Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 16


__ADS_3

Jadi dialah tunangan Reyhan, jauh lebih cantik dariku sih. Apa aku harus melakukan operasi plastik dulu agar setara dengannya ? Ah masa bodoh ! Biar saja wajahmu tetap begini Al. Jika Reyhan memang mencintaimu dia tidak akan memandang semua itu !!!


Alisa merutuk dirinya sendiri. Ia sedang berada didalam toilet karyawan. Berdiri di depan kaca besar sambil mengamati wajahnya sendiri yang masih tetap sama seperti hari kemarin. Berjerawat dan kusam.


" Reyhan Wijaya sang pewaris tahta yang tampan lagi memiliki tubuh yang proporsional. Aku jadi merasa tidak yakin akan bisa melupakannya. Sepertinya ini akan sedikit sulit bagiku. Bagaimana ini ? " Alisa bergumam sendirian. Ia sedikit frustasi sekarang.


" Kau sedang apa hm ? lama banget " Mirna masuk ke dalam toilet menjemput Alisa yang sedari tadi ditunggunya.


" Aku sedang berdandan Mir hahaha ! " Alisa berbalik sambil menatap geli Mirna.


" Mana ? Aku tidak melihat foundation apapun diwajahmu. Ini masih kulit aslimu tidak ada tempelan apapun " Mirna memegang wajah Alisa sambil terkekeh geli.


" Ini sudah aku kasih cat air hahaha ! "


" Ngawur ! " Mirna menoyor dagu Alisa sambil tertawa.


" Omong-omong apa kau sudah tahu jika sebentar lagi akan ada acara ulang tahun perusahaan, akan ada banyak lomba yang akan diadakan disini. Kau mau daftar tidak ?


" Lomba apa memangnya ? " Tanya Alisa


" Banyak banget Al. Mulai dari lomba memasak, nyanyi, lari maraton, lari estafet dan masih banyak lagi. Aku sampai lupa "


" Apa hadiahnya besar ? "


" Pastinya besar lah Al. Kan dikasih dari bos perusahaan ini. Gak mungkin lah beliau cuma kasih setrikaan doang kayak acara tujuh belasan di kampung." Ujar Mirna. Kini wanita itu sedang berkaca di sebelahnya. Mirna terlihat sibuk memoleskan bibirnya dengan lipstik berwarna soft pink.


Alisa tampak berpikir sendirian, ia sedang memikirkan lomba apa yang akan ia ikuti. Ya, hitung-hitung buat nambah penghasilan bukan. Rugi kalau dirinya tidak ikut andil dalam perlombaan yang akan diadakan. Setelah beberapa detik hanya diam dan berpikir akhirnya Alisa langsung mengungkapkan keinginannya dengan begitu bersemangat.


" Aku akan mendaftar di semua perlombaan " Seru Alisa dengan sorot mata yang membara. Ia mengangkat sebelah tangannya yang terkepal ke atas. Tersenyum sambil menatap cermin di depannya.


Mirna terkekeh kecil disampingnya. Menatap wajah Alisa dari samping, Mirna tersenyum geli.


" Lawanmu tidak main-main Al. Disini ada seseorang yang selalu menjadi juara tetap. Dia selalu memenangkan semua perlombaan. Apalagi lomba menyanyi, dia tidak terkalahkan. Dia benar-benar memiliki suara emas "


" Aku tidak peduli Mir. Apa kau tidak tahu jika aku memiliki suara perunggu hm ? " Alisa berbalik sembari menatap Mirna dengan tatapan gelinya. Sontak wanita itu langsung tergelak sembari memegangi perutnya.


" Jangan tertawa ! Aku serius Mir " Alisa tersenyum geli.


" Kau tidak pernah serius Al hahaha! "


Setelah menghabiskan hampir lima menit mereka di dalam toilet, Mirna dan Alisa baru berjalan keluar tapi masih terus berbincang seru.


" Alisa Saraswati ! "

__ADS_1


" Uh, i....iya saya ! " Alisa terperanjat kaget lalu menoleh kebelakang.


" Pak Reyhan " Cicit Mirna dan langsung menunduk. Sedangkan Alisa malah sibuk manatap kedua mata pria itu. Wajahnya selalu terlihat seram setiap mereka berhadapan. Alisa sampai harus menahan nafas dan berkeringat dingin jika sudah berhadapan dengan Reyhan.


" Akan ada pertemuan dengan rekan bisnisku di salah satu restoran. Kau harus ikut bersamaku "


Yess ! Kemanapun kau pergi aku akan ikut bee !


Alisa langsung tersenyum kecil. Mirna melirik ke arah Alisa. Ia tidak melihat temannya itu ketakutan apalagi segan dengan bos besar.


Tak lama Alisa terlihat menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Tidak Al ! Kau harus melupakannya !


Alisa kembali membatin. Seketika ia yang tadinya tersenyum merubah garis bibirnya menjadi datar kembali. Sedang mencoba untuk tidak terpengaruh.


" Sekitar lima menit lagi kita akan pergi. Aku tunggu di mobil. Jangan sampai terlambat karena aku tidak suka karyawan yang tidak kompeten " Ungkap Reyhan. Setelah itu dengan cepat, ia langsung berbalik pergi meninggalkan aroma parfum citrusnya.


" Aku tidak suka karyawan yang tidak kompeten " Alisa mengulangi ucapan Reyhan dengan kesal.


" Sok seram " Gerutu Alisa lagi. Mirna buru-buru mengangkat wajahnya hingga sambil menatap Alisa penuh takjub.


" Kau tidak takut sama sekali dengannya Al " Ujar Mirna.


" Apa? Kau bilang apa barusan ? " Alisa menoleh pada Mirna.


