MIMPI SANG BAYANGAN

MIMPI SANG BAYANGAN
BAB 9


__ADS_3

"Becca?" Yuna sebenarnya ingin meneriakkan nama itu, namun yang terdengar hanyalah sebuah bisikan parau. Sementara kedua orang yang tidak tahu malu itu semakin mendekat ke arahnya.


"Adit? Kenapa Becca? Kenapa Becca??" teriak Yuna. Yuna berharap Adit mengatakan bahwa ia tidak sengaja bertemu Becca di depan atau Becca hanya menemani Adit menemuinya atau.....Tapi Adit hanya terdiam tanpa jawaban.


"Plaakkk!!" Yuna menampar Adit.


"Hentikan Yuna! Ini salahku." Becca berdiri di depan Adit seolah melindunginya.


"Tentu saja ini salahmu! Kamu kira aku akan menerimamu begitu saja walau kamu sahabatku? Sahabat apaan hah?" Yuna menangis dan mendorong Becca. Adit menarik tangan Yuna dan mencoba menenangkannya.


"Yuna, tolong. Kita bicarain baik-baik. Aku ajak Becca ke sini karena ingin jalan terbaik untuk kita bertiga." kata Adit yang mencoba bersikap tenang. Yuna marah melihatnya. Tapi Yuna wanita dewasa dan berpendidikan. Ia tahu bagaimana harusnya bersikap. Percuma jika ia emosi dalam menghadapi ini semua.


"Baiklah. Aku ingin mendengar apa yang menjadi jalan terbaik menurut kalian." Yuna duduk dan sudah lebih tenang sekarang. Ia menatap tajam ke mereka. Becca, sahabat baiknya. Bagaimana mereka bisa memulai semuanya? Hubungan yang menjijikkan. Adit dan Becca duduk di kursi depan Yuna. Untung saja ada meja besar yang memisahkan mereka. Jika tidak, Becca akan terus was-was jikalau Yuna akan menjambak rambutnya.


"Sebelumnya kami minta maaf Yuna. Tapi kami saling mencintai. Aku juga mencintaimu. Aku tidak ingin kita bercerai." kata Adit.


"Kamu dengar Becca? Adit tidak mau bercerai." tegas Yuna sambil menatap Becca.


"Yuna, aku tahu kalian tidak akan bercerai. Aku tidak akan mempermasalahkan itu dan juga tidak keberatan dengan status kami." ucap Becca.

__ADS_1


"Kamu tidak mempermasalahkan ini? Itu karena kamu tidak tahu malu. Dan juga harusnya aku yang merasa keberatan dengan status hina kalian." Perkataan Yuna membuat Becca emosi. Ia ingin membantah namun ditahan Adit.


"Yuna, tidak akan ada yang berubah dengan rumah tangga kita. Hanya saja, terkadang aku akan tinggal di rumah kami, rumah aku dan Becca." Yuna mendengarnya dan ia tertawa sinis. Mereka bahkan sudah memiliki rumah sendiri. Betapa bodoh dan naif dirinya. 'Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?' tanyanya.


"Kita bisa rahasiakan semua ini demi keluarga besar kita." lanjut Adit sambil melihat Yuna, ingin tahu reaksinya. Yuna membalas tatapan Adit. Ia tidak tampak terkejut karena sudah memprediksinya. Itulah sebabnya Adit tidak ingin bercerai.


"Apa kamu masih mencintaiku?" tanya Yuna. Adit mendekatinya.


"Tentu saja sayang. Aku masih mencintaimu. Maafkan aku, tapi aku akan berusaha adil dengan kalian berdua. Aku janji." kata Adit sambil menggenggam tangan Yuna. Yuna berusaha berpikir dengan tenang dan jernih.


"Baik. Aku akan berusaha menerima kalian. Tapi aku tidak bisa berjanji sampai kapan. Jika aku tidak tahan dengan ulah kalian, aku mungkin akan mengambil langkah terakhir walau aku mencintaimu. Tapi aku ada satu syarat." kata Yuna.


"Aku, tidak akan mengurus bimbel bersama Becca lagi. Aku rasa aku tidak akan tahan sekarang jika dekat dengannya. Aku minta kembalikan uang investasiku di sana. Dan sebagai gantinya, aku mau mengurus perusahaan Radian Group. Berikan aku posisi di sana." Yuna berkata dengan mantap. Adit terdiam dan berpikir sejenak. Tapi mau tidak mau ia harus menuruti kemauan Yuna.


"Baiklah. Aku akan memberimu posisi di perusahaan. Becca kamu tidak keberatan kan?" tanya Adit. Becca hanya mengangguk sambil tersenyum. Tentu saja ia tidak mempermasalahkannya. Sebenarnya ia ingin tetap bersahabat dengan Yuna, tapi melihat kondisi yang seperti ini sepertinya itu tidak mungkin terjadi. Keputusan Yuna untuk tidak mengurus bimbel lagi sangat tepat. Becca pasti merasa canggung jika Yuna ada di sana.


