
Hujan rintik-rintik saat itu dan Alisa tengah menunggu Reyhan menjemputnya di depan pintu rumah. Namun hingga saat hujan reda, Reyhan tidak kunjung muncul. Alisa mulai merasa kesal setengah mati. Padahal malam ini, mereka sudah sepakat akan menghadiri acara perpisahan sekolah di salah satu hotel berbintang lima. Tak lama ponsel yang digenggam oleh Alisa berdering. Dengan cepat Alisa mengangkat panggilan tersebut.
" Halo "
" Kenapa kau belum tiba di hotel ? Sebentar lagi acara akan di mulai "
" Aku masih menunggu Reyhan menjemputku "
" Ckck, mana bisa dia menjemputmu malam ini "
" Apa maksudmu Aldi ? " Alisa mulai merasa jengah mendengar ucapan pria itu.
" Dia kan sedang mengantar Vina berganti pakaian ke rumah wanita itu "
" Gadis IPS 5 yang suka tebar pesona itu "
" Yah, siapa lagi memangnya. Tunanganmu itu sedang mengantarnya untuk pulang ke rumah dan berganti pakaian. Karena Vina tadi salah dresscode "
" Salah Dress code katamu ! " Ulang Alisa dengan hati yang terbakar. Nafasnya bergemuruh hebat. Jadi, Reyhan sudah sampai di hotel. Dan pria itu tidak menelponnya sama sekali. Malah dengan santainya, pria itu mengantar Vina mengganti pakaiannya. Lalu, ia dibiarkan menunggu selama berjam-jam persis seperti orang bodoh.
" Kau, Jemput aku sekarang ! " Teriak Alisa pada Aldi di seberang telepon. Terdengar kekehan geli dari teman sekelasnya itu.
" Baiklah tuan putri Alisa "
Alisa langsung memutus panggilan Aldi sambil menggeram tertahan. Ia merasa sangat sakit hati dengan perbuatan Reyhan. Pria itu telah merusak hubungan suci mereka. Hubungan pertunangan yang baru saja di resmikan beberapa bulan yang lalu.
" Awas saja kau Reyhan, akan aku balas perbuatanmu ini. Kau telah salah memilih lawan. Aku tidak peduli meski kau tunanganku. Dasar tukang selingkuh ! "
Tak berapa lama mobil Aldi datang dan pria itu hendak turun untuk membukakan pintu untuk gadis itu. Namun Alisa sudah lebih dulu berlari cepat lalu dengan kasar membuka pintu mobil Aldi.
" Bawa aku kesana, sekarang juga ! " Ujar Alisa dengan wajah penuh emosi. Aldi tersenyum kecil lalu kembali menutup pintu mobilnya.
" Baiklah, kita pergi sekarang " Aldi dengan cepat menginjak pedal gas hingga mobilnya melesat cepat ke jalanan.
Alisa meremas kedua tangannya dengan kasar, mulutnya bergerak komat-kamit tidak jelas. Ia sedang mengumpati Reyhan dengan segala sumpah serapah yang mengerikan. Sudah dari SD mereka bersama-sama, hingga SMA mereka kemudian di tunangkan. Alisa selalu merasa bahwa Reyhan adalah pangerannya. Pujaan hatinya. Meski setelah masuk SMA wajah Reyhan mulai ditumbuhi jerawat dan bruntusan, namun rasa suka Alisa untuk pria itu tidak pernah berkurang sedikitpun.
__ADS_1
Wajar bila seseorang yang mulai beranjak dewasa mengalami hal seperti itu. Semua itu umumnya karena hormon yang memicunya. Dan Alisa sangat paham akan hal tersebut. Meski banyak teman-temannya yang berkata bahwa ia adalah wanita bodoh yang mau-mau saja dengan pria yang tidak menarik seperti Reyhan. Namun Alisa tetap punya jurus andalan untuk membungkam mulut-mulut julid para gadis teman sekelasnya dengan mengatakan bahwa
Hei ! Yang penting hati Reyhan bersih dan bebas dari jerawat !
Begitulah caranya Alisa membungkam mulut para haters Reyhan.
Tapi, sekarang Reyhan melupakan segala kebaikannya ini. Pria itu malah mengantar wanita lain dibandingkan menjemputnya.
Aku akan buat perhitungan denganmu. Lihat saja nanti !
Gumam Alisa dalam hati. Reyhan benar-benar mengecewakannya malam ini. Dan Alisa tidak tinggal diam. Reyhan layak mendapatkan kemarahannya malam ini.
Begitu mobil Aldi sampai di depan hotel, Alisa buru-buru membuka pintu mobil lalu tanpa mempedulikan Aldi apa pria itu sudah keluar atau belum, Alisa berjalan cepat masuk ke dalam hotel. Saat masuk di ballroom tempat dimana acara kelulusan diadakan, kedua mata Alisa bergerak mencari sosok yang akan ia beri pelajaran. Tunangannya yang berani selingkuh dengan wanita tebar pesona itu.
