Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 11


__ADS_3

Dua hari sudah ia tidak turun ke jalan untuk memasukkan lamaran kerjanya. Ia hanya duduk diam dirumah sambil mengurus Nemo. Setelah kejadian dimana ia melabrak Reyhan di depan mall. Alisa memutuskan untuk beristirahat di dalam rumah. Ia tidak pergi kemanapun, apalagi berjalan-jalan di sekitaran mall. Ia takut ia akan bertemu dengan Reyhan.


" Jangan bermain-main dengan mantan Rey. Kau belum tahu jika mantan bisa bertindak lebih berani. Eh tapi, apa aku terlihat seperti seorang mantan yang tidak tahu diri ya ? " Alisa membaringkan tubuhnya dengan kasar diatas ranjangnya.


" Ah terserahlah ! Memangnya aku peduli " Rutuk Alisa sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Kuakui sekarang dia semakin tampan sekali huaaa !! Aku malah semakin jatuh hati padanya. " Raung Alisa sembari menendang-nendang udara dengan kesal. Ia kesal pada perasaanya sendiri yang tidak pernah berubah pada Reyhan Wijaya.


Alisa dengan tiba-tiba menegakkan tubuhnya lalu kemudian dengan kasar ia duduk bersila. Melipat kedua tangannya didada sembari berpikir jauh. Melihat kedepan dengan tatapan penuh harapnya.


" Apa dia masih single ? " Gumam Alisa. Tak lama senyum terpendam yang selama ini jarang ia tunjukkan akhirnya terlihat juga.


" Semoga saja dia masih single " Alisa kembali berbaring lalu memeluk gulingnya dan menggerakkan tubuhnya kesana kemari.


" Kau memang wanita tidak tahu malu Al, sudah menyakitinya masih berharap banyak pada Reyhan " Gumamnya pada diri sendiri.


Pagi harinya......


Suasana pagi dikantor yang baru saja diresmikan itu terlihat ramai. Beberapa karyawan ada yang sedang berlarian entah kemana, dan ada beberapa juga yang terlihat sibuk di dalam ruangan. Alisa mengamati situasi di dalam perusahaan mantannya.


" Dia berada di ruangan yang mana ya " Gumam Alisa sambil melirik kesana-kemari.


Tadi pagi, ia baru saja mendapat panggilan dari manajer Yuda. Pria itu mengatakan bahwa ia harus datang kembali ke kantor untuk melakukan interview ulang. Alisa merasa begitu bahagia saat mendapat kabar tersebut. Alisa tahu bahwa Reyhan pasti merasa malu karena ucapannya kemarin. Pria itu pasti sudah berpikir semalaman ini hingga akhirnya Reyhan baru menyadari bahwa dirinya telah melakukan kesalahan.


Sedangkan di dalam ruangan yang lain, sorang pria sedang duduk bersandar sembari memainkan pulpen mahal di jari-jarinya. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Direktur Utama Perusahaan Lynn Wijaya. Perusahaan baru yang dibangun oleh Reyhan Wijaya. Ia jadi merasa tidak sabar untuk melihat Alisa. Melihat ekspresi wanita itu saat harus menjadi bawahan di kantornya. Ia sudah meminta manajernya untuk kembali memanggil Alisa lalu kemudian menerina wanita itu bekerja di perusahaannya dengan posisi sebagai asisten pribadinya bukan sebagai staf akuntansi yang sebenarnya adalah posisi yang dilamar oleh Alisa.


Wanita yang akan menerima setiap kemarahannya. Ia akan membuat wanita yang dulunya berkesan dalam hidupnya ini menyadari setiap kesalahan yang sudah pernah dilakukannya. Bagi Reyhan sendiri Alisa hanyalah masa lalunya yang sudah lama ia lupakan. Reyhan rasa ia sudah benar-benar melupakan wanita itu. Mungkin saja.


" Kau akan tahu bahwa aku bukanlah pria yang sama seperti yang kau kenal dahulu, Alisa " Ujar Reyhan sambil menatap ke arah pintu masuk.


Alisa diam dan menunggu keputusan dari ketiga orang yang baru saja selesai menginterviewnya. Dalam hati ia sangat berharap dirinya bisa bekerja di perusahaan Reyhan. Selain dirinya bisa memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungannya dengan pria itu, ia juga bisa memperoleh pekerjaan. Setidaknya, beban ayahnya berkurang.


" Miss Alisa " Manajer Yuda memanggil Alisa sambil tersenyum.


" Iya pak " Sahut Alisa dengan perasaan bahagia. Dari raut wajah manajer itu, Alisa tahu bahwa ada berita baik yang harus ia dengar sekarang.

__ADS_1


" Setelah kami melakukan interview ulang dengan anda. Sepertinya anda memenuhi semua syarat yang kami butuhkan. Hanya saja posisi yang anda lamar sudah diisi oleh orang lain "


" Lalu pak, apa artinya saya tidak diterima di perusahaan ini "


" Tergantung "


" Tergantung " Ulang Alisa yang belum memahami arah pembicaraan mereka.


" Kami memiliki posisi lain yang sepertinya cocok dan sesuai untuk anda, miss Alisa "


" Kalau boleh saya tahu, posisi apa itu pak ? " Tanya Alisa penuh harap. Kedua matanya berbinar cerah, menatap manajer Yuda dengan jantungnya yang memompa cepat.


