Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 9


__ADS_3

Alisa keluar dari dalam ruangan dengan sedikit membanting pintunya. Hana langsung melangkah maju begitu melihat Alisa sudah keluar.


" Bagaimana interviewnya, Al ? "


" Dapat dipastikan aku gagal Han " Ujar Alisa sembari mengambil tasnya yang tergeletak diatas kursi.


Hana menatap sendu Alisa, ia menarik sebelah tangan Alisa lalu kemudian menepuk punggung tangan wanita itu dengan pelan.


" Tak apa, mungkin saja rezekimu bukan disini. Aku yakin perusahaan lain pasti berebut untuk menerimamu bekerja " Ungkap Hana berusaha menenangkan perasaan Alisa.


" Terima kasih do'anya Han. Oh iya, kita belum bertukar nomor ponsel " Alisa tersenyum kecil.


" Iya benar. Biar aku simpan nomormu Al " Hana mengeluarkan ponselnya lalu memasukkan nomor ponsel Alisa. Kemudian ia memanggil nomor Alisa hingga ponsel Alisa terdengar berdering.


" Sudah. Senang bisa mengenalmu Hana " Alisa tersenyum singkat sambil mengusap pelan lengan Hana.


" Aku pun sama Al "


Alisa menatap jauh kedepan sambil merenung sendirian. Ia sedang menaiki bus yang penuh sesak. Karena tidak mendapatkan kursi, akhirnya ia memilih berdiri bersama dengan beberapa orang yang kebanyakan adalah pria. Alisa masih mengingat jelas bagaimana sorot mata pria itu saat bertatapan dengan nya tadi. Tatapan benci, dingin dan tanpa belas kasihan terpancar dari sana. Alisa tidak marah, hanya saja ia merasa tidak nyaman jika harus bermusuhan dengan pria itu. Ia tidak pernah berharap lebih pada Reyhan setelah putusnya pertunangan mereka. Ia hanya berharap satu hal saja, bahwa Reyhan tidak begitu membencinya. Setidaknya jika mereka berpapasan di jalan, mereka bisa saling menyapa. Hanya itu saja.


" Kau mengusirku pergi dengan wajah angkuhmu itu, Rey. Kau benar-benar sudah berubah " Gumam Alisa.


Begitu bis berhenti ditempat biasa ia turun. Alisa langsung memberikan uangnya pada sang sopir. Ia berjalan dengan gontai, sambil menenteng tasnya. Melewati beberapa rumah mewah, sedang, hingga terkahir diujung jalan sanalah rumahnya berada. Rumah kecil yang tampak sederhana. Tampak dari jauh ibunya sudah berdiri di dekat pagar rumah. Sepertinya menunggu kehadirannya.


" Kau sudah pulang sayang, bagaimana hasilnya ?"


Alisa tersenyum sebentar.


" Aku tidak diterima bu " Alisa berusaha menahan air matanya. Ekspresi ibunya langsung tampak kecewa namun dengan cepat ibunya mengubah ekspresi itu. Ibunya langsung tersenyum lebar. Alisa juga ikut tersenyum.

__ADS_1


" Tidak apa-apa. Kau bisa mencobanya di lain waktu sayang "


" Iya bu. Aku akan berusaha lebih keras lagi " Alisa mengangguk sambil mengusap sudut matanya.


" Masuklah. Ibu sudah memasakkan sesuatu untukmu sayang "


" Iya bu " Alisa melangkah masuk sembari memegang lengan ibunya.


Reyhan duduk di kursi kebesarannya dalam diam. Ia memainkan jemarinya sembari bersandar pada sandaran kursi kerjanya. Ia tidak pernah menyangka bahwa ia akan bertemu kembali dengan wanita masa lalunya. Wanita yang telah mempermalukannya di depan orang ramai. Wanita yang lebih mempercayai perkataan orang lain dibandingkan dirinya. Alisa Saraswati, wanita yang membuatnya harus pergi selama lima tahun lamanya.


