Merebut Suamiku Kembali

Merebut Suamiku Kembali
Bab. 13


__ADS_3

Sudah tiga minggu Ardi bekerja menjadi karyawan di yayasan yang sama dengan Fika sebagai staf keuangan.


Fika tau maksud dan alasan Ardi bekerja di situ tidak lain karena ingin mendekatinya. Karena sepengetahuan Fika, Ardi tidak pernah bekerja dimanapun sejak lulus kuliah. Dia terlalu menikmati fasilitas orang tuanya yang memiliki profesi Pengacara Sukses.


Dari teman teman kuliahnya dulu, Fika mendapati kabar jika kehidupan Ardi tidak jauh dari clubbing dan perempuan yang berbeda tiap harinya.


Itulah alasan yang membuat Fika semakin jengah untuk berdekatan dengan Ardi.


Najis! Setan apa yang ngerasuki gue sampe dulu mau aja pacaran ama tuh bedebah. Entah dah berapa cewek yang di tiduri dia slama pacaran ama gue. Sial banget deh gue.


Fika merutuki dirinya saat akan masuk ke ruangan Kepala Keuangan Yayasan yang seumuran dengan dirinya dan Ardi, seorang cowok yang sopan berperawakan tinggi dengan tubuh atletis. yang sehari hari akan di panggil Pak Zian oleh seluruh karyawan Yayasan.


Fika memiliki perasaan aneh setiap kali melihat Zian sang Kepala Keuangan karena Fika merasa Zian seolah menghindari dirinya bahkan hampir tidak pernah menunjukan wajahnya saat bicara dengan Fika. Masa iya cewek cantik di anggurin sih?


Kayak pernah gue liat muka dia, tapi dimana yah??


Pertanyaan yang selalu bercokol di benak Fika sejak lima bulan lalu saat Fika mengambil pekerjaan tambahan sebagi tenaga admin di Toko Yayasan dan pertama kali melihat Zian sebagai atasan nya.


"Selamat sore Pak Zian, ini laporan penjualan dan stok barang toko untuk bulan ini."


"Ya, letakan saja di situ."

__ADS_1


Seperti biasa, Fika tidak dapat melihat wajah Zian yang selalu di sembunyikan dan kali ini karena tertutup monitor komputer. Fika meletakan laporannya di atas meja lalu keluar ruangan.


Saat menutup pintu kantor Zian, sudah ada Ardi berdiri dihadapan nya.


"Nanti aku antar pulang yah."


"thanks. tapi gak usah."


"Fi, mo sampe kapan sih kamu bersikap begini?"


"Minggir, gue mau lewat."


"Fika, apakah kamu masih memiliki rasa pada suami mu yang sudah selingkuh itu?"


Brengsek Ardi.


Fika menghujat Ardi dan semakin membencinya. dengan memasang wajah datar dan sikap yang tenang Fika menatap lurus ke arah Ardi


"Iya, Perasaan Menjijikan. Perasaan yang sama setiap kali gue melihat orang yang sudah kedapatan Sedang bermesraan dengan pelayan Bar dan yang lebih parah kedapatan sedang tidur dengan pembantu rumah tangganya."


Fika sudah tidak perduli dengan tatapan terkejut orang orang seisi kantor yayasan itu. Dengan langkah anggun nya Fika berjalan keluar ruangan. menuju Toko Yayasan. meninggalkan Ardi yang berdiri kaku dan malu karena aibnya di buka oleh Fika.

__ADS_1


---


Sepulang kerja, Fika memutuskan mampir ke sebuah cafe yang tidak jauh dari kontrakan nya. Cafe yang cukup ramai di sore hari dipenuhi mahasiswa dan pelajar.


Fika memilih sebuah meja kecil dekat jendela lalu memesan makan sebagai dan minum.


skalian makan malam kali yah gue, supaya gak masak lagi.


"Kamu gak apa apa Nak? Anaknya pak Sahlendra kerja disitu?"


Entah bagaimana telinga Fika menangkap pembicaraan orang yang duduk di belakangnya menyebutkan nama ayah Ardi.


Mau gak mau, bukan karena kepo.. tapi emang karena suara orang yang dibelakangnya berada dalam jangkauan pendengaran Fika.


"Gak apa apa Bu, toh emang saya sudah tau kalo Ardi kerja di situ karena mau mendekati Fika."


"ketakutan Ibu soal Fika belum hilang, sekarang sudah nambah lagi. Apa tidak lebih baik kamu berhenti dan cari pekerjaan di tempat lain saja? Lebih baik kita menghindar dari orang orang kaya seperti mereka Nak."


"Bu, Ibu kan sudah tau saya sudah memasukan lamaran di beberapa perusahaan, tapi belum ada respon. Sabar lah Bu.. di kantor pun saya berusaha menghindar dari Fika kok. Ibu jangan terlalu khawatir yah."


Tubuh Fika menegang tatkala namanya disebut oleh kedua orang yang duduk persis di meja belakangnya.

__ADS_1


mereka kenapa? mereka siapa?


__ADS_2