Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 60


__ADS_3

Reyhan turun lebih dulu dari dalam mobil, berjalan cepat meninggalkan Juliet yang terus saja memanggil namanya. Ia sungguh tidak mempedulikan wanita itu. Ia hanya ingin segera masuk ke dalam rumahnya lalu menemui ibunya.


" Anakku, kau sudah datang rupanya ? " Lina tersenyum lebar begitu melihat putranya. Reyhan berhenti melangkah tepat ketika ia sudah berada begitu dekat dengan ibunya. Ia melirik ke kiri dan ternyata ibunya Juliet juga sudah berada disana. Tersenyum padanya. Reyhan balas tersenyum namun hanya seadanya saja. Bukan jenis senyum lebar bahagia.


Juliet berjalan sedikit cepat. " Kami berdua tidak terlambat kan bu ? " Ia menatap ibunya dengan wajah sedikit cemas.


" Tidak sayang. Aku dan bu Lina baru saja akan memulai, dan ternyata kalian berdua sudah sampai dengan cepat " Bu Sarah tersenyum pada putrinya. Juliet terlihat begitu lega.


Dengan penuh semangat Bu Lina melangkah lebih dulu. " Sebaiknya kita mengobrol di taman belakang. Disana lebih nyaman dan tenang. " Terang Lina lalu berlalu lebih dulu.


Reyhan hanya mengikuti kemana ketiga orang itu pergi. Ia belum bisa memutuskan saat ini. Pikirannya bercabang kemana-mana. Apa ia harus mendesak sahabat nya untuk segera mengirimkan bukti entah itu rekaman video atau foto-foto Juliet dan selingkuhannya sekarang juga ?


Tapi....


Ibunya tidak mungkin percaya. Sikap buru-burunya ini akan memberikan masalah. Dan Reyhan kembali memejamkan kedua matanya sementara hatinya menggerutu kesal. Ibunya sangat membenci Alisa semenjak kejadian lima tahun silam. Tanpa Reyhan sadari ternyata mereka sudah berada di taman belakang. Sedari tadi berjalan, ia hanya berpikir dan berpikir. Sangat keras, hingga kepalanya terasa berdenyut.


Kali ini ibunya lebih dulu membuka suara. Reyhan menatap fokus wajah ibunya.


" Kalian sudah cukup lama bertunangan. Sudah saatnya kalian menikah dan membangun sebuah keluarga " Lina tersenyum sambil melirik pada Juliet. Wanita itu tersenyum bahagia.


" Iya benar. Jangan ditunda-tunda lagi " Sambung ibunya Juliet.


Reyhan beralih memfokuskan tatapannya pada Juliet. Wanita itu tampak begitu senang, seolah-olah tidak pernah melakukan dosa. Padahal, dibelakangnya wanita itu berselingkuh. Reyhan menggerakkan tubuhnya dengan tidak nyaman. Menggeram dalam hati.


Juliet memandangi Reyhan sambil tersenyum. " Aku terserah padamu, sayang "


Reyhan berdehem pelan. " Aku masih perlu waktu. Masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan. Sepertinya aku masih akan menunda pernikahan kami"


Juliet dan ibunya langsung tampak kecewa.


" Pernikahan tidak akan membuat pekerjaanmu berantakan nak " Ibunya Juliet tak tahan untuk tak bicara.


" Memang tidak. Tapi, fokusku bisa terbagi. Disatu sisi aku harus menyiapkan pernikahanku, di sisi lain aku harus berusaha menyelesaikan setiap pekerjaan di perusahanku. Kurasa aku sangat kesulitan jika harus melakukan keduanya. " Jelas Reyhan.


Alasan ini hanyalah salah satu triknya untuk menunda pernikahan. Sementara menunggu sahabatnya untuk mendapatkan bukti-bukti lain. Dan ia berharap bahwa sebentar lagi kebohongan Juliet akan terungkap. Dan ibunya akan mempercayai semuanya.


" Sayang, ibumu ini bisa menyiapkan semua pernikahanmu " Ungkap Lina.


" Iya Rey, ibumu benar. Kami juga tidak akan membiarkan kalian menyiapkan pernikahan sendirian. Kami akan membantu kalian berdua, jadi jangan khawatir " Sambung Sarah.

__ADS_1


Bagaimana mungkin kalian bisa membantu ?


sedang kan pernikahan ini tidak akan bisa terjadi. Reyhan pikir ia tidak akan pernah mau menjalankan pernikahan untuk kedua kalinya. Pernikahan telah terjadi namun dengan wanita pilihannya.


" Maafkan Reyhan bu, rasanya tidak perlu menentukan tanggal pernikahan kami. Karena ada masih banyak hal yang harus kuselesaikan. Jika tiba saatnya nanti. maka aku akan berbicara lagi bu. Aku berjanji " Reyhan sudah berdiri. Ia menunduk hormat pada ibunya sendiri dan juga ibunya Juliet.


" Sayang, kau mau pergi kemana? " Tanya Juliet yang sudah ikut berdiri.


" Aku harus kembali ke kantor. Ada banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan. Jika kau ingin pergi, aku bisa mengantarmu. Apa kau ingin pergi ? "


" Aku...." Juliet terlihat ragu-ragu.