" Bekerja sebagai asisten pribadi Direktur Utama perusahaan ini, miss Alisa " Beritahu manajer Yuda.


Sontak saja Alisa merasa ingin melompat bahagia di depan ketiga orang tersebut. Hanya saja ia memiliki stock rasa malu yang cukup banyak. Jadinya, Alisa tidak melakukan hal tersebut. Menjadi asisten pribadi Reyhan memanglah sangat sempurna baginya. Alisa yang bertekad ingin memperbaiki hubungan mereka jadi memiliki harapan yang besar. Jika ia menjadi asisten pria itu, tentunya ia akan mengikuti Reyhan kemanapun pria itu pergi.


" Saya bersedia pak " Jawab Alisa dengan cepat.


" Sepertinya anda begitu bersemangat, miss Alisa " Manajer Yuda terkekeh kecil.


Selang beberapa menit, Alisa sudah berdiri di depan pintu ruangan milik pria masa lalunya. Senyum cerah Alisa terpancar begitu saja. Jika dibilang malu, ia jelas merasa sangat malu. Ditambah lagi rasa bersalah yang bertahun-tahun yang selalu menghantuinya setiap malam. Ia masih jatuh cinta pada pria itu. Bahkan rasa cintanya tidak pernah berkurang sedikitpun pada pria itu. Menurut penglihatannya, Reyhan belum memiliki wanita lain. Dan ia akan berusaha untuk mendapatkan cinta pertamanya kembali.


" Aku akan membuatmu kembali jatuh cinta padaku, Rey " Gumam Alisa dengan perasaan gugup luar biasa. Berulang kali ia menarik nafas panjang lalu kemudian menghembuskannya kembali sebelum tangannya menarik pintu kayu berukir di depannya saat ini.


" Aku datang my bee " Ujar Alisa dengan pelan sambil membuka pintu kayu itu. Ada rasa geli terselip di ucapannya.


Pintu terbuka setengah dan Reyhan yang sedang duduk bersandar di kursinya langsung menegakkan tubuhnya dengan cepat. Meletakkan pulpen yang ia mainkan sedari tadi diatas meja kerjanya. Ia menatap lurus pada wajah yang muncul dari celah pintu. Wajah yang dulunya putih mulus, namun kini sudah berjerawat.


Sama seperti jerawatku dulu heh !


Gumam Reyhan dalam hati.


Kulit wajahnya masih tetap mulus, namun wanita ini terlihat sedikit dewasa daripada saat dulu. Rambutnya yang hanya sebatas bahu, kini telah memanjang hingga pinggangnya. Dan Reyhan baru menyadari semuanya itu sekarang. Tanpa sadar tiga menit berlalu sudah Reyhan menghabiskan waktunya hanya untuk mengamati Alisa.


" Selamat pagi pak " Sapa Alisa sambil berjalan masuk. Reyhan berdehem pelan.

__ADS_1


" Silahkan masuk " Sahutnya dengan nada suara yang datar. Alisa mendekat dan duduk di depan meja kerja Reyhan. Sebenarnya jika Reyhan bisa melihat jantungnya saat ini, mungkin pria itu akan terkejut. Jantungnya sekarang berdetak menggila, bahkan suhu tubuhnya semakin meningkat.


" Kau sudah tahu posisi apa yang di butuhkan di perusahaan ini ? "


" Sudah pak " Alisa mengangguk kaku. Memanggil Reyhan dengan sebutan pak, membuatnya ingin tertawa. Rasanya begitu aneh. Jika dulu ia sering memanggil Rey atau my bee. Sekarang, ia harus memanggil pria di depannya dengan sebutan pak.


" Bagus "


Yah memang bagus my bee. Aku bisa dekat-dekat denganmu


Alisa membatin. Ia tersenyum kecil.


Senyumlah sekarang, karena setelah ini kau tidak akan bisa tersenyum lagi sesuka hatimu.


Reyhan menatap tajam Alisa.


" Apa kau sudah menandatangani kontrak yang diberikan oleh manajer Yuda ? "


" Sudah pak. Saya barusan melakukannya tadi " Jawab Alisa dengan cepat. Lalu ia kembali tersenyum.


" Baiklah. Jika begitu kau sudah bisa langsung bekerja hari ini " Tegas Reyhan sambil berdiri lalu membenarkan kerah jasnya yang sebetulnya sudah rapi.


" Siap pak " Alisa ikut berdiri.


" Sekitar lima menit lagi rapat akan dimulai, aku ingin kau mencari surat yang ditanda tangani dengan pulpen berwarna biru di ruangan sekretaris. Kau mengerti ? "


" Mengerti pak. Hanya itu saja ? "


" Bawakan segera ke ruangan rapat dan jangan terlambat " Setelah mengatakannya Reyhan langsung melangkah maju melewati Alisa. Suara langkah kakinya bahkan terdengar sedikit menakutkan bagi Alisa.


Setelah Reyhan keluar, Alisa juga ikut keluar sambil sedikit berlari. Tujuannya adalah ruangan sekretaris.


To be continued....


Happy reading, love you guys 😘

__ADS_1


__ADS_2