Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 65


__ADS_3

Raven menolak tawaran Dean yang akan menjemput mereka menggunakan pesawat pribadinya. Raven lebih memilih menggunakan penerbangan komersial dengan layanan First Class tentunya. Dia ingin merasakan melakukan perjalanan bersama Fika seperti pasangan lain pada umumnya. Maklumi saja lah yah, secara sejak nikah mereka belum pernah melakukan perjalanan jauh bersama.


Sekalinya naik pesawat sewaktu balik dari US mereka berada di kelas yang berbeda.


"Beneran nih gak apa Mas langsung ninggalin pekerjaan ke Pak Zian? dia loh baru mulai hari ini."


Akhirnya Fika bertanya pada Raven. Karena sejak pembicaraan tadi pagi di ruang kerja Raven, Fika langsung diajak Raven pulang untuk bersiap siap. Sementara urusan ticket dan lain lainya tentu saja jadi urusan Shasa dengan bantuan Zian.


Maka disinilah mereka dalam pesawat menuju Seattle.


"Lah yang ngotot mau Mas brangkat siapa?"


"Iish Mas gitu deh, suka mbalikin omongan."


_--------------------_


"Beybieeeeeeeee.... kirain lo gak datang."


"dateng dong. maaf yah agak lambat, ada urusan yang harus diselesaikan dulu."


"Sok sibuk lo Fi... Emang susah banget yah minta maaf en bilang 'Raven aku cinta kamu' gitu?"

__ADS_1


Ucapan Deanna mendapatkan pukulan pedes pedes sedap di lengan kanannya oleh Fika.


Deanna meringis kesakitan, lalu Fika menunjuk Deanna dengan telunjuknya ke arah wajah Deanna.


"You deserve that"


"What did I do wrong?"


"You already know that's what I have to do, Why didn't you tell me?"


"OMG, you're an adult. If you make a mistake, you have to apologize. And If you love him, just tell to him."


Yah, Tante Fiane, Om Dalton, Kakek Prakasa, Revan telah meninggalkan Si Kembar yang memiliki kemiripan wajah hanya sedikit, Namun memiliki karakter, hobi, makanan kesukaan, ukuran baju yang sama persis.


Para Keluarga telah duduk di ruang tengah dan saling bercengkrama bersama.


"Revan, istirahat saja dulu, nanti jam tujuh kita akan makan malam bersama keluarganya Steven."


Tantr Fiane menyuruh Revan naik ke kamarnya, namun Revan masih enggan naik karena menunggu Fika, Kakek yang melihat lirikan mata Revan kearah Fika dan Deanna yang masih betah berdiri dan asik mengobrol mengangkat suaranya.


"Percuma kamu tunggu dia, si kembar tidak akan menyadari sekelilingnya jika sedang bertemu dan asik dengan kegiatan mereka."

__ADS_1


"Eciee.. ada yang cemburu yah?"


Fika menggoda kakek tersayangnya yang memang sering uring uringan jika salah satu dari cucunya tidak memperdulikan nya.


Cup.


Fika mencium kedua pipinya Kakek padahal tadi saat datang telah Fika lakukan. Wajah kakek tersenyum bahagia.


"Fika istirahat sebentar yah, tante, kita brangkat jam berapa ke rumah keluarga Steven?"


"Jam enam sore sayang."


_------------------_


Rombongan Keluarga Besar Wilbourg - Prakasa tiba di Mansion Keluarga Hardaway yang tidak kalah besarnya dengan Mansion keluarga Wilbourg. Rombongan keluarga Wilbourg sudah ketambahan Dean dan Diara persis saat mereka masuk ke Mansion Hardaway.


Saat Tuan dan Nyonya Hardaway beserta Tuan dan Nyonya Wilbourg sudah masuk terlebih dahulu ke ruang tamu kakek mendekati Diara dan meminta Diara agar membantunya berjalan. Kakek sedang dalam modus manjah, lalu kakek berujar pada Raven


"Raven, apa kamu tidak kangen pada Diara yang manis ini?"


❤️ Duuuuhh... Kakek ini kenapa siiih??? Kok malah bertanya begitu...... semoga suka dan terus setia ngebaca-nya ya... oia, author ngarep dapat VOTE 💟 & LIKE 👍 nih.. 😘 ❤️

__ADS_1


__ADS_2