Adit merasa tenang sekarang. Sebenarnya ia cukup terkejut dengan sikap tenang Yuna. Ia mengira Yuna akan lebih histeris dari yang terjadi tadi. Itu salah satu yang membuatnya mengagumi Yuna, sikapnya yang elegan. Adit melihat penampilan baru Yuna yang sangat berbeda, lebih cantik dan menarik. Tapi ia belum sempat memujinya karena situasi yang tidak tepat. Akhirnya Adit meminta izin dengan Yuna untuk mengantar Becca pulang.


Yuna merasa tubuhnya bergetar hebat di bawah pancuran air panas. Ia menangis menyadari kenyataan bahwa suaminya berselingkuh dengan sahabatnya. Selama ini ia selalu bercerita dengan Becca tanpa mengetahui bahwa musuhnya adalah seseorang yang memegang kartu as nya. Brengsek kamu, Becca! Mulai sekarang tidak ada kata sahabat lagi di antara kita. Yuna keluar dari kamar mandi dengan hanya lilitan handuk di tubuhnya. Ternyata Adit sudah pulang dan sepertinya ia sedang menunggu Yuna selesai. Adit menelan salivanya saat melihat Yuna yang terlihat seksi sekarang.

__ADS_1


"Sayang, maafkan aku ya." Ia memeluk Yuna erat. Yuna mengangguk dan membalas pelukannya, ia masih mencintai Adit walau suaminya itu sudah berlaku kejam padanya. Adit menciumnya pelan.


"Kamu hari ini terlihat sangat cantik sayang." Yuna tersenyum di dalam hatinya. Ia merasa sedikit senang dengan pujian Adit. 'Pelan-pelan aku akan merebutmu kembali.' ucap Yuna. Ia membiarkan Adit melepas handuk dari tubuhnya dan menikmati setiap sentuhannya. Sudah lama sekali Adit tidak memperlakukannya begini. Posisi yang berbeda dan Adit yang memanggil namanya saat mereka bercinta.


*****


Yuna memulai harinya yang baru dengan pergi ke kantor bersama suaminya. Ia berjalan dengan anggun masuk ke gedung berlantai 10 itu. Yuna merasakan beberapa karyawan sana yang memperhatikannya saat masuk sambil menggandeng lengan Aditya Radiansyah, pimpinan di sana. Memang pimpinan tertinggi masih dipegang oleh Harris, ayah Adit. Namun posisi Adit sebagai Direktur Utama di sana membuatnya berkuasa untuk mengambil keputusan apapun. Seperti yang dilakukannya sekarang, memberi Yuna Sakura sebuah posisi sebagai Direktur Keuangan dalam waktu satu minggu setelah kejadian di rumahnya.  Harris pun sangat senang mendengar menantu kesayangannya akhirnya mau bergabung untuk mengurus perusahaan keluarga mereka.


"Itu istri Pak Adit?" Yuna mendengar seseorang berkata.


"Iya, berubah ya. Jadi beda. Cantik banget sekarang." Yuna bahagia mendengarnya. Sejak dulu jarang sekali ia merasakan seseorang yang dengan tulus memujinya. Walaupun ia cantik, namun tubuhnya yang gempal itu menutup semua pujian yang seharusnya datang kepadanya. Adit mengenalkan Yuna kepada beberapa karyawan yang bekerja di divisi keuangan. Cathy, seorang perempuan cantik yang masih cukup muda ditunjuk sebagai sekretaris Yuna.


"Saya Cathy, Bu. Saya sudah bekerja di sini sejak dua tahun lalu sebagai sekretaris Pak Juna." Ia tersenyum manis. Yuna menyukainya, sepertinya ia cukup rajin dan cekatan. Pak Juna adalah Direktur Keuangan sebelumnya. Sekarang ia dipindahkan ke Divisi Kepatuhan.


"Salam kenal. Saya butuh banyak bantuan kamu Cathy karena belum ada pengalaman sama sekali bekerja di perusahaan. Namun saya bersekolah di jurusan bisnis internasional dan menguasai ilmu keuangan bisnis. Mungkin sekarang saya butuh kamu untuk memberikan saya beberapa job description dan standar operasi perusahaan ini untuk saya baca. Jadi setidaknya saya ada gambaran dengan apa yang harus saya kerjakan nantinya." jelas Yuna setelah ia duduk di dalam ruangannya.


"Siap Bu Yuna." Cathy keluar dari sana.


Ruang kerjanya cukup nyaman. Namun ia harus menahan rindunya untuk mengajar anak-anak. Impian Yuna yang sebenarnya adalah membangun sekolah dan memiliki perpustakaan umum. Ia menyukai saat melihat anak-anak yang memiliki passion yang sama dengan dirinya. Suka membaca dan mencari tahu tentang apa saja yang terjadi di alam semesta ini. Ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah ada habisnya. Sekarang cita-citanya pupus sudah. Ia cukup merasa bersalah meninggalkan bimbel Friendly di tangan seseorang seperti Becca. Tapi apa boleh buat, jika Yuna menendangnya keluar dari sana, Yuna yakin Becca akan semakin menempel dengan Adit. Lebih baik Yuna membiarkannya di sana. Dengan Yuna bekerja di sini, ia merasa lebih bebas untuk mengawasi gerak gerik suaminya.

__ADS_1


*****


__ADS_2