" Kalau kau ingin tinggal, kurasa itu lebih baik. Ibuku pasti akan sangat senang " Sela Reyhan dengan cepat.


Setelah itu ia langsung pergi meninggalkan ketiga orang yang masih terdiam tanpa mampu menyela sedikitpun.


" Ternyata putramu itu seorang yang gila kerja ya " Sindir Sarah dengan nada suara yang terdengar kesal. Lina memandangi calon besannya itu.


" Atas nama putaku, aku ingin meminta maaf pada kalian. Dia memang selalu seperti ini. Terkadang ia akan pulang larut malam, dan bahkan ia pernah tidak pulang sama sekali ke rumah. Aku sudah sering menasehatinya, tapi ia tidak pernah bisa berubah. Dia persis seperti ayahnya. Memiliki dedikasi yang tinggi pada setiap pekerjaannya "


" Walaupun begitu, Reyhan seharusnya bisa menyempatkan waktu untuk putriku. Lagipula keluarga itu jauh lebih penting di bandingkan harta bukan ? Semoga saja dia bisa memahami hal tersebut. "


" Sekali lagi aku minta maaf Bu Sarah "


Sarah melirik sekilas pada putrinya. " Kita pulang sekarang "


" Tapi bu..."


" Tidak ada tapi-tapi Juliet, ibu sudah janji dengan sahabat ibu untuk bertemu siang ini di restoran Italia."


" Pergilah sayang, ibumu pasti buru-buru " Ujar Lina sambil tersenyum tipis pada Juliet. Walau nyatanya senyuman itu masih saja memperlihatkan rasa bersalahnya.


Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, tepat disaat itu juga Sarah langsung melemparkan tas unlimited miliknya ke atas kursi penumpang di belakang. Wajahnya terlihat begitu kesal dan suram.


" Kenapa kau hanya diam saja hah?! Harusnya kau memaksanya untuk menikahi mu "


Juliet menarik sabuk pengaman dengan kasar. Ia mendelik tajam pada ibunya.


" Ibu tidak melihat bagaimana reaksinya barusan ? Bagaimana mungkin aku bisa memaksanya bu " Keluh Juliet. Dahinya berkerut dalam, sebelah tangannya menarik cepat tuas di sampingnya. Dan mobil itupun melaju cepat ke jalan raya.

__ADS_1


" Jika kau tidak memaksanya maka merengeklah padanya. Apa kau tidak bisa lagi berpikir lebih baik hm? "


" Aku sudah mencoba semampuku bu "


Sarah mendengus kasar. " Dan beginilah hasilnya. Lagi-lagi kau tidak bisa membuat dia menikahimu"


" Bu, aku pusing jika ibu terus-terusan menyalahkanku seperti ini. Ibu tahu kan, kalau Reyhan itu bukanlah pria yang mudah untuk diatur. Dia tidak mau menurut sekalipun aku memintanya. "


" Lalu, sampai kapan kita harus menunggu hah?! "


Juliet merapatkan bibirnya. Mencoba tetap berkonsentrasi pada jalan ramai di depannya saat ini.


" Kau diam kan. Itu artinya kau tidak akan mampu membuat Reyhan menikahimu. Ibu sudah menduganya, Juliet. Sekarang, kau harus mau mengikuti rencana ibu. Kemarin aku mengalah padamu, karena kupikir rencanamu akan berjalan lancar. Tapi, melihat bagaimana responmu, ibu yakin kau dan rencanamu itu sudah gagal "


Juliet hanya diam saja, ia malas untuk berdebat dengan ibunya.


" Juliet, buat dirimu hamil anaknya "


Seketika itu juga Juliet langsung menekan pedal rem, hingga membuat mobil yang dikendarainya berhenti mendadak di tengah jalan.


" Aku keberatan bu. Aku tidak bisa melakukannya " Juliet menggeleng panik. Ia tidak mungkin hamil anak pria itu. Jika itu terjadi, Steven pasti akan meninggalkannya.


" Kau takut pacar mu itu akan meninggalkanmu ? "


Juliet tidak menjawab, ia hanya menatap tajam ibunya. Sarah tersenyum miring.


" Pikirkan Juliet. Sekarang panggilan jobmu semakin berkurang, terlalu banyak model-model cantik pendatang baru. Bila kau tersingkir oleh mereka, maka kau akan kehilangan pekerjaanmu. Dan pacar modelmu itu tidak akan mampu memenuhi biaya hidup kita. Apa kau mengerti sayangku ? "


" Ibu aku..."


" Kau tahukan, bahwa ayahmu sudah tidak bersama kita lagi. Jadi, bila kau yakin ingin hidup miskin, maka kau tidak perlu melakukan rencanaku ini " Tegas ibunya. Juliet terhenyak, ia memikirkan setiap perkataan ibunya.


Apa kata ibunya tadi ? Hidup miskin ?


Hidup miskin tidaklah enak, dan ia tentu saja tidak akan pernah mau menjalaninya.


" Kali ini aku akan melakukan rencana seperti yang ibu katakan "


Sarah tersenyum cerah. " Aku bangga padamu, putriku" Ujarnya.

__ADS_1


To Be Continued....


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2