Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 43


__ADS_3

❤Dimohon ya... Para Pembaca membaca dengan bijak. Tanpa Harus terlalu di hayati.❤


_---------------_


"Stop!"


Fika tersentak mendengar perkataan Raven.


"Jangan ditutupi."


"Ak.. hummp"


Belum sempat Fika menyelesaikan kalimatnya, Raven telah kembali menciumi bibirnya kali ini ciuman yang lebih ganas dari sebelumnya, tangan kiri Raven menahan kedua tangan Fika di bantal yang berada diatas kepala Fika. sedangkan tangan tangan kanan Raven bergeriliya keseluruh penjuru tubuh Fika terutama bagian bagian sensitif Fika.


Mendapat sentuhan dan usapan bahkan sesekali remasan dari tangan Raven, tubuh Fika menggeliat bahkan sesekali dia bersuara lirih karena sensasi nikmat yang dia rasakan.


Raven membelai lembut bulu halus yang ada dipangkal paha Fika lalu jari tengahnya memainkan benda lembut yang berada tepat di tengah. Dengan napas yang memburu Fika mendesah perlahan ketika jari tengah Raven menembus inti tubuhnya. Lalu tidak lama kemudian Fika menjerit tertahan ketika dia merasakan junior Raven memasuki tubuhnya tanpa aba aba terlebih dahulu.


Percintaan yang mereka lakukan begitu menggebu, Raven benar benar melampiaskan hasrat yang dia tahan sejak setahun empat bulan lalu.


Suara desahan Fika tidak karuan karena gerakan maju mundur Raven pada tubuhnya begitu cepat.


Fika begitu menikmati kebersamaan mereka di pagi ini, Percintaan pertama yang mereka lakukan setelah satu tahun empat bulan berpuasa.

__ADS_1


Eh, Raven beneran puasa kek gue juga gak yah?


Pikiran Fika teralihkan menjadi kenikmatan tiada tara karena lidah Raven memainkan ujung dadanya dengan lihai. Bahkan


Fika begitu menikmati permainan Raven yang sebenarnya cukup kasar jika dibandingkan dengan yang Fika rasakan terakhir kalinya bersama Raven.


Namun Fika tetap menikmatinya dengan perasaan bahagia yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata kata hingga airmata keluar dari ujung matanya.


"Sial!!"


Raven mengangkat kepalanya hendak kembali menciumi bibir Fika dan ketika melihat airmata di wajah Fika, gerakan sensasi Raven terhenti. Raven menatap tajam pada wajah Fika.


Lalu Raven melepaskan tautan tangan Fika yang sedari tadi ditahan nya, mengeluarkan juniornya dengan kasar dari inti tubuh Fika. Raven berdiri dan mengambil pakaian yang tadi dilepaskan nya dia berjalan masuk dalam kamar mandi meninggalkan Fika dalam keadaan telanjang ditempat tidur yang syok dengan yang barusan terjadi.


Belum sempat Fika duduk tegak ditempat tidur sudah harus syok untuk kedua kalinya mendengar umpatan Raven dari dalam kamar mandi. Fika meremas seprei kusut disamping pahanya.


Fika menahan airmatanya yang hendak keluar. Airmata kegetiran yang harus dia telan karena penolakan dari suami.


Ya Tuhan, kuatkan hamba... mampukan hamba menghadapi ini semua.


Fika mengenakan kembali bajunya, lalu merapikan tempat tidur dan menyiapkan baju kerja Raven.


Fika berencana akan menanyakan pada Raven alasan atas sikap Raven tadi.

__ADS_1


Cukup lama Raven berada didalam kamar mandi, Hingga akhirnya keluar dan mendapati Fika tengah duduk di sofa.


"Kluar! Gue mo ganti baju."


"Rav, a-ak..., Kit..."


"Kluar!! lo gak punya telinga apa?"


Raven menatap tajam pada Fika, dengan tatapan yang tidak bisa terbantahkan.


Fika mengikuti perintah Raven segera kluar kamar.


Dimeja makan pun, Fika masih tetap menunggu Raven.


"Gue kan berhak tau kenapa?"


Beberapa kali Fika mengulang pertanyaan itu.


Tidak lama kemudian Raven keluar kamar dengan berpakaian kerja yang sudah rapi.


Raven melajukan langkah kakinya menuju pintu utama mau keluar apartemen nya.


"Raven tunggu!"

__ADS_1


__ADS_2