Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 33


__ADS_3

Bandara Internasional Rio De Janeiro...


Jika di Indonesia sedang panas-panasnya, maka sama halnya dengan di Brazil. Negara ini juga sama panasnya dengan cuaca di Indonesia. Wajahnya sudah memerah dan jerawatnya pun semakin meradang seketika Alisa ingin meraung ditengah bandara. Perjalanan ke Brazil membutuhkan waktu selama kurang lebih dua puluh tiga jam lamanya. Setelah mereka transit ke Turki lalu kemudian terbang kembali menuju Brazil, Alisa merasa sangat kelelahan. Ia ingin menggerutu karena terlalu lelah dengan perjalanan jauh ini namun ia tidak berani melakukan hal tersebut. Karena tampaknya Reyhan juga mengalami hal yang sama seperti dirinya. Namun pria itu sama sekali tidak mengeluh.


" Kau merasa lelah ? " Tanya Reyhan saat mereka berdua sedang berjalan bersama ke arah mobil hitam yang sudah menjemput mereka di depan bandara.


Alisa menggeleng.


" Kau ingin singgah disuatu tempat terlebih dahulu atau langsung ke penginapan? " Reyhan kembali bertanya.


Sambil menarik nafas panjang sebentar, Alisa mendelik tajam pada Reyhan.


" Terserah padamu saja ! Aku ini kan hanya bawahanmu. Apa kau harus meminta pendapat bawahanmu ketika akan menentukan sesuatu ? " Ujar Alisa yang sudah merasa jengah dengan segala pertanyaan pria itu.


" Kau sedang datang bulan? " Tanya Reyhan lagi.


" Apa ? " Alisa langsung mengerutkan dahinya.


" Sedari tadi yang kau lakukan hanyalah marah-marah dan diam "


" Bukankah sifatku memang begini. Aku tidak sedang datang bulan " Cecar Alisa. Reyhan berhenti melangkah, pria itu berbalik dan menatap Alisa.


" Kau dulu tidak pernah bersikap seperti ini. Kau selalu bersikap lembut, selalu tersenyum dan bercanda. Kau juga selalu mem......"


" Move on ! Kau tidak perlu mengingat semua yang telah lalu. Lagipula semuanya sudah berubah. Hubungan kita telah berakhir lima tahun yang lalu. Kau dan aku hanya dua orang manusia yang pernah menjadi dekat. Itu dulu Rey, sekarang berbeda. Tetaplah bersikap seperti seorang teman sekaligus atasanku, dan jangan pernah libatkan perasaan didalam hubungan baru kita " Potong Alisa lebih dulu. Reyhan terdiam untuk beberapa detik berlalu begitu juga dengan Alisa.


Mereka saling bertatapan, berusaha mengontrol perasaan. Alisa hampir saja menangis saat mengatakan hal tersebut namun ia berhasil menahan air matanya.


" Apa kau sudah mulai menyukai seseorang ?


Alisa memasang senyum pura-puranya.


" Tentu saja. Sama sepertimu, aku sudah memiliki seseorang didalam hatiku. Hanya saja bedanya kami belum bertunangan sepertimu " Sindir Alisa.


" Apa orang itu adalah Nathan " Suara Reyhan berubah dalam dan berat. Kedua tangannya terkepal erat dikedua sisi tubuhnya. Reyhan mencoba menahan amarahnya.


" Iya, dia "


Alisa memandangi Reyhan dengan seksama, meneliti perubahan dari ekspresi wajah pria di depannya saat ini. Datar, dingin dan tidak ada raut cemburu disana.


" Aku harap hubungan kalian bisa berlanjut hingga ke pernikahan " Ujar Reyhan. Alisa langsung melebarkan kedua matanya.


" Ya, terima kasih. Semoga saja " Alisa tersenyum lebar.


Secepat itukah Alisa mencintai seseorang ?! Sialan wanita itu !!