Aku mendapatkanmu
Begitu kedua bola matanya menangkap keberadaan Reyhan. Alisa langsung melangkah kesana dengan rasa marah yang membumbung tinggi.
Reyhan beberapa kali melirik ponselnya yang berada di atas kursi paling pojok. Ia harus mengisi daya sebentar agar bisa menghubungi ponsel Alisa. Wanita itu sudah menunggunya. Kalau tadi ia tidak mengangkat panggilan Aldi, teman sekelasnya. Ia mungkin tidak akan terlambat seperti saat ini. Entah apa yang membuat Aldi mengatakan bahwa ia barusan melihat Alisa di dalam ballroom. Saat ia datang, Reyhan sama sekali tidak melihat sosok Alisa sama sekali. Begitu ia akan keluar dari ruangan itu, tiba-tiba seseorang menahan tangannya dan itu adalah Vina. Gadis itu meminta tolong padanya untuk mengantar kembali ke rumah. Vina mengatakan bahwa dirinya salah kostum. Karena itulah Reyhan bersedia menolong Vina, mengantarkan wanita itu ke rumah wanita itu untuk mengganti pakaian.
" Aku harus segera menjemput Alisa. Dia pasti sedang menungguku "
" Bukannya itu Alisa " Tunjuk Vina ke arah belakang. Reyhan langsung berbalik dan benar saja, wanita itu sudah berdiri disana dengan wajah yang tampak sedang menahan sesuatu.
" Alisa " Gumam Reyhan. Ia hendak melangkah ke arah wanita itu, namun suara Alisa berhasil membuat langkahnya terhenti begitu saja.
" Aku menyesal telah memilih pria sepertimu ! " Teriak Alisa dengan amarah yang menggebu-gebu. Semua pasang mata langsung memandangi mereka. Reyhan tampak begitu terkejut, dengan teriakan Alisa.
" Alisa aku...."
" Tetap disana Reyhan Wijaya ! "
Reyhan menghentikan langkahnya.
" Aku membencimu. Aku membencimu karena wajah berjerawatmu itu !! " Teriak Alisa.
__ADS_1
Semua orang langsung tampak terkejut begitu juga dengan Reyhan yang merasa hatinya seperti ditikam berkali-kali dengan benda tajam. Harga dirinya sebagai seorang pria jatuh begitu saja di hadapan puluhan orang.
" Dan kau Vina....Kau cocok bersama dengan Reyhan. Kalian berdua tampak begitu serasi " Setelah berteriak seperti orang gila, Alisa langsung berbalik dan pergi dari ballroom tempat yang akan digunakan oleh sekolahnya untuk mengadakan perpisahan.
Alisa berlari pergi dari ruangan sambil mengusap wajahnya yang telah di banjiri air mata. Entah untuk apa ia menangis ? Apa karena ucapan yang ia teriakkan pada Reyhan tadi, atau justru karena ia merasa tersakiti. Alisa merasa sulit untuk membedakannya. Aldi yang merasa puas melihat kejadian itu, langsung buru-buru mengejar Alisa.
" Alisa ! Tunggu ! " Teriak Aldi dari belakang. Namun Alisa terus saja berlari dan tak menghiraukan panggilan Aldi.
Saat sudah berada di luar hotel, hujan kembali turun. Sepertinya alam memang sedang mengejeknya. Alisa menerobos hujan tanpa memikirkan apapun. Ia berjalan sambil terisak ditengah hujan yang deras. Dress cantiknya, bahkan sudah basah kuyup dan ia tampak sangat menyedihkan.
" Kenapa kau melakukan ini padaku ? Bukankah sudah lama kita saling mengenal " Gumam Alisa masih terus berjalan di pinggir jalan raya.
" Aku mencintaimu Reyhan tapi kau malah mengkhianati perasaanku. "
" Alisa ! " Teriak Aldi dari dalam mobil. Ternyata pria itu mengikutinya dari samping. Alisa menoleh pada pria itu.
" Masuklah. Aku akan mengantarmu pulang "
" Tidak mau ! " Teriak Alisa. Aldi menggeram tertahan.
" Kau bisa terserang demam ! "
" Biar saja ! "
Aldi mengusap kasar wajahnya.
" Kau ingin berjalan pulang dimalam hari begini hah ?! Kaupikir orang-orang jahat akan mengabaikan wanita secantik dirimu ? Mereka akan menangkapmu jika melihat kau berjalan seorang diri seperti ini ! " Teriak Aldi. Sontak Alisa langsung berhenti melangkah, wajahnya seketika berubah ngeri. Memang benar apa yang di katakan oleh Aldi. Perbuatannya ini bisa mendatangkan bahaya bagi dirinya sendiri.
Tanpa pikir panjang, Alisa langsung berlari ke sisi mobil lalu membuka pintu mobil Aldi dan masuk ke dalam.
" Antarkan aku pulang ke rumah " Ujar Alisa dengan bibir yang bergetar.
To be continued....
Happy reading, love you guys😘
__ADS_1