Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 10


__ADS_3

Alisa sudah terbangun pagi ini, ia memberi makan Nemo dan anak-anaknya terlebih dahulu. Baru setelahnya Alisa pergi untuk mandi. Rencananya hari ini ia akan turun ke jalanan lagi untuk mencari kerja. Tadi malam, ayahnya sudah menceramahinya dengan puluhan kalimat yang sampai-sampai tidak bisa ia ingat.


" Kau akan pergi mencari kerja lagi ? " Tanya Gunawan begitu melihat putrinya duduk bergabung di meja makan.


" Iya yah. Hari ini aku harus mencari pekerjaan lagi "


" Tetap semangat sayang " Ema ikut bergabung sambil membawa sepiring telur goreng dan sayur bayam.


" Pasti bu. Alisa selalu semangat siang dan malam meski sudah puluhan kali Alisa ditolak oleh perusahaan. Wah, sepertinya enak ! " Alisa buru-buru mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi yang banyak.


" Kau semangat saja, tapi tidak kunjung mendapatkan pekerjaan " Sindir ayahnya. Alisa melirik sebentar sembari menghela nafas singkat.


" Alisa yakin suatu hari nanti Alisa pasti akan mendapatkan pekerjaan yah "


Alisa tersenyum sambil memandangi ibunya.


" Terima kasih ibuku sayang. Aku senang sekali mendengarnya "


" Sudahlah yah, jangan membuat putri kita hilang semangatnya " Tegur Ema pada Gunawan.


" Makan sayang, biar kuat hari ini. Ibu selalu mendo'akan yang terbaik untukmu "


Alisa kembali menaiki bus, saat didalam bus ia sibuk memegangi surat kabar. Memberi tanda pada kolom-kolom yang berisi lowongan kerja. Tak lama kursi disebelahnya berderit singkat. Alisa langsung menoleh dan mendapati seorang pria muda sedang duduk tepat disampingnya.


" Lagi cari kerja mbak ? "


" Iya " Jawab Alisa lalu memalingkan wajahnya kembali menatap surat kabar yang berada di atas pangkuannya.


" Sudah berapa tahun menganggur ? " Tanya pria itu lagi. Alisa dengan cepat menoleh.


" Kepo deh "


Pria disampingnya terkekeh kecil.


" Kan kepo tidak dilarang mbak "


" Aku sudah menganggur selama setahun ini "


" Baru setahun. Aku sudah tujuh tahun " Seloroh pria itu dengan santai.


" Apa ?! " Alisa langsung terkejut. Pria itu kembali tertawa.


" Biasa aja matanya mbak, jangan melotot begitu "

__ADS_1


" Kau sudah tujuh tahun menganggur dan kau masih terlihat bahagia seperti ini ? " Tanya Alisa tidak percaya. Pria itu kembali tertawa.


" Iya "


" Benar-benar manusia ajaib " Alisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Namaku Nathan. Kau ? " Pria itu mengulurkan sebelah tangannya pada Alisa. Dengan cepat Alisa menyambut uluran tangan dari pria bernama Nathan tersebut.


" Aku Alisa. Senang bisa berkenalan dengan penganggur senior sepertimu, Nathan " Alisa tersenyum lebar hingga menampakkan gigi-giginya.


" Aku pun sama. Senang bisa mengenalmu Alisa. Kau terlihat cantik dengan koleksi jerawatmu " Balas Nathan sambil tertawa.


" Hei ! Curang ! Kau menghina fisikku ! " Pekik Alisa sembari tertawa geli. Ia menepuk pelan bahu Nathan. Pria itu juga ikut tertawa sepertinya.


" Tapi benar Alisa....kau terlihat cantik. Kau berbeda dari wanita yang pernah kutemui " Nathan menatap Alisa dengan sangat serius. Alisa memalingkan wajahnya ke arah lain lalu kembali tertawa kencang.


" Dasar pembohong ! Pantas saja kau menganggur selama tujuh tahun lamanya. Kau sering mengatakan kebohongan. Apa kau tahu kalau berbohong itu dosa, Nathan ? " Alisa menyipitkan matanya dengan geli. Nathan menggeleng sambil tersenyum.


" Pergi belajar lagi. Kau harus kembali ke sekolah dasar untuk belajar arti sebuah kebohongan " Alisa tertawa riang. Nathan tersenyum tipis dan mengangguk.


" Sepertinya itu ide yang bagus Alisa " Ujar Nathan.


Nathan dan Alisa keluar bersama dari dalam bus. Mereka sama-sama berjalan melewati zebra cross sambil sesekali terlihat berbincang seru. Alisa bahkan sampai tidak menyadari bahwa dirinya sudah sampai di perusahaan yang ditujunya.


" Apa ini tempatnya ? " Tanya Nathan. Alisa mengangguk cepat.


" Memang sudah sampai. Apa berbicara denganku terlalu asyik hm ? " Bisik Nathan


Alisa langsung mendorong bahu Nathan sambil tersenyum.


" Pede banget sih. Sudahlah, pulang sana. Kau juga harus mencari kerja kan ? "


" Iya "


" Kalau begitu terima kasih banyak ya sudah mau mengantar ku sampai disini " Ucap Alisa dengan tulus.


" Bukan apa-apa. Aku bisa mengantarmu setiap hari jika kau mau " Tawar Nathan. Alisa kembali tergelak.


