Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 7


__ADS_3

Raven dan Fika telah menghabiskan weekend mereka dengan bahagia sebagai sepasang suami istri yang sudah 9 bulan menikah namun baru beberapa minggu ini menikmati manisnya madu berumah tangga.


Hari senin pagi, kembali mereka menjalankan aktivitas mereka sehari hari Raven Danuyo sebagai CEO PT Danuyo Sejati yaitu perusahaan warisan dari mendiang ayahnya bahkan sekarang beban kerjanya bertambah sebagai penanggung jawab dari Prakasa Abadi Group yaitu usaha yang dibangun oleh Kakek dari Rafika Prakasa yang di wariskan pada Fika sebagai ahli waris satu satunya.


Fika sendiri yang sedari masa remaja telah memiliki cita cita dan passion tinggi untuk menjadi Guru Taman Kanak Kanak menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan bekerja di sebuah sekolah Taman Kanak Kanak bertaraf Internasional sejak lulus dari sekolah khusus guru. Fika memang tidak terlalu tertarik pada dunia usaha yang padahal sedari masih jadi orok dalam kandungan ibunya sudah melingkupi dirinya. Fika hanya mengetahui sedikit tentang Usaha yang dirintis oleh Kakeknya.


"Nanti sayang pulangnya di jemput Pak Maman yah, langsung ke kantor PA"


"Harus yah? bukanya kamu sendiri saja bisa ngurusin pembangunan resort di Lombok itu, kan kamu penanggung jawabnya."


"Tapi kamu kan pemiliknya. kamu tinggal tanda tangan aja kok berkasnya ada di atas mejaku, semua udah beres udah ku cek. lagian nanti aku harus ketemu client."


Dengan senyuman khasnya dan mengelus lembut pipi kiri Fika saat di mobil dalam perjalanan menuju sekolah tempat Fika bekerja, Raven mengingatkan Fika perihal jadwalnya setelah mengajar harus ke kantor PA Group menanda tangani berkas untuk memulai pembangunan sebuah resort mewah sebagai tender besar terbaru yang akan dikerjakan Prakasa Abadi Group.


"Mending aku disuruh masak untuk pesta deh daripada harus ngurus itu. cuma tanda tangan aja kan?"


"Iya sayang. setelah itu kamu bisa langsung pulang and masak untuk aku."


Raven sangat paham jika istrinya tidak terlalu tertarik dengan dunia usaha yang digeluti keluargnya. Sebenarnya Raven sangat senang dengan sikap Fika ini, bukan karena Raven ingin menguasai Prakasa Abadi Group tetapi Raven sangat menikmati peran Fika sebagai istrinya yang lebih menyukai kegiatan dalam mengurus rumah tangga dan kebutuhan pribadi Raven. Fika benar benar handal dalam melakukan itu, Raven begitu menikmati hasil pekerjaan Fika setiap hari bagi dirinya. Gimana gak menikmati jika saat bangun tidur pada nakas samping tempat tidurnya kopi panas yang nikmat sudah bisa dia minum, Selesai mandi pakaian kantornya sudah siap bahkan Fika pernah membantunya berpakaian, Sarapan yang disiapkan Fika sendiri sudah tersedia di meja makan plus sisa kopi dari dalam kamarnya akan dibawakan oleh Fika untuk Raven habiskan setelah sarapan.


Jangan tanyakan lagi kebutuhan setelah Raven pulang kantor... Benar benar service terbaik yang Raven dapatkan dari Fika. Belum lagi kebutuhan **** nya, Raven sangat puas saat melakukanya dengan Fika. Bahkan harus Raven akui terkadang Raven kewalahan dengan permainan ranjang Fika padahal awalnya Raven yang memancing Fika.


Nikmat dunia apalagi yang kurang pada dirinya, Pikiran Raven menerawang.


"Kirain suamiku lupa berhenti diskolah, karena keasikan ngelamun."


Fika menggoda Raven tepat saat mobil yang dikendarai Raven berhenti di depan sekolah tempat Fika bekerja yang masih sepi karena Fika memang sangat senang tiba di sekolah lebih awal supaya dia bisa mempersiapkan dirinya dan ruang kelasnya sebelum murid muridnya tiba.


