Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 34


__ADS_3

Alisa sedang berdiri diluar balkon kamarnya, menikmati semilir angin malam di negara yang baru saja ia datangi. Wajahnya ia tengadahkan ke langit malam hingga kedua manik indahnya dapat menangkap keindahan cahaya dari bintang-bintang yang berhamburan di sepanjang lapisan gelap yang mempesona.


" Bulannya tetap sama dengan yang di Indonesia. Gak ada beda " Gumam Alisa sembari tersenyum geli.


" Pengen jalan tapi belum kenal dengan daerah sekitar sini " Alisa berjalan mondar-mandir di balkon. Ia sudah merasa bosan berada di dalam kamar hotel hampir seharian penuh. Reyhan mengatakan bahwa mereka akan sibuk bekerja tapi nyatanya saat mereka tiba siang tadi hingga malam tidak ada pekerjaan sama sekali yang ia lakukan.


Padahal Alisa sudah menonton film-film bagus, memainkan ponsel, makan, menelpon ibunya hingga pulsanya ludes walau baru mengobrol beberapa menit saja dengan kedua orang tuanya. Semua sudah ia lakukan untuk menghilangkan rasa bosannya. Tapi, tetap saja rasa bosan itu tidak menjauh sama sekali darinya. Alisa menghela nafas singkat.


Ia memajukan sedikit tubuhnya hingga menyentuh pagar pembatas lalu menoleh ke balkon kamar yang berada disebelah kamarnya. Itu adalah kamar Reyhan.


" Dimana dia? Apa sudah tiduran di jam segini " Ujar Alisa masih terus menoleh ke arah balkon kamar Reyhan. Saat Alisa masih sibuk menoleh ke arah balkon disebelahnya, disaat itu pula. Reyhan keluar ke teras balkon kamar.


" Alamak ! Dia muncul ! " Pekik Alisa dengan suara yang ia tahan. Ia berlari cepat kearah dinding pembatas hingga saat Reyhan menoleh ke balkon kamarnya, Alisa tidak terlihat.


" Aku sedang dikamar sayang " Ujar Reyhan. Alisa mengerutkan dahinya dari balik dinding. Suara Reyhan dari balkon sebelahnya samar-samar masih bisa ia dengar. Alisa mulai menajamkan indera pendengaran nya.


" Aku juga merindukanmu " Reyhan sesekali menoleh ke arah balkon kamar Alisa.


" Kau ingin membeli gaun baru lagi "


Alisa mengangguk pelan.


" Baiklah, aku akan transfer sekarang juga "


Alisa melebarkan kedua matanya. Ia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


" Sudah ku transfer sayang " Ujar Reyhan lagi.


Alisa kembali menggelengkan kepalanya.


" Aku mencintaimu " Tutup Reyhan sekaligus mematikan panggilan dari tunangannya. Reyhan kembali melirik ke arah balkon kamar Alisa namun wanita itu tidak terlihat disana.


Apa dia sudah tidur ? Tapi, inikan baru jam delapan malam. Alisa jarang tidur awal. Tapi, apa mungkin kebiasaan lamanya ini sudah berubah. Atau jangan-jangan dia sedang menelpon Nathan.

__ADS_1


Selama beberapa detik berlalu, Alisa hanya berdiri di balik dinding. Ia menunggu suara Reyhan namun pria itu tidak juga terdengar. Lalu setelah itu tak lama terdengar suara pintu di tutup. Alisa baru merasa lega luar biasa. Merasa Reyhan sudah masuk, akhirnya Alisa baru melangkah maju dari balik dinding persembunyiannya.


" Benar, seperti dugaanku "


" Alamak ! " Pekik Alisa sambil menoleh ke arah Reyhan. Sontak kedua matanya langsung melebar terkejut. Sedangkan Reyhan tampak menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Bukannya tadi aku mendengar dia sudah masuk kedalam kamarnya.


" Kau menguping pembicaraan orang lain "


" Enak saja, aku baru saja keluar dari dalam kamar " Elak Alisa. Ia tidak boleh ketahuan oleh Reyhan, ini akan sangat menjatuhkan martabatnya sebagai seorang mantan. Alisa berusaha keras bersikap biasa saja, padahal sebenarnya kedua kakinya sudah gemetar pelan di bawah sana.


" Tapi kenapa aku merasa seolah-olah ada orang yang mengupingku ya "


" Hahahaa ! Itu hanya perasaanmu saja" Tawa sumbang langsung terdengar dari bibir Alisa. Reyhan mengangkat sebelah alisnya.


" Hoaaam ! Rasanya aku mengantuk. Aku tidur duluan" Ujar Alisa sambil melambai singkat pada Reyhan.


" Al ! " Panggil Reyhan. Alisa yang baru saja membalikkan tubuhnya langsung memejamkan kedua matanya dengan erat.