" Kenapa harus kau yang ikut didalam ratusan pelamar kerja itu, Al " Gumam Reyhan.


Selama lima tahun berada di luar negeri, Reyhan bukannya tidak mencari informasi tentang wanita itu. Ia tahu bahwa wanita itu sedang mengalami masa sulit, ia juga tahu jika keluarga Gunawan mengalami kebangkrutan. Namun ia tidak pernah melakukan sesuatu untuk membantu wanita masa lalunya itu. Reyhan hanya terus memantau dari jauh saja kabar wanita itu. Ada orang-orangnya yang selalu melaporkan keadaan Alisa padanya. Reyhan pikir selama Alisa masih hidup dengan sehat dan baik. Itu sudah cukup baginya. Sejak pertunangannya bersama Juliet, ia tidak pernah menyuruh orang-orangnya lagi untuk mencari informasi tentang Alisa. Hingga hari ini, ia kembali terkejut dan tak menyangka bahwa ia akan bertemu langsung dengan wanita itu. Wanita yang hanya pandai menyakiti perasaan orang lain.


Saat ia melihat berkas-berkas tadi, matanya langsung terbelalak kaget. Ia tidak menyangka jika Alisa juga masuk menjadi pelamar di perusahaannya.


" Suruh dia masuk, Tara " Ujar Reyhan.


Suara kerukan sepatu heels Juliet langsung terdengar begitu gadis itu melangkah masuk ke dalam ruangannya. Reyhan tersenyum cerah pada tunangannya itu. Wanita yang ia temui selama ia berada di luar negeri. Juliet telah berhasil mengubah pemikirannya bahwa ia harus segera move on. Juliet adalah tipikal gadis manja dan lembut. Mereka bertemu saat ia sedang kebingungan ditengah jalan yang bersalju, dimana ia tidak bisa mendapatkan kendaraan untuk pulang ke apartemennya. Dan Juliet adalah salah satu orang yang mau berhenti di tengah badai salju waktu itu. Reyhan kembali tersenyum kala mengingat pertemuannya dengan Juliet.


" Sayang, aku merindukanmu " Juliet langsung memeluk tubuh Reyhan dengan manja. Reyhan langsung menyambut pelukan hangat itu.


" Sama, aku juga merindukanmu sayang. Kenapa kau tiba-tiba datang kemari hm ? " Reyhan mengusap pelan surai panjang Juliet dengan lembut.


Wanita itu melepaskan pelukannya lalu mendongak untuk menatap Reyhan.


" Aku ingin mengajakmu makan siang tuan pekerja " Juliet tersenyum cerah. Senyuman yang sangat Reyhan sukai.


" Pekerjaanku masih banyak sayang "

__ADS_1


" Tuh kan ! Selalu seperti itu deh " Juliet melipat kedua tangannya dengan cemberut kesal.


Reyhan terkekeh pelan.


" Jangan cemberut begitu sayang, kau kelihatan menakutkan " Goda Reyhan sambil mencubit pelan pipi Juliet.


" Selalu sibuk begitu. Aku sampai bosan sering makan siang sendirian "


" Memangnya kemana teman-teman modelmu sayang? "


" Mereka sibuk makan siang bersama pasangan mereka sayang "


" Begitu ya "


" Ayolah sayang kita makan siang bersama " Juliet menarik tangan Reyhan dengan manja.


" Baiklah. Hari ini aku akan menemanimu makan siang. Apa kau ingin berbelanja juga ? " Tanya Reyhan dengan lembut.


" Tentu saja aku ingin sayang. Kau mau menemaniku?" Juliet langsung merangkul lengan Reyhan sembari melompat kecil. Reyhan mengangguk sambil tersenyum lebar.


" Belanjalah sesuka hati. Aku akan mengantarmu sayang "


" Aah ! Terima kasih sayang ! Aku mencintaimu " Pekik Juliet lalu kembali memeluk Reyhan.


" I love you too " Balas Reyhan


To be continued....


Happy reading, love you guys 😘

__ADS_1


__ADS_2