" Iya, aku akan memintamu mengantarku lain kali. Kalau begitu berikan nomor ponselmu padaku "


" Baiklah " Nathan menyetujuinya.


Alisa kembali memasukkan lamaran kerjanya ke dalam perusahaan itu. Setelah lamarannya masuk, ia kembali melangkah keluar dari perusahaan satu menuju perusahaan lainnya. Saat ia berhenti untuk minum di pinggir jalan, Alisa tidak sengaja melihat Reyhan yang baru saja keluar dari dalam mobil, melangkah buru-buru masuk ke dalam mall. Sebenarnya Alisa tidak mau mengejar pria itu, tapi ternyata kakinya sudah lebih dulu melangkah dari hatinya. Ia sudah mengendap-ngendap mengikuti pria itu dari belakang.

__ADS_1


Ternyata Reyhan bertemu dengan seorang pria tua di dekat salah satu tempat makan yang ada di dalam mall tersebut. Dari jauh Alisa mengamati Reyhan yang sibuk berbicara dengan pria tua itu.


Bisa-bisanya kau tersenyum bahagia seperti itu Rey setelah kau mengusirku saat interview kemarin


Gumam Alisa dalam hati. Selama lima belas menit, Alisa menghabiskan waktunya hanya untuk berdiri dan mengamati Reyhan dari jauh. Saat Reyhan dan pria tua itu bersalaman, Alisa pun ikut berjalan mengikuti mereka berdua keluar dari dalam tempat makan. Ia sudah terlihat persis seperti seorang penguntit saja. Alisa berjalan sedikit jauh dari posisi Reyhan. Saat Reyhan dan pria tua itu berpisah, Alisa memilih untuk mengikuti Reyhan. Ia berniat menghampiri Reyhan lalu menyuarakan protes pada pria itu karena Reyhan sudah memperlakukannya dengan tidak adil saat interview kemarin. Harusnya Reyhan bersikap profesional saat interview berlangsung. Tapi apa yang terjadi, Reyhan malah sibuk mengusirnya keluar. Jika Reyhan tidak mengusirnya keluar kemarin, tentu ia akan diterima di perusahaan itu.


" Kau memang harus diberi sedikit pelajaran Rey, agar kau lebih pintar sedikit " Desis Alisa sambil terus melangkah hati-hati.


Alisa terus mengejar Reyhan hingga kemudian Reyhan tiba-tiba berhenti lalu ia yang terlalu semangat melangkah dengan panik berusaha mengerem kecepatan kakinya namun ia gagal. Alisa malah menabrak punggung Reyhan hingga membuat tubuh pria itu terdorong ke depan.


Apes ! Ketahuan dah !


" Apa yang kau lakukan hah ?! " Bentak Reyhan dengan marah.


Alisa gelagapan membenarkan rambutnya yang berantakan karena tabrakan tadi.


" Aku.....aku ingin protes padamu Reyhan Wijaya yang terhormat " Sindir Alisa. Ia sengaja menambahkan kata terhormat di akhir ucapannya agar Reyhan mengerti jika ia sedang mengejek pria itu.


" Protes ? " Ulang Reyhan sembari terkekeh sinis.


" Iya protes. Kau sudah gagal bersikap profesional "


" Kau sedang menilaiku ? "


" Memang iya. Kau menyuruhku keluar sedangkan manajermu itu sama sekali tidak mempermasalahkan hal kemarin. Aku hanya meminta pria itu mengulangi pertanyaan, Rey dan kau malah mengusirku begitu saja ! " Cecar Alisa dengan geram.


" Kau sudah gila " Desis Reyhan.


" Aku tidak gila. Sesungguhnya kau yang lebih gila dariku. Aku tahu kau masih membenciku, tapi cobalah bersikap profesional. Ini interview kerja, tidak ada hubungannya dengan masa lalu kita ! " Teriak Alisa lagi. Reyhan mengetatkan rahangnya dengan marah.


" Kau...."


" Jangan terlalu lama menyimpan dendam pada orang lain Rey. Kau bisa kena serangan jantung " Sela Alisa dengan cepat. Reyhan kehilangan kata-kata karena tingkah Alisa.


" Apa ? " Reyhan menarik sebelah sudut bibirnya ke atas.


" Aku pergi. Aku sudah selesai melabrakmu " Ujar Alisa sambil melangkah cepat melewati Reyhan yang masih berdiri diam tidak percaya dengan keberanian Alisa hari ini.


" Wanita itu benar-benar......." Desis Reyhan sambil menggeram tertahan.


Alisa tertawa bahagia begitu ia sudah berada di luar mall. Ia merasa puas bisa memarahi Reyhan dengan mengeluarkan semua uneg-uneg yang tersimpan di hatinya.


" Jika kemarin aku tidak sempat memarahimu itu karena aku masih menghormatimu sebagai seorang atasan di depan karyawanmu, Rey. Tapi sekarang diluar ruangan, kau hanyalah manusia biasa yang sudah lama aku kenal " Gumam Alisa sembari tersenyum puas.

__ADS_1


" Manajer Yuda, segera temui aku dua puluh menit lagi" Ujar Reyhan yang sedang menelpon manajernya.


" Awas saja kau.....akan kubuat kau menyesali perbuatanmu padaku, Alisa Saraswati " Gumam Reyhan sambil buru-buru mematikan ponselnya. Ia kemudian melangkah masuk ke dalam mobilnya lalu mengendarai mobil mewahnya dengan cepat keluar dari dalam parkiran mall.


__ADS_2