ADS_3

Sudah menunjukan pukul 14.15 dan Raven semakin kewalahan dengan pekerjaan nya terutama karena tidak ada yang bisa membantu merapikan file file yang harus dia periksa dan tidak ada yang mengingatkan janji temu dengan klien atau rekan bisnis, rapat yang harus dia lakukan hari ini.


Seperti saat ini dia terlambat lima belas menit untuk meeting dengan staff Pengembangan perihal rencana pembangunan sebuah resort mewah di kota Manado setelah resort di Lombok selesai beberapa bulan lagi.


Raven masuk kedalam ruangan meeting dan langsung meminta maaf atas keterlambatan nya sebelum dia memimpin meeting tersebut.


Dua jam lebih meeting berlangsung, sebelum menutup meeting, sekali lagi Raven meminta maaf atas keterlambatan nya sehingga membuat jam meeting jadi mundur lalu Pak Arif manager Keungan nya menginterupsi


"Saya kira tadi sekretaris pak Raven sudah ada."


"Apa maksud Pak Arif? Saya bahkan belum mencari sekretaris pengganti sama sekali."


"Soalnya tadi sebelum jam makan siang, saya melihat ada cewek berbaju biru langit didepan pintu ruangan bapak."


"Ooh, maksud Pak Arif cewek yang berambut sebahu dan tubuh putih agak mungil paras manis itu yah? tadi saya sempat berpapasan di lift, saya pikir beliau tamu soalnya bawa paper bag sepertinya isi makanan gitu."


bahkan Vista salah seorang staff pengembangan menimpali dan mendapatkan anggukan kepala dari Pak Arif. Raven bingung dengan peryataan kedua bawahan nya. Tapi tidak mau ambil pusing lebih lama, Raven menutup meeting tersebut.


Didepan pintu ruang kantornya, Raven melihat sebuah paper bag di atas meja kerja Shasa dan berpikir mungkin itu yang di maksud Vista.


Raven melihat isi paper bag dan mengerti jika paper bag ini tentu dari Fika.

__ADS_1


"Dia datang cuma nganter? gak mo ketemu gue?"


Raven membawa masuk makanan yang Raven tau pasti olahan tangan Fika sendiri. Tentu saja Raven tau, secara Raven dulu adalah penggemar utama masakan Fika.


Raven melahap habis masakan Fika sampai tandas tanpa sisa, entah karena memang doyan atau karena kelaparan sudah lewat jam makan siang.


"Sialan!! apa gue sebegitu menjijikan? sampe dia gak mo ketemu gue?"


Awan mendung melingkupi Raven karena Fika tidak mau menemui nya siang tadi.


Raven kembali berusaha konsentrasi bekerja.


_------_


"Bu, saya minta maaf.. saya harus berhenti kerja."


"Loh kenapa Mbak? gak cocok kerja disini?"


"Bukan mbak. saya mah cocok banget kerja disini. hanya saja suami kan kerjanya shift shift an gitu, trus sering shift malam. jadi kami jarang ketemu. saya brangkat kerja dia baru pulang. saya nyampe rumah, cuma ketemu beberapa jam eh dia dah siap siap mo kerja lagi. Saya takut nanti kami malah jadi jauh karena kurang waktu buat ngobrol Bu."


Fika hanya bisa diam, mencerna alasan asisten rumah tangganya yang begitu logis terhadap situasi rumah tangga mereka terutama hubungan antara suami istri.

__ADS_1


Padahal kalau mau dipikir ulang dari segi penghasilan, sudah pasti mereka hidup pas pasan jika hanya mengandalkan gaji suami.


Tetapi Mbak Lestari memilih berusaha membuat rumah tangganya tetap harmonis dengan tetap memperbanyak komunikasi.


"Bu.. Ibu ngelamun yah?"


"Eh, Maaf Mbak.. jadi kapan mau berhenti nya?"


"Kalau saya sih maunya abis gajian ini. Tapi kalo ibu minta tunggu sampai dapat pengganti yah tidak apa apa."


"Ooh, yah gak apa apa kalo memang minggu depan setelah gajian. Nanti saya bilang ke bapak untuk siapkan gaji mbak Lestari ya."


"Iya Bu, makasih."


Lalu Fika masuk kedalam kamar, masih dengan pikiran tentang kemelut rumah tangga nya.


Fika bukan orang bodoh, dia sangat memahami jika kemelut rumah tanggaya karena kurangnya kepercayaan dirinya terhadap Raven, dan kenapa bisa kurang percaya? tentu saja karena mereka kurang berkomunikasi.


Komunikasi mereka di awal awal pernikahan mereka lebih kepada seputar kegiatan dan pekerjaan mereka pada hari itu, Tidak lebih. Bahkan jika di pikirkan lagi Fika tidak terlalu tahu teman teman Raven, bahkan keluarga besar Raven.


Jangan tanyakan soal perasaan dan jalan pikiran Raven, Fika benar benar buta.

__ADS_1


Satu yang pasti Fika tau adalah Raven sangat tidak bisa menahan hasrat pada dirinya.


__ADS_2