Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 41


__ADS_3

Nathan yang baru saja selesai memimpin rapat di perusahaannya langsung mendapatkan panggilan dari Alisa yang selama beberapa hari ini tidak pernah menghubunginya. Sejak pergi ke Brazil, wanita itu jadi sombong dengannya. Tidak pernah update foto di instagram padahal ia sedang pergi ke Brazil, tidak pernah menelponnya padahal ia sudah rindu dengan wanita itu. Tapi kali ini, sungguh diluar dugaannya. Wanita yang setiap hari selalu mengisi pikirannya, akhirnya menelponnya lebih dulu.


" Halo manis, kau merindukanku ? " Ujar Nathan begitu ia menjawab panggilan dari Alisa. Terdengar pekikan halus dari seberang telepon, Nathan terkekeh geli. Ia berjalan keluar dari ruangan rapat menuju ruang kerjanya. Beberapa pegawai sibuk memberi hormat padanya namun Nathan tidak menyadari hal tersebut. Ia tetap berjalan sambil tersenyum lebar dengan ponsel di tangan kirinya.


" Kau sudah kembali ? Kenapa kau baru mengabariku sekarang hm ? Kau sombong sekali"


" Maafkan aku Nat. Aku lupa "


" Bisa-bisanya kau melupakanku manis padahal aku selalu mengingatmu " Nathan duduk di kursi kebesarannya. Lalu pria itu memutar-mutar kursi yang ia duduki layaknya seorang remaja yang sedang kasmaran. Tersenyum lebar dengan kedua kakinya yang ia naikkan ke atas meja kerjanya.


" Berhenti memanggilku manis. Kau bisa membuatku malu. Aku tidak manis sama sekali Nat ! " Raung Alisa dari seberang ponsel.


Nathan tertawa pelan, ia mengusap-ngusap dahinya dengan wajah yang begitu bahagia. Akhirnya gadis yang selalu membuat pikirannya terbagi telah kembali pulang. Awalnya ia merasa cemburu karena Alisa pergi bersama pria masa lalunya. Tapi saat mengetahui wanita itu menelponnya begitu kembali ke Indonesia, ia merasa begitu bahagia. Artinya Alisa jelas-jelas sudah bisa menerima keberadaannya.


" Baiklah, jangan marah Al. Aku akan menjemputmu sekarang juga. Kirimkan alamatmu sekarang padaku"


Begitu Alisa mengirimkan alamat ke dalam ponselnya, Nathan langsung bergegas mengambil kunci mobilnya lalu meninggalkan ruang kerjanya dengan sedikit berlari. Nathan mengendarai mobilnya dengan pelan ketika dirinya sudah dekat dengan alamat yang Alisa katakan.


" Itu dia, wajahnya bahkan tetap cemberut seperti biasa meski ia baru saja pulang dari Brazil " Gumam Nathan sembari menepikan mobilnya.


" Nat ! Syukurlah kau sudah datang. Disini panas sekali " Alisa buru-buru masuk ke dalam mobil sambil membawa kopernya. Nathan yang sudah lebih dulu membukakan pintu untuk Alisa malah tersenyum lebar.


" Bukankah di Brazil juga sama panasnya? "


" Iya sama. Tapi menurutku lebih panas di Indonesia Nat. "


Apalagi setelah minta turun ke mantan di pinggir jalan. Rasanya luar biasa panas.


Sambung Alisa di dalam hati.


" Kau ingin mendinginkan tenggorakanmu, sebelum aku mengantarmu ke rumah "


Alisa terkekeh geli.


" Tidak perlu Nat, aku sudah rindu dengan kedua orang tuaku. Saking sibuknya pekerjaan di Brazil aku sampai jarang menelpon mereka "


" Kau bahkan tidak pernah menelponku " Gerutu Nathan.


" Jangan merajuk, kau tidak cocok sama sekali " Sela Alisa sambil tersenyum. Nathan melirik sekilas pada Alisa.


" Kau semakin cantik setelah pulang dari Brazil "


Alisa langsung mencebikkan bibirnya. Bersandar dengan santai sambil memejamkan kedua matanya.


" Dasar perayu ulung " Ujar Alisa.

__ADS_1


" Denganmu aku tidak pernah menjadi perayu. Semua yang kukatakan benar adanya Al " Jelas Nathan


Alisa membuka kedua matanya dan melirik pada Nathan dengan lirikan geli.


" Apa ? " Tanya Nathan sambil terkekeh.


" Kau membuatku merasa terbang ke awang-awang, Nat. Hanya kau satu-satunya pria yang bisa mengatakan kebohongan padaku secara terus terang. Bahkan aku merasa jerawatku menjerit histeris karena skil perayumu itu "


" Aku berkata jujur, Al. Kau memang cantik "


" Nat..." Desah Alisa dengan malas.


" Aku tidak berbohong Al. Kau memang cantik. Kau cantik dengan caramu sendiri "


Alisa langsung menoleh dengan kedua matanya yang melebar sempurna.