" Oh itu, kan dia juga manusia biasa Mir. Sama seperti kita. Derajatnya dan kita dihadapan Tuhan itu sama, Mir " Alisa terkekeh pelan. Ia sudah lebih dulu melangkah dengan santai. Mirna buru-buru mengikuti dari belakang. Wanita itu masih merasa takjub dengan sifat Alisa yang perlahan-lahan baru dikenalinya.


" Baru kali ini aku melihat seseorang yang berani menatap langsung kedua mata bos besar, Al " Gumam Mirna dari belakang. Alisa tersenyum kecil.


Aku bahkan sudah pernah bertunangan dengannya Mir


Gumam Alisa di dalam hati.


Lima menit sudah dan Alisa sudah tiba di parkiran mobil. Ia baru saja bertanya pada salah satu satpam yang berjaga di pos depan letak mobil Reyhan. Begitu ia sampai di depan mobil pria itu, Alisa bergerak celingukan. Ia tidak melihat pria itu sudah berada di dalam mobil.


" Katanya lima menit dan jangan terlambat. Ini sudah lima menit dan dia belum datang. Dasar bos yang tidak sesuai janji. " Gerutu Alisa. Ia sedang berdiri disamping mobil pria itu.


Sekitar tujuh menit sudah ia menunggu di samping mobil Reyhan, namun batang hidung pria itu belum juga terlihat. Alisa mulai gerah, ia berjalan-jalan kesekitar parkiran. Menendang udara dengan kesal. Tak lama dari jauh dua orang yang sedang melangkah sambil berpegangan tangan terlihat. Alisa buru-buru berbalik lalu melangkah dengan cepat, kembali ke sisi mobil Reyhan. Mengambil ponsel dari dalam tasnya lalu berpura-pura sedang sibuk memainkannya.


Jadi dia juga membawa tunangannya ikut serta. Ah, aku akan jadi obat nyamuk kalau begini !


" Siapa dia sayang ? " Suara lemah lembut Juliet yang bertanya langsung terdengar. Alisa sudah tidak bisa berpura-pura memainkan ponsel. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Juliet yang jauh lebih tinggi darinya. Wanita itu sama tingginya dengan Reyhan.

__ADS_1


" Asisten baruku " Ujar Reyhan sambil melirik sekilas pada Alisa.


" Hai ! Salam kenal, saya asisten pribadinya Pak Reyhan. Nama saya Alisa Saraswati. Anda bisa memanggil saya Alisa atau Saras. " Ujar Alisa yang langsung sigap memperkenalkan dirinya sendiri. Ia memasang senyum ramah yang berseri-seri.


" Namaku Juliet. Kau bisa memanggilku nona Juliet " Beritahu Juliet dengan ketus.


Sombong sekali ya. Apa dia merasa hebat karena dirinya adalah model terkenal. Heh , Presiden Obama saja tidak sombong begini .


" Baiklah nona Juliet " Alisa tersenyum lebar. Reyhan sudah lebih dulu masuk baru setelah itu Juliet menyusul.


Alisa pada akhirnya terpaksa ikut menyusul masuk ke dalam mobil. Suasana didalam mobil terasa menjengkelkan untuk Alisa. Ia yang duduk di kursi belakang hanya bisa menatap kesal dua orang yang sedang berbincang romantis di depannya. Terkadang Juliet akan menyandarkan kepalanya di bahu Reyhan. Lalu wanita itu akan berbicara dengan manja.


" Sayang, siapa sih yang akan kita temui di restoran? " Tanya Juliet dengan manja.


" Rekan bisnisku sayang " Jawab Reyhan. Tak lama ia melirik dari spion tengah mobil. Memandangi Alisa yang duduk di kursi belakang. Wanita itu tampak bersidekap sembari memejamkan kedua matanya.


Apa dia sedang tertidur ? Apa mungkin dia kelelahan karena telah membersihkan ruangan rapat yang sengaja aku buat berantakan.


Gumam Reyhan. Ia merasa sedikit bersalah.


" Sayang, nanti kita singgah di pusat perbelanjaan ya. Aku ingin membeli parfum, punyaku baru saja habis " Ujar Juliet lagi. Reyhan buru-buru menatap tunangannya. Ia lalu tersenyum.


" Baiklah sayang "


Alisa menggeram sendiri. Ia beberapa kali menggumam kalimat' Buat aku tuli untuk saat ini saja, Tuhan '


Alisa masih memejamkan matanya, ia tidak mau peduli dengan interaksi pasangan yang sedang di mabuk cinta di depannya.


Begitu mobil Reyhan berhenti, Alisa buru-buru melepaskan sabuk pengaman lalu membuka pintu mobil dengan cepat. Ia bahkan melangkah keluar dari dalam mobil lebih cepat daripada Reyhan dan Juliet.


" Ah, rasanya segar sekali " Ujar Alisa sambil menarik nafas panjang. Ia menoleh ke arah mobil pria itu. Tampak Juliet dan Reyhan baru saja keluar dari dalam mobil. Alisa melirik ke arah lengan Reyhan. Wanita bernama Juliet itu sudah dengan cepat menggandeng lengan kokoh itu.


" Pak, nomor berapa meja rekan bisnis anda ? " Tanya Alisa dengan tersenyum tenang. Reyhan tampak sedikit terkejut, namun pria itu tetap menjawab pertanyaannya.


" Meja nomor dua " Jawab Reyhan. Alisa langsung tersenyum dan mengangguk.


" Kalau begitu, saya jalan lebih dulu Pak Reyhan "


Setelah mengatakannya, Alisa buru-buru membalikkan tubuhnya lalu kemudian melangkah cepat meninggalkan Reyhan dan Juliet.


Kenapa dia bersemangat sekali ?


Gumam Reyhan sambil menatap kepergian Alisa.

__ADS_1


To be continued....


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2