Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 31


__ADS_3

Alisa menunggu dengan nafas yang berat, jantungnya bahkan berdetak dengan sangat keras. Ia takut bila Reyhan akan bisa mendengar detakannya. Alisa ingin menjauh namun tenaganya tidak seberapa dibandingkan Reyhan. Pria itu masih menatapnya dengan tajam. Mata hitamnya bahkan menghunus hingga bagian hatinya yang paling dalam. Reyhan terlalu berbahaya jika berada lama di dekatnya seperti sekarang ini.


" Tolong lepaskan aku " Alisa berusaha mendorong dada pria itu. Namun Reyhan bergeming, pria itu benar-benar menahan kuat kedua bahunya. Alisa melirik sekilas ke bawah. Dan bahkan kedua kaki pria itu tidak berpindah sama sekali. Artinya dorongan yang ia berikan tadi tidak mampu menggeser tubuh tinggi Reyhan walau seinci.


" Aku sudah membersihkan ruanganmu dengan benar. Aku tidak tahu darimana datangnya kecoa itu " Ujar Alisa dengan nafas yang berat. Ia berusaha berbicara dengan normal, meski jantungnya sudah berdetak menggila.


" Kau sama sekali tidak membersihkan ruanganku,Al " Desis Reyhan. Aroma nafas pria itu langsung membuat Alisa merinding. Mereka tidak pernah sedekat ini sebelumnya. Dan Reyhan tidak pernah mencengkram kedua bahunya dengan kuat seperti yang terjadi padanya saat ini.


" Aku yakin sudah membersihkan ruanganmu ini dengan baik. Kalau pun ada kecoa yang masuk itu diluar kendaliku "


" Apa kau sibuk memikirkan Nathan ? "


Sontak Alisa langsung mengangkat wajahnya. Memandangi kedua mata hitam Reyhan yang berkilat marah.


" Itu urusanku "


Reyhan mendengus sinis.


" Dasar murahan ! " Umpat Reyhan. Seketika darahnya yang mulai memanas naik cepat ke ubun-ubun. Alisa terbakar oleh amarah karena ucapan kasar Reyhan.


" Aku memikirkan Nathan ataupun tidak itu bukan urusanmu. Kau bukan siapa-siapaku lagi ? " Desis Alisa. Kedua tangannya bergerak kasar mendorong Reyhan. Namun Reyhan berusaha keras menahan tubuhnya. Alisa kembali dibenturkan ke pintu tersebut. Reyhan menahan kuat kedua bahunya. Sampai Alisa pikir kedua bahunya mungkin akan membiru setelah ini.


" Kau memang pria sialan ! " Umpat Alisa dengan marah ketika merasakan punggungnya kembali terbentur ke pintu kayu.


" Jangan berani berkata kasar padaku " Desis Reyhan. Rahang-rahang pria itu tampak mengeras, kedua matanya pun melotot marah seperti siap mencabik-cabik tubuh Alisa.


Tidak mau di intimidasi oleh Reyhan, Alisa balas melototkan kedua matanya pada pria itu. Mengangkat dagunya dengan tinggi.


" Kau lupa bahwa kau yang mengajariku. Barusan kau menyebutku sebagai wanita murahan " Sindir Alisa. Itu semua ia lakukan agar Reyhan tahu bahwa ia marah karena ucapan pria itu.

__ADS_1


" Alisa ! " Bentak Reyhan. Ia tidak pernah menyangka dirinya bisa mengatai Alisa dengan kata-kata yang kasar. Ia merasa lepas kendali saat tadi ia melihat Alisa dan Nathan yang sedang berbicara di depan halaman kantornya. Saat ia masuk bersama dengan Juliet ke dalam ruangannya. Ia bermaksud untuk membuka jendela agar udara segar bisa masuk ke dalam ruang kerjanya. Tapi ternyata yang ia dapatkan malah pemandangan dua orang yang sedang bermesraan di depan halaman kantor. Benar-benar sangat mengganggunya !


Alisa sedang berbicara sambil tertawa pada Nathan. Wanita itu bersandar di dekat jendela mobil Nathan. Mereka memang tidak menyadari tatapannya saat itu. Tapi Reyhan berani bersumpah ia hampir saja pergi saat itu juga dan menarik tangan Alisa agar menjauh. Tapi, lagi-lagi ia kalah oleh keadaannya sendiri. Ia tidak bisa pergi kesana karena dirinya sedang bersama dengan Juliet.


