Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 29


__ADS_3

Berada di tempat yang sama dengan orang yang masih memiliki kuasa penuh atas hati kita memang bukan suatu hal yang baik. Alhasil acara makan siang itu pun berlangsung sangat lengang, sunyi dan senyap. Hanya Juliet dan Nathan yang sibuk berbicara dengan santainya. Sedangkan Alisa, ia malah jadi tidak berselera untuk memakan nasi goreng babatnya.


" Sudah berapa lama kau bekerja sebagai seorang model ? " Tanya Nathan sembari memotong daging steaknya dengan santai.


" Aku sudah bekerja hampir selama lima tahun "


" Lumayan lama, artinya kau sudah senior disana"


Juliet terkekeh pelan.


" Bisa dibilang begitu. Tapi, masih ada yang lebih senior dariku, namanya Olivia. Dia sudah bekerja disana lebih dari tiga belas tahun lamanya "


" Wow ! Dia pasti seseorang yang hebat " Nathan berdecak kagum.


" Sangat. Dia adalah salah satu panutanku untuk bisa menjadi seorang model profesional "


" Menarik " Nathan tersenyum tipis. Ia menyuapkan daging steak ke dalam mulutnya. Alisa sibuk memperhatikan Nathan yang sedari tadi terus saja melirik padanya. Pria itu sedang mengolok-ngoloknya dengan bahagia.


Gara-gara Nathan, jadinya aku harus makan bersama dengan mereka. Dua manusia yang paling aku hindari.


" Kalau kau Al ingin jadi apa? " Tanya Nathan sembari menatap geli Alisa.


" Ingin jadi diri sendiri " Jawab Alisa dengan ketus. Nathan tergelak di tempat. Sedangkan Reyhan sedari tadi hanya terus diam dan memandangi interaksi Alisa dan Nathan.


" Mungkin maksudmu ingin selalu menjadi seorang bawahan terus " Singgung Juliet. Wanita itu tertawa sinis. Alisa melirik tajam pada orang yang sedang duduk disampingnya. Alisa menggeram dalam hati, mengutuk Juliet yang selalu saja membuatnya geram, emosi, kesal dan ingin berteriak marah. Alisa memejamkan kedua matanya sebentar lalu berujar dengan suara yang lantang.


" Sebenarnya aku sedang berusaha ingin menjadi seorang nyonya besar suatu hari nanti Juliet " Baru kali ini Alisa langsung memanggil nama wanita itu. Terlebih wanita itu pernah menyuruhnya menggunakan embel-embel nona. Alisa mungkin mematuhinya kemarin tapi kali ini ia sepertinya merasa enggan untuk memakai embel-embel tersebut ketika memanggil nama Juliet. Hal itu justru semakin membuat Juliet menjadi wanita yang sombong.


" Hah, nyonya besar katamu. Apa kau sedang bermimpi ? "


Alisa tersenyum dan menggeleng. " Tidak. Aku tidak sedang bermimpi. Malahan aku sedang berusaha"


" Lalu siapa pria yang ingin kau goda hm agar kau bisa mendapatkan posisi itu ? " Juliet tertawa mengejek.


" Nathan. Aku sedang berusaha membuatnya kembali menjadi milikku. Apa kau tidak tahu jika aku pernah menjalin hubungan dengannya ? " Alisa mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Meski berbohong ia tetap harus bersikap sombong pada wanita seperti Juliet. Begitulah isi pikiran Alisa saat ini.


Reyhan ingin sekali menarik tangan Alisa lalu menyeret wanita itu keluar dari dalam restoran saat ini juga. Tapi sayangnya itu hanyalah keinginan yang mustahil.

__ADS_1


" Harusnya kalian berdua mencari meja lain buka disini. Apa kalian tahu jika kalian sangat mengganggu ? Aku sampai tidak bisa berbicara serius dengan Nathan gara-gara kalian "


Tawa sinis berderai dari bibir Juliet. " Kau wanita jelek yang sombong. "


Oh, kau sedang berusaha menghina fisikku. Baiklah. Karena kau sudah berani mengajakku perang aku akan meladenimu dengan senang hati


" Apa kau berani menghapus make up tebal diwajahmu itu hm ? Kurasa akan sangat adil bila kau mengataiku jelek tapi kau tidak memakai hiasan tebal diwajahmu"


Nathan tersenyum. Ia memandangi serius bagaimana seorang Alisa membalas lawannya.


