Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 58


__ADS_3

Sepanjang pagi sementara mereka bersiap berangkat ke kantor, tidak henti hentinya Raven menggoda Fika.


"Mas, sudah iich peluknya.. aku mo dandan dulu."


Raven tersenyum, mencium pucuk kepala Fika lalu melepaskan pelukannya. Setelah itu Fika melanjutkan acara berdandannya, meski bukan riasan makeup yang tebal namun tetap saja Fika membutuhkan waktu yang lama karena sedari tadi ada aja tingkah Raven yang menghambat Fika. Bahkan kancing depan kemeja Fika yang seharusnya sudah terkancing dari tadi baru Fika sadari sudah terbuka kembali sampai kebatas rok yang dikenakanya.


"Sayang minum ini dulu. Nanti di kantor baru kita sarapan."


Baru saja keluar dari kamar, Fika dapat mencium aroma wangi teh hangat yang dibuatkan Raven untuknya. Tidak lupa Fika mengucapkan terimakasih pada suaminya.


Berangkat kantor bersama bukan hal baru bagi mereka, tetapi menuju kantor yang sama adalah hal baru bagi mereka.


"Mas, nanti aku masuk duluan."


"Barengan aja lah."


"Gak enak ama karyawan lain dong mas."


"Emang kenapa dengan mereka?"


Fika berusaha membujuk Raven agar mereka berjalan berpisah saat memasuki kantor, Fika masih merasa malu akan situasi mereka dikarenakan belum semua karyawan mengetahui mereka adalah suami istri. Fika tidak ingin jika cap nepotisme menempel pada dirinya.

__ADS_1


"Mas, kan aku mo mampir cafe untuk beli sarapan kita."


"Kita makan bareng aja."


"Malu Mas.."


"Kamu malu makan bareng aku?"


Saat itu Raven telah memarkirkan mobilnya di basement bawah agar jarak ke cafe lebih dekat. Raven keluar dari mobil dengan perasaan kesal karena mendapati fakta jika Fika malu bila bersama dirinya ditempat umum. Lalu Raven berdiri di luar pintu penumpang menunggu Fika keluar mobil.


"Kita jalan bareng lalu sarapan bareng di cafe. titik."


"Kenapa memangnya? kamu istri aku."


"Tapi asal Mas tau yah, Bos Besar kantor ini galak banget soal peraturan, apalagi peraturan soal kesopanan. Mas mau kena tegur dari bos besar kantor ini?"


Fika melihat reaksi Raven atas sarkasme yang dia lontarkan, karena Raven tidak memberikan reaksi apa apa, Fika melanjutkan.


"Tapi kalo kita sarapan dalam kantor Mas, aku bisa nyuapin Mas, kan ruangan Mas tertutup tuh gak ada yang bisa liat kan yah, Mas?"


Cup.

__ADS_1


Raven menghadiahi kecupan lembut di kening Fika atas ide brilliant nya. Dengan senyum yang mengembang Raven berlalu meninggalkan Fika menuju arah pintu samping kantor. Fika mengikuti langkah Raven berjalan beberapa langkah dibelakang Raven lalu setelahnya berbelok ke kiri menuju cafe.


Selesai membeli dua roti dan teh hangat untuk dirinya, Lalu memesan mini bowl-cup bubur ayam dan secangkir Kopi untuk Raven.


Raven langsung berjalan menuju ruang kerjanya, meletakan tas nya di bangku mejanya lalu mengambil jurnal berisi jadwal Raven hari ini yang akan dia bacakan.


Hanya ketukan formalitas dipintu Raven, lalu Fika melangkah masuk kedalan ruangan Raven dengan santai membawa berbagai macam bawaan ditangannya.


"kamu kok lama banget sih?"


Bukan sambutan hangat yang diterima Fika, tetapi sambutan tidak sabar Raven. Fika hanya diam tidak membalas ucapan Raven. Meletakan semua bawaan nya di atas meja kerja Raven lalu menyiapkan sarapan Raven dengan membisu.


Lalu Fika mulai membacakan jadwal Raven untuk hari dan menunggu beberapa instruksi dari Raven. Lalu, baru saja Fika akan mengambil Roti dan Teh Hangatnya, tanganya sudah ditahan oleh Raven dari seberang meja.


"Tunggu. kamu kenapa?"


Fika memandang mata Raven lekat lekat dan memberikan signal agar Raven melepaskan tangan nya.


"Aku gak akan lepasin sebelum kamu kasih tau aku kenapa kamu diam!"


❤️ bocoran dikit nih..., Beberapa episode kedepan masih seputar love-birds Raven & Fika loh... Semoga gak pada bosan yah. ❤️

__ADS_1


__ADS_2