__ADS_1


Umpat Reyhan dalam hati. Reyhan berbalik cepat lalu kemudian melangkah pergi lebih dulu. Tak lama mobil jemputan mereka pun tiba. Alisa langsung mengikuti Reyhan dari belakang.


Kukira dia akan merasa cemburu. Rupanya tidak sama sekali ! Dia malah mendo'akan hubunganku agar lancar sampai pernikahan. Betapa menyedihkannya hidupku ini Tuhan !!


Alisa berusaha berjalan cepat mengikuti Reyhan yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil. Begitu Alisa sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, Reyhan langsung menyuruh sopir tersebut untuk menjalankan mobil dan membawa mereka ke penginapan. Alisa hanya diam dan menurut saja. Ia tidak tahu harus berbincang apa dengan Reyhan selama didalam mobil menuju penginapan. Alisa sudah jatuh tertidur saat mobil yang membawa mereka telah tiba di penginapan. Reyhan yang tidak tahu jika wanita itu sudah tertidur keluar lebih dulu dari dalam mobil. Ketika Reyhan sedang sibuk memperhatikan sopir menurunkan barang-barang mereka dari bagasi belakang. Reyhan baru tersadar jika Alisa belum juga keluar dari dalam mobil. Akhirnya pria itu kembali masuk ke dalam mobil untuk melihat keadaan wanita itu.


Alisa sudah berbaring dan tidur dengan nyenyak. Bahkan jejak-jejak ileran wanita itu masih menempel di pipi wanita itu.


" Tampaknya dia sangat kelelahan " Reyhan tersenyum tipis. Ia mengambil ponsel dari dalam saku celana jeansnya lalu mendekati wajah lucu Alisa yang sedang tertidur pulas dan.....


Cekrek !


Reyhan mengabadikan foto tersebut hingga tiga kali. Wajah Alisa benar-benar terlihat sangat lucu. Wanita itu masih berbaring nyaman dan menutup matanya dengan nyenyak. Reyhan bergerak membuka pintu belakang, ia kemudian mengangkat tubuh Alisa dengan pelan. Reyhan sudah sangat hafal dengan kebiasaan lama wanita itu ketika sudah tertidur. Alisa tidak akan mudah terbangun meski gempa sekalipun. Reyhan menggendong Alisa keluar dari dalam mobil, ia melangkah masuk ke dalam penginapan.


" Berikan kamar terbaik disini " Ujar Reyhan pada resepsionis hotel.


" Silahkan pak. Mari ikuti saya " Ujar salah satu staf wanita lainnya sambil membawa kunci kamar hotel. Reyhan mengikuti wanita tersebut.


Begitu sampai di kamar, Reyhan langsung membaringkan Alisa dengan perlahan ke atas kasur. Wanita itu bahkan hanya bergerak sedikit lalu kemudian tidur kembali. Setelah staf hotel itu keluar, Reyhan baru membuka jaket hitamnya. Meletakkannya disamping Alisa. Reyhan terdiam sejenak sambil memandangi Alisa yang masih tertidur damai di atas kasur.


" Kau tidak pernah berubah, Al. Selalu saja tertidur seperti orang pingsan " Gumam Reyhan. Tak lama Reyhan melangkahkan kakinya naik ke atas kasur, mendekat pada tubuh mungil yang masih berbaring nyaman.


" Jerawatmu lucu sekali. Kau masih tetap cantik seperti dulu " Gumam Reyhan. Tanpa terasa sebelah tangan Reyhan sudah mengusap lembut dahi Alisa.


" Apa benar kau menyukai Nathan ? Apa benar kau mencintainya hm ? " Tanya Reyhan pada Alisa yang masih setia memejamkan kedua matanya.


" Apa kau sudah melupakanku ? " Reyhan kembali berujar pelan sambil menatap sendu wajah Alisa.


" TIDAK MAU !! " Pekik Alisa tiba-tiba dan langsung menegakkan tubuhnya dengan cepat. Sontak Reyhan langsung menarik cepat sebelah tangannya menjauh. Kepala wanita itu bahkan hampir terantuk ke kepalanya, jika Reyhan tidak segera memundurkan tubuhnya menjauh.


