Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 22


__ADS_3

Pagi harinya.....


Alisa baru terbangun saat pukul enam pagi. Merasa dirinya kedatangan tamu tidak terduga, akhirnya Alisa buru-buru turun dari ranjangnya lalu kemudian berlari masuk ke dalam kamar mandi. Setelah hampir sepuluh menit membersihkan diri di dalam kamar mandi, akhirnya Alisa baru keluar sembari membawa pembalut.


" Perutku sakit sekali " Gerutu Alisa sembari memakai semua perlengkapan wanitanya. Sebenarnya ia tidak ingin masuk kantor hari ini, tapi ya mau bagaimana lagi. Ia tetap harus masuk bekerja karena perusahaan itu bukanlah milik neneng moyangnya. Entah apa yang terjadi tadi malam, ayahnya saja belum mengembalikan ponselnya hingga pagi ini. Dan Alisa merasa malas untuk memikirkan hal tersebut.


Saat ia keluar dari dalam kamarnya, Alisa langsung tersenyum cerah. Ia berlari cepat menuju dapur karena dirinya mencium aroma yang berbeda dari biasanya.


Ini aroma ayam goreng ! Tumben sekali ibu masak ayam, biasanya cuma keciuman aroma telur dan tempe


Alisa berlari menuju dapur dengan tergesa-gesa. Dan belum sempat ia mencapai ruangan dapur, Alisa sudah lebih dulu mendengar suara khas seorang pria dewasa yang sedang berbincang asyik di dapur dengan ayahnya.


Jangan bilang kalau suara itu......


Alisa terus melangkah sambil fokus mendengarkan suara tersebut.


Jangan bilang kalau orang ini adalah......


Dengan cepat Alisa maju, meski jantungnya sudah berdetak sangat kencang. Namun ia tidak peduli, karena akan lebih parah lagi jika ia tidak melihat langsung siapa pria yang sedang mengobrol dengan ayahnya di ruangan dapur.


" KAU.....!! " Teriak Alisa dengan kedua matanya yang melotot besar.


Ayah dan ibunya serta Reyhan langsung menoleh padanya. Alisa sudah mengangkat sebelah tangannya dan menunjuk langsung Reyhan dengan satu jarinya.


" Jangan tidak sopan begitu sayang " Tegur Ema.


" Kenapa dia ada disini bu ? " Alisa menghentakkan sebelah kakinya dengan perasaan kesal luar biasa.


" Ayah yang menyuruhnya untuk datang " Sambung Gunawan. Kontan Alisa langsung melotot pada ayahnya.


" Kenapa ayah harus menyuruhnya datang kemari yah? Ayah sudah melakukan kesalahan " Alisa ingin meraung sendiri dan menjambak rambutnya dengan frustasi.


" Kan keluarga kita sudah lama saling mengenal, ya wajar saja ayah mengundangnya untuk datang kemari. Lagipula sudah lama kita tidak bertemu dengan nak Reyhan. Ya kan bu ? " Gunawan tersenyum kecil sembari menoleh pada istrinya. Ema mengangguk-anggukkan kepalanya dengan setuju.


" Benar yah " Tambah Ema.


" Silahkan dilanjutkan lagi sarapannya nak, jangan hiraukan Alisa. Biarkan saja dia " Ujar Gunawan sambil tersenyum sayang pada Reyhan yang sedang menyuapkan ayam goreng buatan ibu Alisa ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Alisa menggertakkan gigi-giginya dengan geram.


" Kenapa kau tidak sarapan di rumahmu saja " Cecar Alisa.


" Sebenarnya aku sudah akan sarapan tadi pagi di penthouseku, tapi ternyata ayahmu menelponku dan mengatakan ingin sarapan bersama. Mana mungkin aku bisa menolak permintaannya. " Jelas Reyhan sembari mengangkat wajahnya hingga tatapan keduanya saling bertemu.


Alisa menggeram dalam hati. Ia menggertakkan gigi-giginya dengan kuat.


" Pulang sekarang ! Aku tidak mau kau sarapan dirumahku ! " Pekik Alisa dengan sangat kesal.


" Alisa sayang " Tegur ibunya sembari memberi kode dengan menggelengkan kepalanya.


" Bu, suruh dia pulang dari sini....aku tidak mau sarapan pagi dengannya ! " Rengek Alisa sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya.


Reyhan tersenyum kecil. Ia dengan tenangnya melanjutkan sarapannya.


" Duduk saja dan makan Alisa ! " Ujar Gunawan dengan tegas.


" Yah...tolonglah jangan seperti ini. Aku tidak mau makan bersama dengannya " Kembali Alisa memohon pada ayahnya. Reyhan hanya diam sambil menikmati tingkah laku Alisa pagi ini.