" Ada sesuatu yang ingin kau katakan ? " Tanya Alisa sambil berbalik dan memasang senyum pura-pura nya.


Reyhan menatap lama Alisa. Memandangi wanita di depannya dengan serius. Alisa langsung merasa salah tingkah. Perlahan Alisa mulai merasa gugup. Jantung nya juga mulai memompa lebih cepat.


" Kalau kau diam begini, lebih baik aku pergi tidur kalau begitu "


" Tunggu " Sela Reyhan. Alisa berhenti melangkah.


Alisa tersenyum kecil dan menunggu.


" Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu Al "


Apa itu ? Jangan mengada-ngada Rey !

__ADS_1


Alisa tersenyum tipis. " Apa itu ? "


Reyhan tampak menarik nafas sebentar lalu setelah itu ia berujar dengan suara yang dalam dan serius.


" Apa kau masih menyukaiku ? "


Alisa langsung kelu seketika. Ia hampir mengalami serangan jantung mendadak saat mendengar langsung pertanyaan sang mantan.


" Aku....." Alisa berhenti sebentar. Ucapannya menggantung di udara. Ia memandangi Reyhan dengan kedua matanya yang mulai memanas. Alisa kembali teringat pada tekad awalnya. Ia sudah bertekad akan melupakan Reyhan. Ia tidak boleh menghancurkan hubungan orang lain. Reyhan sudah bertunangan dan itu artinya pria itu sudah memiliki seseorang yang kelak akan menjadi satu-satunya wanita yang akan pria itu nikahi.


Alisa tidak mau menjadi wanita jahat yang merebut tunangan orang lain. Tekadnya sudah bulat, dan ia tidak boleh lemah hanya karena pertanyaan konyol dari Reyhan. Alisa menguatkan hatinya. Meski rasanya sedikit sesak tapi ia yakin bahwa ia mampu menanggungnya. Alisa menarik kedua sudut bibirnya. Ia tersenyum sembari menatap serius kedua mata Reyhan.


" Tidak. Kau boleh merasa tenang Rey. Aku tidak menyukaimu. Tidak akan pernah menyukaimu lagi " Jawab Alisa dengan suara yang sedikit gemetar. Reyhan terdiam di tempat. Matanya tidak pernah berhenti menatap Alisa yang sudah lebih dulu melangkah masuk ke dalam kamar.


" Maaf, karena telah membohongimu, Rey " Ujar Alisa sembari terduduk di balik pintu. Ia menutup mulutnya sembari terisak pelan. Alisa kembali menangis karena sang mantan.


Reyhan berdiam sejenak sembari memandangi langit malam. Raut wajahnya langsung berubah muram. Ia gagal menyembunyikan rasa kecewa dihatinya. Ucapan Alisa mempengaruhinya. Setelah beberapa detik berada di luar kamar, Reyhan akhirnya melangkah masuk kedalam kamarnya, dengan perasaan yang kecewa. Ia pikir Alisa akan memberikan jawaban yang ia inginkan tapi nyatanya wanita itu mengatakan hal yang sebaliknya.


" Harusnya aku tidak bertanya padanya" Gumam Reyhan.


Pagi harinya......


Setelah kejadian malam tadi di balkon, Alisa dan Reyhan kembali berinteraksi layaknya seperti dua manusia yang tidak memiliki hubungan apapun. Alisa yang malamnya sempat menangis kini sudah kembali tersenyum sambil sesekali mencatat segala hal yang diucapkan oleh pria asing yang merupakan seorang pebisnis asal Brazil. Yah, pagi ini mereka sedang berada di sebuah restoran mewah bersama dengan partner bisnis Reyhan.


" Terima kasih atas waktunya, Mister Gonzales. Kedepannya, saya sangat berharap bisnis kita akan berjalan dengan lancar " Ujar Reyhan pada pria bertubuh tinggi besar dengan bahasa inggrisnya yang fasih.


Alisa ikut berdiri saat pria Gonzales itu akan pergi. Setelah rekan bisnis Reyhan berlalu lebih dulu, barulah Alisa mulai memasukan semua buku dan peralatan ke dalam tasnya.


" Cepat sedikit Alisa. Kita harus segera pergi untuk bertemu dengan rekan bisnis ku yang lain " Ujar Reyhan dengan dingin. Pria itu sudah lebih dulu melangkah pergi meninggalkan Alisa yang baru saja selesai membereskan barang-barangnya.


Alisa hanya bisa menghela nafas singkat saat melihat Reyhan kembali bersikap dingin seperti pertama kali mereka bertemu.


" Kurasa begini jauh lebih baik " Gumam Alisa sambil mengikuti Reyhan dari belakang.

__ADS_1


To be continued....


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2