" JANGAN MEMPERKOSAKU !! " Teriak Alisa lagi.


" Hei ! Kau kenapa ? "


Alisa langsung menoleh cepat pada Reyhan. Kedua matanya bahkan sudah melotot besar.


Syukurlah hanya mimpi


" Kenapa kau ada disini ? Kenapa kau ada di atas kasur bersamaku ?! " Cecar Alisa dengan tatapan membara.


" Tenanglah " Reyhan mencoba memegang kedua pundak Alisa. Mencoba menenangkan wanita itu. Namun Alisa sudah melompat turun dari kasur dengan rambut acak-acakannya. Wanita itu sibuk memeriksa pakaiannya sendiri. Merasa tidak ada satupun kancing bajunya yang terbuka Alisa lantas kembali memandangi Reyhan.


" Bukannya aku berada didalam mobil tadi. Kenapa aku sudah pindah didalam kamar ini ? "


Reyhan menghela nafas singkat. Pria itu turun dari ranjang sambil membawa jaket hitamnya.

__ADS_1


" Tadi kau tidur didalam mobil. Jadi aku menggendongmu hingga kemari " Akui Reyhan. Kedua mata Alisa langsung membelalak kaget.


" Seharusnya kau tidak perlu repot-repot menggendongku. Kau hanya perlu membangunkanku saja "


Reyhan mendengus geli.


" Kau itu kebo. Susah dibangunkan kalau sudah tertidur " Rutuk Reyhan.


" Itu dulu, sekarang tidak lagi " Bantah Alisa. Reyhan langsung terkekeh geli.


Kalau tidak kebo, sedari tadi kau sudah terbangun saat aku menggendongmu, menyentuh dahimu. Bahkan aku sudah berhasil mengambil gambar wajahmu, Al


Reyhan hanya terkekeh sambil berjalan melewati Alisa.


" Kita tidak sekamar kan ? " Tanya Alisa dengan panik. Ia takut Reyhan akan meminta sekamar dengannya.


Reyhan berbalik dan tersenyum kecil.


" Memangnya kau mau sekamar denganku ? " Reyhan malah balik bertanya.


" Amit-amit. Aku sudah gila jika melakukan hal itu " Alisa langsung bergidik ngeri.


" Kalau begitu kamar kita berbeda "


" Bagus. Hm...tapi jangan jauh-jauh kalau bisa Rey. Aku tadi bermimpi ada pria yang akan memperkosaku " Cicit Alisa.


" Pantas saja kau berteriak seperti orang gila tadi " Reyhan terkekeh geli saat mengingat bagaimana absurdnya tingkah Alisa.


Alisa mengangguk cepat. " Kau pesan kamar disebelah kamarku ya ? " Ujar Alisa dengan tatapan penuh permohonan.


" Baiklah. Sesuai keinginanmu " Reyhan kemudian melangkah pergi. Alisa baru bisa bernafas lega. Ia mengusap dadanya dengan lega.


Sebelum menarik pintu kamar dan keluar, Reyhan kembali berhenti.


" Oh ya Al, apa pria dalam mimpimu itu adalah aku ? " Tanya Reyhan.


" Apa ?! " Alisa langsung terperangah hebat mendengar pertanyaan Reyhan. Pria itu tampak terkekeh kecil.


" Kuharap pria dalam mimpimu itu adalah aku " Lanjut Reyhan. Alisa langsung memejamkan kedua matanya dengan kuat lalu berteriak dengan nyaring.


" Dasar mesum ! Atasan cabul ! Pergiiiiiii ke planet Mars sana ! " Pekik Alisa sembari melempari Reyhan dengan satu bantal. Sedangkan Reyhan malah terkekeh geli sambil melangkah keluar dari dalam kamar.


To be continued.....


Happy reading, love you guys 😘

__ADS_1


__ADS_2