" Aku memang harus menghukummu agar kau tidak berani melawanku. Aku ini adalah atasanmu. Kau lupa ? "


" Aku tidak pernah lupa dengan hal itu ! Aku sadar kau atasanku. Tapi, tidakkah kau pikir ini berlebihan hm? "


" Kau marah besar padaku hanya karena tunanganmu menangis histeris oleh seekor kecoa kecil "


" Karena dia wanita yang kucintai. Aku tidak ingin membuatnya menangis. Apa kau paham Al ? "


Alisa merasakan dadanya semakin sempit dan ia susah sekali untuk hanya sekedar menarik nafas. Kata-kata pria itu memperburuk keadaannya saat ini. Ia menggeram dalam hati, mengutuk Reyhan atas semua yang pria itu katakan saat ini. Entah mendapat kekuatan darimana, ia berhasil mendorong tubuh itu hingga Reyhan terdorong menjauh darinya dan kedua tangan keras pria itu yang mencengkram kedua pundaknya terlepas. Alisa menarik nafas dengan buru-buru. Wajahnya memerah kuat.


" Berikan hukuman itu padaku. Aku siapa menerimanya. Maafkan aku karena telah membuat orang yang kau cintai menangis " Ujar Alisa dengan nafas yang memburu hebat. Kedua tangannya ia kepalkan erat di kedua sisi tubuhnya. Menahan perasaan seperti ini tidaklah mudah, tapi betapa bahagianya ia karena berhasil melakukannya di hadapan pria masa lalunya.


" Kau harus pergi bersamaku ke Brazil minggu depan untuk membantuku menyiapkan semua hal yang ku butuhkan saat disana. " Tegas Reyhan. Alisa langsung melebarkan kedua matanya.


" Karena kau bawahanku. Kau orang yang kupekerjakan disini karena aku merasa kasihan dengan kehidupanmu "


Sialan pria itu !


Alisa menggeram tertahan. Kedua tangannya sampai bergetar karena menahan amarah.


" Kau kasihan padaku? " Dengus Alisa.


" Ya, karena kau memang layak dikasihani "


" Kau..." Geram Alisa. Reyhan tersenyum miring. Pria itu berbalik membelakangi Alisa lalu kemudian berjalan cepat ke kursinya. Alisa masih berdiri mematung di depan pintu sambil memandangi Reyhan.

__ADS_1


" Aku merasa puas bisa melihatmu hidup sengsara dengan wajah yang berjerawat. Aku merasa senang karena kau merasakan apa yang kurasa saat itu. Bedanya, saat dulu aku adalah pria berjerawat yang kaya raya. Sedangkan sekarang, keadaan malah berbalik padamu. Kau....berjerawat dan miskin "


Demi Tuhan ! Alisa hampir melompat ke arah pria itu lalu mencakar wajah sombong Reyhan yang sedang menatap sinis dirinya. Hanya semesta yang tahu bagaimana marahnya ia saat ini.


" Jangan mengujiku Reyhan, aku tidak pernah suka dihina seperti ini. Kau juga tidak perlu mengasihaniku hingga seperti ini " Desis Alisa. Ia melangkah maju dengan kedua tangannya yang terkepal erat.


Reyhan berdecak pelan. Pria itu menyipitkan kedua matanya.


" Kau merasa marah Al ? Itulah yang kurasakan dulu. Aku bahkan merasa terhina karena kau mengatakannya di depan orang ramai "


Sebenarnya Reyhan tidak marah karena Alisa mengatainya berjerawat di depan teman-temannya. Ia hanya marah karena wanita itu lebih mempercayai ucapan orang lain dibandingkan dirinya. Alisa bahkan tidak memberikannya kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Alisa adalah wanita paling keras kepala yang pernah ia temui. Dan ia memang harus menghukum wanita ini.


" Aku sudah meminta maaf padamu tapi kau masih menyimpan dendam padaku. Sungguh diluar dugaanku bahwa kesalahan yang kulakukan saat itu justru merubahmu menjadi pria yang pendendam"


" Aku berubah itu bukan urusanmu. Yang terpenting sekarang adalah aku ingin kau ikut denganku terbang ke Brazil minggu depan "


" Aku....." Kata-kata Alisa tertahan di tenggorokan. Alisa ingat bahwa minggu depan adalah janjinya bersama Nathan. Mereka akan pergi bersama ke sekolahnya dulu.


" Sekarang kau boleh keluar ! " Perintah Reyhan dengan tegas. Alisa bergeming.


Reyhan memandangi Alisa sembari memiringkan sedikit kepalanya.


" Kau merasa keberatan ? "


" Maaf, aku telah berjanji pada seseorang untuk pergi ke suatu tempat minggu depan. Bi....." Alisa mencoba berbicara dengan baik namun sayangnya ia tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena Reyhan sudah lebih dulu menyela.


" Batalkan !! "


To be continued...

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2