" Apa ? " Nathan mengangkat dagunya.


" Tumben kau bisa berbicara seperti seorang pria sejati Nat ? Kau sudah makan apa pagi ini ? "


" Al, berhentilah bercanda "


" Kau yang seharusnya berhenti bercanda Nat ! " Balas Alisa. Mereka berdua sama-sama terdiam untuk beberapa detik berlalu. Lalu setelah itu mereka berdua tiba-tiba langsung tergelak bersama. Bagi Alisa, Nathan adalah seorang pria yang sangat nyaman untuk di ajak bicara. Ia yang tadinya hampir menangis malah tertawa bersama dengan Nathan.


" Silahkan tuan putri. Orangtuamu pasti sudah merindukanmu " Ujar Nathan dengan berakting layaknya seorang prajurit


" Terima kasih Nat " Alisa turun dengan cepat membawa kopernya.


" Ibu ! Ayah ! Aku pulang ! " Teriak Alisa dengan begitu gembira. Raut wajahnya langsung berubah ceria persis seperti ketika ia berhasil lulus ujian kelas 3


Ibu dan ayahnya menyambut Alisa dengan begitu antusias. Ayah Alisa sudah lebih dulu membawa koper Alisa masuk ke dalam rumah. Sedangkan Ema sudah langsung memeluk tubuh putrinya dengan begitu erat. Nathan hanya bisa memperhatikan sambil terus tersenyum.


" Syukurlah kau pulang dengan selamat sayang "


" Iya bu. Apa ibu merindukanku ? " Tanya Alisa sambil mencium pipi ibunya.


" Tentu saja ibu merindukanmu. Kau kan putri kecil ibu" Ema kembali memeluk putrinya.


" Bu, Alisa juga membawa seseorang kesini " Beritahu Alisa sambil tersenyum pada ibunya. Ema melirik pada Nathan yang sudah lebih dulu melambaikan sebelah tangannya dan tersenyum ramah.


" Kenalkan bu, namanya Nathan. Dia sopir pribadi Alisa " Ujar Alisa lalu tergelak.


" Huss ! Kau ini ! " Ema menepuk pelan bahu Alisa. Nathan melangkah maju lalu mengulurkan tangannya pada ibu Alisa. Ema segera menyambut uluran tangan tersebut.


" Nathan bu " Ujar Nathan dengan sangat sopan.

__ADS_1


" Nak Nathan siapanya Alisa ? "


" Sudah aku bilang kan bu, kalau Nathan ini sopir pribadinya aku "


" Jangan bercanda terus Al ! "


Nathan tersenyum lebar.


" Saya gebetan barunya Alisa, bu "


" Nathan ! " Pekik Alisa. Kini gantian, Nathan yang tergelak.


Ema langsung mengerutkan dahinya dalam-dalam. Alisa dan pemuda bernama Nathan sama-sama suka bercanda. Entah darimana Alisa mengenal pemuda bernama Nathan yang memiliki sifat sama seperti putrinya itu.


" Tolong bicara yang serius dengan orang tua " Ungkap Ema sambil melipatkan kedua tangannya di dada.


" Saya temannya Alisa bu " Ujar Nathan.


" Oh temannya. Terima kasih ya sudah berbaik hati mengantarkan Alisa pulang ke rumah " Ucap Ibunya Alisa.


" Siapa dia bu ? " Tanya Gunawan, ayah Alisa begitu ia keluar dari dalam rumah.


" Ayah, Alisa rindu ! " Pekik Alisa lalu memeluk ayahnya.


Ibunya Alisa langsung memperkenalkan Nathan kepada ayahnya Alisa. Gunawan mengamati Nathan naik dan turun. Sedang menyensor penampilan pria muda yang mengantar putrinya pulang ke rumah.


" Ayah, bagaimana menurutmu ? " Tanya Alisa. Gunawan mengangguk pelan.


" Tampaknya priamu ini adalah seseorang yang baik " Bisik Gunawan pada putrinya. Alisa mengangguk sambil berusaha menahan tawa.


" Saya Nathan, Pak " Nathan langsung memperkenalkan diri.


" Gunawan "


" Senang bisa mengenal anda, Pak Gunawan " Ujar Nathan. Gunawan hanya mengangguk pelan.


" Ayo nak Nathan, masuk dulu. Kebetulan ibu baru selesai membuat kudapan manis. Ayo nak ! " Ajak Ema lalu menarik tangan Nathan lebih dulu.


" Bu ! Aku anakmu bukan dia ! " Teriak Alisa lalu berlari mengikuti dari belakang "


" Tidak boleh begini. Alisa tidak boleh sering-sering bersama dengan pria bernama Nathan ini. Aku lebih setuju bila Alisa dekat dengan Reyhan " Gumam Gunawan.


To be continued....


Happy reading, love you guys 😘

__ADS_1


__ADS_2