
Reyhan duduk berdampingan dengan Juliet sedangkan Alisa tentu saja berdampingan dengan Nathan. Pembicaraan bisnis antara Reyhan dan Nathan terdengar begitu membosankan. Alisa tidak begitu mendengar dengan baik. Untung saja ada makanan saat ini, jadinya rasa bosan itu tidak begitu mempengaruhinya. Alisa hanya duduk diam sambil menyantap makanannya. Ingin mengajak Juliet mengobrol, juga percuma. Wanita itu bukanlah orang yang ramah seperti Mirna. Lihat saja wajah cantiknya itu tampak begitu angkuh. Juliet sibuk dengan ponselnya.
" Saya rasa mulai hari ini kita sudah harus memikirkan kapan dan dimana produk baru ini akan siap diluncurkan. " Ujar Nathan.
" Ya, lebih cepat lebih baik. Saya merasa sangat bersemangat kali ini. Perusahaan anda yang akan memproduksi dan perusahaan kami yang akan melakukan promosi untuk produk baru ini " Tegas Reyhan sambil menyesap minumannya.
" Senang bisa berbisnis dengan seseorang seperti anda Bapak Reyhan Wijaya " Nathan tersenyum santai. Reyhan mengangguk singkat, ia kembali mencuri pandang pada Alisa yang sibuk memakan makanannya. Wanita itu memesan nasi goreng babat yang merupakan kesukaan Alisa.
Dia bahkan makan dengan sangat lahap. Alisa pasti melupakan semua orang yang ada disekitarnya, jika sudah memakan nasi goreng babatnya.
Gumam Reyhan dalam hati. Ia masih diam terpaku menatap Alisa yang sibuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Nathan yang menyadari hal itu langsung tersenyum. Ia bisa menyimpulkan sendiri jika Alisa memiliki hubungan yang spesial dengan Reyhan Wijaya.
" Bapak Reyhan " Panggil Nathan. Dengan tersentak kaget Reyhan menoleh pada Nathan.
" Apa ada sesuatu yang ingin anda sampaikan? " Tanya Reyhan dengan dahi yang berkerut dalam.
" Bolehkah saya bertanya sesuatu pada anda ? " Nathan balik bertanya.
" Silahkan "
" Apakah saya boleh meminta waktu lebih untuk mengobrol dengan karyawan anda ? "
" Apa ?! "
__ADS_1
" Sepertinya saya merasa tertarik untuk mengenalnya lebih dekat lagi " Ujar Nathan sambil tersenyum.
Dia pikir dia siapa hah ?! Mengenal lebih dekat. Dasar keparat !!
Reyhan terdiam membisu untuk beberapa detik. Hatinya langsung terbakar panas. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Menggeram tertahan.
" Bapak Reyhan "
Reyhan bergeming. Juliet yang tadinya sibuk memainkan ponselnya langsung menoleh dan memegangi lengan tunangannya.
" Sayang, kau kenapa ? " Tanya Juliet. Reyhan tersadar seketika dan langsung memutar wajahnya hingga kedua matanya bertatapan langsung dengan kedua mata Juliet.
" Aku baik-baik saja sayang " Reyhan melepaskan tangan Juliet dari lengannya. Ia kemudian bangkit berdiri dengan tiba-tiba hingga kursi yang digunakannya terdorong sedikit kasar kebelakang. Juliet mendongakkan wajahnya, menatap Reyhan dengan bingung. Alisa yang tadinya sibuk, langsung menoleh kearah Reyhan dengan santai.
" Anda sudah akan pergi pak ? Bagaimana dengan makanan anda ? " Alisa mengedikkan dagunya ke arah piring Reyhan yang sama sekali belum tersentuh.
" Memangnya kenapa pak ? Kalau anda akan kembali ke kantor berarti saya juga harus ikut " Alisa hendak berdiri dari kursinya. Namun suara Reyhan sudah lebih dulu menyela.
" Kau tinggalah disini. Ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Bapak Nathan Abiyu Wicaksono " Reyhan menekankan tiga suku kata terakhir sambil menggeram dalam hati.
" Baiklah pak, saya mengerti " Jawab Alisa sambil mengangguk pelan.
Nathan tersenyum kecil, ia kemudian ikut berdiri. Dengan tenang Nathan mengulurkan sebelah tangannya pada Reyhan. Untuk beberapa detik Reyhan tidak langsung menjabat tangan tersebut. Ia hanya menatap tangan Nathan dengan rasa panas yang memenuhi dadanya.
__ADS_1
" Terima kasih atas pengertian anda, Pak Reyhan Wijaya " Ujar Nathan
" Sama-sama " Balas Reyhan. Dan pria itu langsung melangkah pergi melewati Nathan tanpa perlu repot-repot untuk menjabat tangan Nathan.
" Sayang ! Tunggu aku ! " Teriak Juliet yang sudah berlari mengejar tunangannya.
Dia cemburu
Nathan tersenyum. Ia kemudian menoleh pada Alisa yang masih memasang wajah kebingungan.
" Akhirnya kita bisa mengobrol lagi " Ungkap Nathan lalu kembali duduk.
" Ya, aku akan menjadi teman mengobrolmu " Alisa tersenyum dengan lebar.
" Kau ingin mengobrol apa denganku, Nat ? " Tanya Alisa lalu bersandar dengan santai di kursinya.
Reyhan berjalan sangat cepat keluar dari dalam restoran. Ia bahkan melupakan tunangannya sendiri yang terlihat kesulitan mengejarnya dengan sepatu heelsnya.
Berani sekali dia ? Memangnya dia pikir dia siapa hah?
Alisa adalah milikku. Wanita itu akan selalu menjadi milikku sampai kapanpun. Tidak ada yang bisa merebutnya dariku, termasuk kau ! Nathan Abiyu Wicaksono !!
Raung Reyhan di dalam hati. Ia tidak sadar jika dirinya sudah melibatkan perasaannya kembali. Ia lupa jika dirinya sudah memunculkan kembali perasaan lama itu. Ia telah kembali menjadi pria yang sama seperti lima tahun yang lalu. Perasaan yang mati-matian coba ia kubur selama lima tahun ini malah muncul kembali.Reyhan telah gagal. Yah, ia memang telah gagal. Hanya saja ia tidak sadar. Reyhan terus melangkah dengan membawa rasa marah di dadanya. Sedangkan Juliet, wanita itu terus saja berusaha berlari dengan membawa wajah paniknya dan ia terus saja berteriak memanggil nama Reyhan.
__ADS_1
To be continued....
Happy reading, love you guys 😘