" Kau...." Juliet menggeram pelan.


" Apa kau berani melakukannya ? Hapus make up mu itu. Kurasa kita akan dengan mudah melihat kecantikan alamimu "


" Berani sekali...."


" Juliet, kurasa kita harus pindah ke meja yang lain" Potong Reyhan. Pria itu sudah lebih dulu berdiri. Pria itu sudah bangkit dari kursinya. Juliet mendongak pada Reyhan dengan wajah cemberut. Meski kelihatannya Juliet masih ingin membalas setiap ucapan Alisa namun wanita itu tetap mengikuti ucapan Reyhan. Ia kemudian bangkit dari kursinya sembari melirik tajam pada Alisa.


" Kau belum menang " Desis Juliet. Alisa tersenyum miring sembari mendengus.


" Maafkan kami karena sudah mengganggu makan siang kalian " Ujar Reyhan dengan suara yang datar.


" Oh tidak apa-apa. Kalian sebenarnya tidak mengganggu. Hanya saja mungkin wanitaku sedang berada dalam mood yang kurang baik " Nathan ikut berdiri. Ia tersenyum pada Reyhan dengan santainya.


Wanitaku katanya ! Aku ingin sekali memukul wajahnya sekarang juga. Memangnya dia pikir dia siapa hah ?!


Reyhan mengumpat dalam hati. Ia melirik sekilas pada Alisa yang masih menatap ke arah lain.


" Kalau begitu kami pergi " Reyhan menarik tangan Juliet lalu melangkah cepat meninggalkan meja mereka berdua. Alisa melirik sekilas ke arah tangan Reyhan yang tampak mencengkram erat pergelangan tangan Juliet. Seperti tidak mau kehilangan wanita itu.


Pergi saja sana ! Pergi yang jauh Reyhan Wijaya ! Aku membencimu.


" Kali ini aktingmu luar biasa bagus, Al " Puji Nathan sembari bertepuk tangan.


" Ini semua gara-gara kau Nat ! Kenapa kau menyuruh mereka makan di meja yang sama denganku. Kau tahukan kalau Reyhan itu mantanku " Cecar Alisa sambil menunjuk-nunjuk Nathan dengan pisau steak di tangannya.


" Upss ! Awas pisaunya. Itu berbahaya Al " Nathan terkekeh.

__ADS_1


" Kau takut dengan pisau sekecil ini hm ? " Geram Alisa sembari menggerak-gerakkan benda kecil itu di depan wajah Nathan.


" Aku hanya ingin mengujimu Al. Apa kau bisa bersikap normal dengan mantanmu. Itu saja"


" Tapi kau mengacaukan selera makanku Nat. Kau lihat tadi bagaimana sombongnya tunangannya itu " Alisa menyandarkan punggungnya dengan kesal. Nathan sedikit memajukan tubuhnya. Tersenyum geli sambil menatap kedua mata Alisa.


" Jika kau marah begini, itu artinya kau masih menyimpan rasa dengan mantanmu, Al "


Alisa langsung melotot kesal.


" Diam Nat ! " Bentak Alisa dengan kesal.


" Jadi, kau ingin solusi dariku kan, Al ? "


Alisa langsung terdiam.


" Apa solusinya ? "


Nathan memundurkan tubuhnya dan bersandar di kursi. Ia melipat kedua tangannya di depan dada sembari tersenyum lebar


" Lupakan dia, dan mulailah jatuh cinta dengan pria lain "


Alisa termenung sejenak. Dari sorot matanya, Nathan masih bisa melihat keraguan yang dalam dari sana. Alisa adalah tipe wanita yang setia, ia tidak mudah jatuh cinta pada pria lain. Dan Nathan tahu akan hal itu hanya dengan menatap kedua mata wanita itu.


" Apa aku bisa? "


Nah, apa katanya tadi !


" Kau bisa Al, aku akan membantumu "


" Dengan cara ? " Alisa menaikkan kedua alisnya. Nathan tersenyum singkat. Ia kembali memajukan tubuhnya, hingga wajahnya lebih dekat dengan Alisa. Matanya menatap serius kedua bola mata Alisa. Nathan tersenyum pelan dan berujar dengan suaranya yang dalam.


" Jatuh cintalah padaku Al "


To be continued...


Happy reading, love you guys 😘

__ADS_1


__ADS_2