" Yah....."


" Duduk sekarang ! " Tegas Gunawan lagi. Dengan kesal dan penuh emosi, Alisa melangkahkan kedua kakinya ke samping kiri ibunya lalu kemudian menarik kasar kursi yang berada di seberang Reyhan. Kini jadilah mereka berdua duduk berhadap-hadapan.


" Sekarang makan, bukankah kau harus segera berangkat bekerja pagi ini. Jadi, tunggu apa lagi kau makan sekarang ! " Perintah ayahnya. Reyhan mengangkat wajahnya dan memandangi Alisa. Tatapan gadis itu benar-benar setajam pisau dapur, namun Reyhan malah menyukai ekspresi itu.


" Makanlah. Kau bisa terlambat datang ke kantorku" Ujar Reyhan.


" Kau....." Geram Alisa sambil menusuk garpunya pada daging ayam yang berada disebelahnya.


" Pakai nasi jangan lupa Al " Peringat ayahnya.


" Aku tahu yah " Sahut Alisa.


Alisa mengunyah makanannya dengan kesal, ia tidak pernah berhenti untuk menatap wajah Reyhan yang terlihat begitu santai di depannya. Pria itu masih berbincang akrab dengan ayahnya. Sedangkan ia sudah seperti macan betina yang bersiap ingin menerkam mangsanya.


" Bagaimana kabar kedua orang tuamu nak Reyhan ?"

__ADS_1


" Baik pak. Akhir-akhir ini mereka jadi sering berlibur keluar negeri bersama "


" Syukurlah. Bapak pernah menghubungi ayahmu saat idul fitri tahun kemarin. Dan untunglah kami masih bisa berbincang seperti dua orang sahabat seperti dulu " Ujar Gunawan. Reyhan tersenyum kecil dan mengangguk.


" Nak Reyhan, boleh bapak bertanya sesuatu ? "


" Boleh pak. Mau tanya apa ? " Reyhan tersenyum ramah. Dan Alisa bisa melihat kembali senyum tulus yang sama seperti Reyhan yang ia kenal dulu. Alisa sedikit merasa terkesima namun beberapa derik kemudian ia langsung menghilangkan perasaan terkesima itu agar menjauh darinya.


" Nak Reyhan sudah punya pacar ? "


Uhuk ! Uhuk !


Alisa langsung tersedak nasi yang masih dikunyahnya. Ia buru-buru mengambil gelas dan menuangkan air putih lalu kemudian dengan cepat meneguknya hingga tandas. Reyhan melirik pada Alisa sejenak, lalu kemudian ia kembali beralih menatap ayah Alisa.


" Bel....."


" Dia sudah bertunangan yah " Potong Alisa. Reyhan langsung melebarkan kedua matanya dan menatap Alisa.


Alisa tidak habis pikir kenapa ayahnya harus mengajukan pertanyaan bodoh seperti ini pada seorang Reyhan. Bukankah tadi malam ia sudah mengatakan kepada ayahnya bahwa ia baru saja pulang merayakan ulang tahun tunangan bosnya. Tapi ya sudahlah, mungkin ayahnya sudah lupa dengan hal itu. Mengingat umur ayahnya yang sudah uzur.


" Oh, jadi nak Reyhan sudah mempunyai tunangan toh" Ulang Gunawan. Nada suaranya terdengar sedikit kecewa. Alisa menyadari hal tersebut.


" Jika kau sudah selesai dengan makananmu, aku ingin ikut denganmu sekalian. Kantor kita kan sama. Apa tidak apa-apa ? " Ujar Alisa sambil berdiri dari kursinya.


Ia sengaja berkata seperti ini, agar dirinya jadi terbiasa dan tidak lagi merasa baper ketika membahas status Reyhan. Biar saja seperti ini ! Ia harus menganggap Reyhan hanya sekedar teman lama dan tidak lebih. Mungkin dengan seperti ini rasa sakit dihatinya akan berkurang. Dan ia harus mencobanya.


" Baiklah. Kita pergi sama-sama " Reyhan juga ikut berdiri.


" Nak Reyhan, apa tidak apa-apa kalian pergi bersama seperti ini ? Apa tunangan nak Reyhan tidak marah? " Tanya ayah Alisa yang juga sudah ikut beranjak dari kursinya.


" Tidak yah, tunangannya sudah tahu jika aku hanyalah asisten pribadinya. Jadi, jangan khawatir " Ungkap Alisa. Kemudian Alisa sudah melangkah lebih dulu melewati ayah dan ibunya serta Reyhan.


" Aku pergi dulu bu, pak " Pamit Reyhan. Lalu setelah itu ia menyusul Alisa keluar.


To be continued....


Happy reading, love you guys 😘

__ADS_1


__ADS_2