Raven yang merasa di goda Fika tersenyum lebar lalu memegang kedua pipi Fika setelah Fika mencium punggung tangan kanan nya.


Dengan kelembutan seperti Sutra Murni Raven mencium bibir Fika. Fika sampai merasa merinding karena nikmatnya ciuman Raven.

__ADS_1


"Kalo aku minta kelanjutan ciuman nya gimana hayoook?"


"Hayoook. kita pulang."


"Ehhh..., aku cuma bercanda. kamu nih cepat tanggap banget deh kalo urusan begitu."


Fika dengan cepat menahan tangan Raven yang akan segera memasukan persneling untuk menjalankan mobilnya kembali.


"Kirain beneran minta. Aku sih Hayoook Hayoook aja."


Raven mengerlingkan matanya dengan genit pada Fika. Dan Pipi Raven mendapatkan tepukan mesra dari Fika dan berjanji sekaligus pamit


"Nanti malam yah. Bye Raven..."


"Kenapa nunggu malam? dikantor juga bisa kok, nanti aku cancel ketemu client-nya"


"Huuu... cepat tanggap banget ngalah ngalahin BNPB deh kamu."


--·--


Fika membuka laman Chatt pada HP nya yang dia letakan dalam tasnya selama jam mengajar. Mengecek laman tersebut, biasanya Raven akan meninggalkan pesan pesan yang menurut Fika aneh namun lucu. Fika akan senyum senyum sendiri seperti ABG labil setiap kali membaca chatt dari Raven sejak beberapa minggu ini sejak mereka sepakat untuk menjalankan pernikahan semestinya.


Namun sebelum membuka chatt dari Raven, Fika membuka dan membaca chatt dari sebuah nama yang sudah satu tahun lebih Fika hindari meskipun terkadang Fika merasa orang tersebut sering melakukan hal hal sengaja supaya bisa berurusan lagi dengan dirinya.


*Setelah selesai ngajar, kita bisa bertemu? ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.*


Fika tidak langsung membalas chatt tersebut, dia mencari nama Raven dalam phonebooknya dengan maksud ingin menelepon nya namun tidak menemukanya.


Dengan perasaan bingung, Fika mendial nomer HP Raven yang dia lihat pada kartu nama Raven dalam dompetnya


Whoulaaah... muncul nama "SUAMI TERSAYANG" Fika tertawa, siapa lagi kalo bukan Raven yang mengutak atik namanya sendiri pada Phonebook HP Fika.

__ADS_1


"Halo sayang, kangen yah?"


"Pasti di HP kamu namaku jd ISTRI TERSAYANG yah?"


"bukan. tapi My Only One. Mang kenapa?"


"Norak ich."


"Biarin. HP ku ini.. btw, tumben nelpon?"


"Oh iya, setelah dari kantor, aku mo ketemuan ama Ardi bentaran yah."


"Ardi siapa?"


"Hmm.. mantanku."


"...."


"Halo, Halo.. Rav? kok dicuekin sih?"


"Gak nyuekin. cuma lagi mikir, kalian ketemuan, bukan ingin temu kangen kan?"


"Hahaha.. yah gak lah. masa iya aku kangen ama orang yang udah selingkuhin aku? cuma ngobrol bentar. setelah itu aku pulang. Mang Maman nanti ku minta untuk nunggu kok. Nanti malam aku kasih laporan lengkappnya deh"


"Hahah... Oke deh. Aku percaya.. hati hati yah sayang."


Sebenarnya Fika tidak berkewajiban untuk meminta ijin pada Raven, hanya saja menurut Fika sebagai istri yang baik alangkah baiknya jika kegiatan nya si informasikan pada suaminya supaya ada keterbukaan dalam hubungan sebagai suami istri.


Kemudian Fika membalas chatt dari Ardi dengan singkat. Fika sengaja memilih Cafe yang tidak jauh dari kantor PA Group dan searah dengan jalan pulang ke apartemennya.


*Di Pals Cafe, jam 15.00*

__ADS_1


__ADS_2