Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 64


__ADS_3

Seperti pagi yang sebelumnya, pagi kali ini pun sama. Alisa sudah lebih dulu bangun lalu menata meja makan dengan meletakkan piring, semua hasil masakan dari pelayan rumah Reyhan. Mengingat ia tidak pandai memasak sama sekali, jadi yang bisa dilakukannya hanyalah membawa hasil masakan orang lain lalu menatanya di meja makan.


" Sudah siap, aku hanya perlu memanggilnya saja" Gumam Alisa sembari menatap puas hasil kerjanya pagi ini.


Sulit memang ketika kita mencoba memulai profesi baru sebagai seorang istri yang baik. Namun Alisa pikir ia memang harus memulai semuanya dengan cepat. Semakin cepat ia belajar maka akan semakin ahli nantinya.


Alisa buru-buru menaiki tangga saking semangatnya. Ia bahkan lupa mengetuk pintu kamar suaminya. Beruntung pintu kamar itu sudah tidak terkunci, jadi ia bisa masuk tanpa harus mengetuk terlebih dahulu.


" Rey ! " Panggil Alisa. Ia berjalan pelan sambil menengok kesan kemari.


" Aku sedang mandi ! " Jawab Reyhan dari arah pintu sebelah kiri. Alisa baru mengetahui jika itu adalah pintu kamar mandi. Ia pikir tadi itu adalah pintu dari ruangan untuk menyimpan pakaian pria itu. Ya seperti walk ini closet begitu.


" Oh, baiklah. Aku hanya ingin memberitahumu kalau sarapan pagi sudah siap"


" Apa kau yang memasaknya ? " Tanya Reyhan dari dalam kamar mandi. Alisa bisa mendengar keran air


sudah dimatikan, karena suara berisik dari gemericik air sudah tidak terdengar lagi. Dan tampaknya aktivitas mandi pria itu sudah selesai.


" Bukan aku yang memasaknya. Aku hanya bantu menata dimeja saja " Beritahu Alisa.


Terdengar pintu kamar mandi di putar. Tawa geli langsung terdengar begitu Reyhan keluar dari dalam kamar mandi. Alisa langsung tertegun menatap pemandangan indah di depannya.


" Kau hanya bisa menata masakan orang lain saja. Benar-benar pekerjaan yang sangat mudah. Sepertinya kemarin aku mencari istri yang pandai memasak bukan pandai menata masakan orang lain " Ujar Reyhan sembari tertawa pelan. Pria itu berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang ada ditangan kirinya.


" Al " Panggil Reyhan. Namun tidak ada respon dari wanita itu. Ia menatap istrinya dengan bingung. Saat ia menelusuri kemana arah tatapan Alisa, Reyhan langsung tersenyum geli.


" Bagian mana dari tubuhku yang kau sukai Al ? " Bisik Reyhan.


" A....aapa ? " Alisa langsung gelagapan. Mengusap panik mulutnya. Ia mendongakkan wajahnya dan baru menatap Reyhan yang ternyata sudah berdiri sangat dekat dengannya.


Apa aku sampai ileran tadi saat melihat perut kotak-kotaknya? Ya Tuhan ! Memalukan sekali !


Rutuk Alisa dalam hati.


" Aku ulangi pertanyaanku. Tampaknya jiwamu sudah kembali " Ujar Reyhan sambil tersenyum geli. Alisa memejamkan kedua matanya erat-erat, menahan rasa malu yang hampir membuatnya ingin melompat keluar dari dalam kamar pria itu. Tapikan, jika ia melakukan hal konyol itu maka Reyhan akan tertawa puas. Jadi, lebih baik ia bersikap biasa-biasa saja.


" Bagian mana dari tubuhku yang kau sukai ? "


" Apa katamu ? Tidak ada ! " Bantah Alisa. Suaranya terdengar naik dan panik.


Alisa memundurkan langkahnya dengan segera. Malang sekali nasibnya pagi ini karena Reyhan memergokinya sedang mengamati tubuh berotot pria itu. Alisa ingin sekali memukuli matanya sendiri yang tidak punya sopan santun. Terlalu jelalatan dan liar.


" Cepatlah turun, aku menunggumu di bawah "


" Eh, Al aku belum selesai bicara " Protes Reyhan. Alisa tidak memperdulikannya. Ia sudah berbalik, berusaha mengelak sekaligus menyembunyikan wajahnya yang sudah merona karena malu.

__ADS_1


" Aku sudah muak berbicara denganmu Rey ! " Teriak Alisa sambil berlari.


Reyhan hanya menggeleng sembari terkekeh geli. Ia sangat suka menggoda istrinya itu. Apalagi saat wajahnya merona karena malu. Maka tingkahnya pun akan berubah menjadi lebih absurd.


" Kuakui dia sudah tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi tetap saja kelakuannya masih sama seperti Alisa kecil kesayanganku " Gumam Reyhan.


Suara langkah kaki Alisa benar-benar terdengar tidak beraturan sama sekali. Sampai-sampai beberapa pelayan yang lewat sempat berhenti dan melihat ke arahnya.


