
pukul 17.42
Fika terbangun dari tidur sorenya setelah dirinya menjadi menu makan siang dan sore Raven. Fika merasakan pegal disekujur tubuhnya.
Fika bangun langsung menuju kamar mandi untuk keramas tentu saja.
"Duh, masak apa nih yah yang simpel?"
Fika bertanya pada dirinya sendiri ketika berjalan keluar kamar menuju dapur. Saat melewati ruang kerja karena pintu hanya tertutup sedikit, Fika dapat melihat sekilas Raven sedang bekerja menghadap laptop.
lewat satu jam, Fika memanggil Raven untuk makan, namun Raven memberikan jawaban untuk makan terlebih dahulu. Akhirnya Fika makan lebih dulu lalu setelahnya duduk santau menonton televisi.
Tepat pukul 20.30 Fika belum melihat tanda tanda Raven akan menyelesaikan pekerjaan nya. Maka Fika berinisiatif untuk mengambilkan makan malam untuk Raven.
Brakk...
Pintu ruang kerja raven terbuka karena Fika mendorong menggunakan pinggulnya sedang kedua tangannya memegang piring berisi makanan dan minuman.
"Gak mau tau pokoknya Mas harus makan, se.ka.rang"
Fika meletakan piring dan gelas di atas meja kerja Raven yg sebelumnya berkas berkas diatasnya telah disingkirkan. Lalu dengan gerakan luwes Fika mendudukan pantatnya dipangkuan Raven.
"Aaak. Enak?"
Raven menganggukan kepalanya setelah menerima suapan sesendok nasi dalam mulutnya oleh Fika.
"Besok malam sayang berangkat duluan ke US yah."
"No.Ti.Tik."
"Kok gitu? kan dah janji ama Deanna mo ngebantu persiapan nikahnya?"
"Emang, tapi aku maunya brangkat ama Mas, gak sendirian."
__ADS_1
"Mas slesaikan beberapa kerjaan dulu."
"Yawdah aku tungguin."
"Ayuuuk dong sayang jangan gitu. nurut ama Mas yah, besok malam brangkat duluan."
"Enggaaak mauuu Mas..."
Raven menghela napasnya lemah, memikirkan rayuan lain agar Fika mau menuruti perintahnya.
"Kalo sayang masih disini, nanti yang ada Mas ngerjain sayang mulu loh."
"Aku sih gak masalah dikerjai ama Mas selama gak pake gaya akrobat sirkus gitu."
"Uhuukk... huahahahahah... tapi enak kan?"
"Pegel Maasss .."
"Brangkat besok yah."
"Oia, tadi pagi meeting ama orang Legal, HRD en direksi itu skalian ngebahas soal sekretaris en asisten Mas, besok kita kenalan ama orangnya."
Fika menganggukan kepalanya meskipun dalam hatinya sedih tidak dapat bekerja bersama suaminya lagi.
Selama percakapan ringan lainya, akhirnya tugas Fika menyuapi Raven selesai.
"Mas mau lanjuti kerjaan kan? tapi jangan kemalaman boboknya yah."
_------------_
Pagi hari, seperti kemarin keadaan nya Raven memasuki gedung kantor dengan menggandeng erat tangan Fika yang menahan malu dan berusaha bersikap biasa saat mendapat lirikan dan bisik bisik karyawan.
Seperti biasanya Fika membacakan beberapa jadwal penting Raven. Dalam hati sempat terlintas dalam pikiran Fika mengapa sudah beberapa hari ini Mbak Shasa belum juga mengajarkan dan menjelaskan tentang agenda bisnis dan proyek perusahaan yang sempat Fika dengar ketika Raven dan Shasa ngobrol beberapa hari lalu.
__ADS_1
Apa gue terlalu **** yah?
Tok.. Tok..
"Masuk."
Raven memerintahkan pada orang yang mengetok pintu untuk masuk.
"Selamat Pagi Pak, Saya Radizian Swito, Saya eh, Mbak Fika?"
"Loh Pak Zian? Ngapain?"
Fika dan Zian sama sama terkejut dengan keberadaan masing masing dalam ruang kerja bos besar perusahaan multinasional ini.
Lalu, Raven melerai ke keterkejutan mereka
"Ooh, Anda yang dipanggil Bu Wita HRD dan ditugaskan untuk menjadi sekretaris saya? Sayang sudah kenal dengan Pak Zian?"
Duuh, beneran deh Raven ini mulutnya gak ada rem nya kali yah. Fika dan Zian terkejut lagi kali ini mendengar Raven menggunakan kata sayang pada Fika.
Jika Zian terkejut dan bingung, lain lagi dengan Fika yang terkejut dan malu.
"I-iya benar Pak."
Zian menjulutkan tangan nya hendak memberi salam hormat pada Raven, Raven menerima uluran tangan Zian.
"Silahkan duduk Pak Zian."
Lalu Zian mengambil posisi di samping kursi yang di duduki Fika.
"Bisa anda ceritakan bagaimana anda kenal dengan istri saya?"
Deg..
__ADS_1
Dalam kurun waktu kurang dari lima menit, Fika dan Zian sudah dua kali di buat terkejut oleh ucapan Raven.
❤️ Duuh.. apa dan gimana lanjutan nya yaaa??? ❤️