" Nyonya kenapa? "


" Ah, tidak ada apa-apa" Alisa mengibas-ngibaskan satu tangannya ke udara.


" Nyonya terlihat ketakutan tadi "


" Heheh, tidak kok. Aku hanya ingin berlari saja, biar sekalian berolahraga. "


" Kalau nyonya ingin berolahraga ada ruangan khusus untuk gym dirumah ini. Hampir setiap hari tuan berolahraga nyonya. "


Ah, pantas saja perutnya sixpack begitu.


" Hm...apa tadi pagi dia juga pergi ke ruang gym ? "


" Iya nyonya. Pagi-pagi sekali tuan sudah pergi kesana. Bukannya nyonya tidur bareng tuan, kok tidak tahu kalau tuan selalunya keluar dari kamar saat pukul lima"


Kan aku tidak tidur sekamar dengannnya. Mana aku tahu


" Wah, hati-hati nyonya. Kalau tuan punya selingkuhan, nanti setiap malam nyonya bisa ditinggal pergi dengan mudah. Tuan tidak takut ketahuan "


" Apa dia punya riwayat suka berselingkuh ? "


Pelayan wanita itu tertawa pelan. " Tidak sih nyonya. Tapi, untuk jaga-jaga" Ujar pelayan wanita tersebut. Alisa menyipitkan matanya, memandangi si pelayan dengan tatapan penuh curiga.


Heh, apa dia berniat menjadi pelakor di rumah ini ?


" Kalau sampai dia melakukan hal tersebut, akan aku pastikan dia tidak akan selamat. Selingkuhannya pun sama. Aku sangat membenci perselingkuhan. Para pelakunya harus di beri pelajaran yang berharga seumur hidupnya. "


Pelayan wanita itu berhenti tertawa. Ia bergidik ngeri mendengar perkataan majikannya. Dengan buru-buru ia menunduk dan meminta pamit. Namun, belum terlalu jauh ia melangkah pergi. Suara majikannya kembali membuat bulu kuduknya berdiri.


" Semoga saja kau tidak berniat menjadi pelakor. Karena jika kau berani melakukannya, maka aku tidak akan pernah tinggal diam. Akan ada perlawanan sengit dariku. " Alisa tersenyum lebar.


" Maaf nyonya, aku tidak pernah berpikir sampai sejauh itu "


" Syukurlah. Aku hanya sedang mengingatkanmu saja. Hanya itu saja kok. Silahkan lanjutkan pekerjaanmu "


" Baik nyonya " Pelayan itu buru-buru melangkah pergi meninggalkannya.

__ADS_1


" Dari banyak kasus, ciri-ciri yang seperti ini bisanya tumbuh menjadi seorang pelakor sejati. Aku harus mengawasinya. Kau pikir mudah begitu saat berhadapan denganku " Gumam Alisa sembari menggigit satu buah apel ditangannya.


" Pagi Al "


Sontak wajah Alisa langsung berputar ke arah sumber suara. Tampan, selalu memikat seperti biasa dan pastinya senyuman yang sama di tahun-tahun yang telah berlalu.


" Pagi. Kau ingin makan apa ? " Sambut Alisa dengan cepat. Ia tanpa sadar sudah memamerkan senyumannya.


" Sepertinya pagi ini aku ingin makan nasi goreng. Kelihatannya enak " Reyhan hendak menarik mangkok berisi nasi goreng di depannya namun Alisa sudah lebih dulu menyela.


" Biar aku saja "


Wanita itu dengan cekatan, menyendok nasi goreng itu lalu memasukkanya ke dalam piring suaminya.


" Apa segini cukup ? " Tanya Alisa


" Cukup. Terima kasih sayang "


Alisa yang hendak duduk langsung menghentikan gerakannya dan seketika menoleh.


" Kau bilang apa tadi ? "


" Aku bilang terima kasih "


Alisa menggeleng. " Bukan itu. Kata yang berikutnya "


Reyhan tersenyum geli. " Sayang "


Seperti api yang menyambar bensin, wajah Alisa dengan cepat memerah.


" Kau merona "


" Kenapa kau memanggilku sa..sa..."


" Sayang " Sela Reyhan.


" Iya itu " Alisa menutup setengah wajahnya dengan serbet yang ada di atas meja makan. Mencengkram serbet itu dengan sangat kuat.


" Mulai hari ini kau dilarang memanggil namaku. Dan aku juga tidak akan memanggilmu Al. Aku rasa kata sayang adalah panggilan yang tepat untuk hubungan kita yang sekarang. Apa kau mengerti sayangku ? "


Seketika Alisa seperti kehilangan kemampuannya untuk berbicara. Lidahnya seperti membeku, padahal wajahnya sudah memanas. Kata-kata itu tidak cukup baik untuk kesehatan jantungnya tapi....Alisa sangat menyukainya.


" Aku mengerti sayang "


" Nah, sekarang makan makananmu. Kau bisa sakit mata jika terus-terusan memandangiku dengan tatapan seperti itu " Ujar Reyhan.

__ADS_1


To be Continued.......


Happy Reading, love you guys 😘


__ADS_2