Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 37


__ADS_3

Alisa menoleh marah pada Reyhan yang sudah bangkit berdiri. Ia memang menendang rusuk kanan pria itu dengan cukup kuat hingga membuat Reyhan terguling. Itu karena ia terlalu kaget saat dirinya masuk ke dalam kamar Reyhan yang ternyata tidak terkunci. Sebelumnya ia sudah menelpon ponsel Reyhan beberapa kali namun tidak diangkat. Ia ingin meminta Reyhan menemaninya keluar untuk membeli obat sakit perut. Saat masuk ke kamarnya, Alisa langsung merasa perutnya kram. Ia menghubungi Reyhan beberapa kali namun pria itu sama sekali tidak mengangkat panggilannya. Akhirnya Alisa memutuskan untuk mendatangi kamar pria itu. Namun saat ia tiba di depan pintu kamar pria itu, Alisa langsung dibuat kaget karena ternyata Reyhan tidak mengunci pintu kamarnya.


Masih ada celah kecil yang terlihat dari pintu tersebut. Merasa penasaran Alisa akhirnya mendorong perlahan pintu tersebut dan betapa terkejutnya ia saat melihat Reyhan sedang menindih tubuh seorang wanita yang berpakaian sangat minim. Hatinya langsung terbakar dan kepalanya seketika berasap. Tanpa basa-basi lagi ia langsung menerjang masuk dan menendang Reyhan dengan kekuatan penuh.


" Kau......" Desis Reyhan. Tubuhnya masih membara namun kali ini kewarasannya sedikit terbantu karena ia masih merasakan rasa sakit pada rusuk kanannya.


Alisa tidak berkata apa-apa, ia langsung melangkah maju lalu kemudian menarik sebelah telinga Reyhan.


" Aww ! Sa....sakiiiiit ! Al ! " Pekik Reyhan. Alisa tidak mempedulikan teriakan kesakitan Reyhan. Ia menyeret pria itu masuk ke dalam kamar mandi. Lalu dengan cepat sebelah tangan Alisa memutar kran shower hingga air mengucur deras dari shower. Reyhan dan Alisa yang sama-sama berada dibawah Shower sama-sama basah kuyup.


Alhasil Reyhan yang masih merasa panas disekujur tubuhnya dalam sekejab langsung merasa kedinginan karena air shower yang mengucur deras membasahi puncak kepalanya.


" Sekarang kau sudah sadar hm ? " Desis Alisa dengan geram. Reyhan mengusap kasar wajahnya yang telah basah oleh air shower. Akalnya telah kembali normal, dan efek obat perangsang itu perlahan-lahan mulai berkurang.


" Lepaskan tanganmu dari telingaku ! " Reyhan menepis sebelah tangan Alisa dari telinganya hingga jemari Alisa yang mencengkram kuat telinganya terlepas.


" Ah, sakit sekali " Ringis Reyhan sambil mengusap kasar sebelah telinganya.


" Kau hampir saja berbuat nista pada wanita murahan itu Rey. Telat sedikit, kau sudah ternoda " Ujar Alisa sambil menatap Reyhan dengan jengkel. Saat ia tengah menatap wajah Reyhan entah kenapa kedua matanya yang suci perlahan turun meneliti keadaan Reyhan yang sedang berdiri tepat di hadapannya saat ini. Bahu yang lebar, dengan otot yang besar dan kulit yang kecoklatan berhasil membuat jantung Alisa berdentum hebat.Reyhan bergerak menyugar rambut basahnya kebelakang. Alisa malah kepanasan.


Cepat kabur Al ! Kau bisa saja hilang waras jika terlalu lama mengamati tubuhnya !


Mereka berdua masih berbicara dibawah guyuran air shower. Hingga kemudian Alisa lebih dulu berjalan pergi meninggalkan Reyhan. Barulah Reyhan menoleh dengan panik ke arah wanita itu.


" Kau mau kemana ? " Teriak Reyhan sambil mematikan kran shower dengan cepat.


" Mengganti pakaianku. Mana perutku sakit lagi " Balas Alis dengan berteriak. Ia buru-buru melarikan diri dari Reyhan. Ia tidak mau pria itu melihat wajahnya yang memerah malu.


Reyhan buru-buru keluar dari dalam kamar mandi mengejar Alisa. Namun wanita itu sudah lebih dulu keluar dari dalam kamarnya. Akhirnya Reyhan segera menghubungi karyawan resort lalu meminta mereka membawakan susu hangat untuknya. Beberapa menit berlalu, seorang pria muda bersetelan rapi datang ke kamarnya dengan membawa pesanannya. Reyhan langsung menyambar minuman yang dipesannya lalu meneguknya hingga tandas. Begitu pria itu pergi dari kamarnya, Reyhan langsung mengganti pakaiannya kemudian melangkah keluar menuju kamar Alisa.


" Buka pintunya Al ! " Reyhan menggedor-gedor pintu kamar Alisa dengan kuat.


" Al ! Buka pintunya ! " Teriak Reyhan lagi. Alisa yang baru selesai mengganti pakaiannya langsung melangkah ke arah pintu lalu membukanya.

__ADS_1


" Apa lagi ? "


" Perutmu masih sakit ? " Tanya Reyhan. Alisa mengangguk pelan.


" Kita pergi ke rumah sakit sekarang juga " Reyhan menarik lembut lengan Alisa.


" Tidak perlu ke rumah sakit Rey, aku hanya mengalami kram perut saja "


" Aku tahu. Tapi tetap saja kita harus pergi sekarang juga. Aku tidak mau karyawanku kenapa-kenapa "


" Baiklah. Tunggu sebentar, aku ambil jaket dulu "


" Biar aku saja " Reyhan masuk dengan cepat lalu mengambil jaket milik Alisa yang ada diatas meja rias.


" Terima ka...."


Kata-kata Alisa terhenti di udara saat kedua tangan pria itu sudah bergerak cepat memasangkan jaket tersebut ke tubuhnya. Alisa terdiam mematung di tempat. Ia hanya menatap lama wajah Reyhan yang tampak sedikit panik. Begitu Reyhan akan menarik keatas ritsleting jaketnya Alisa langsung menahan tangan pria itu dengan cepat.


" Biar aku saja Rey " Cegah Alisa. Reyhan mengangkat wajahnya, hingga tatapan mereka saling beradu.


" Terima kasih sudah mau membantuku, Rey " Alisa menunduk lalu tangan-tangannya sibuk menarik naik ritsleting jaketnya.


" Justru aku yang harusnya mengucapkan terima kasih padamu, Al " Sela Reyhan. Alisa tersenyum sekilas, ia kemudian lebih dulu berjalan melewati Reyhan. Pria itu mengikutinya.


Setelah menunggu antrian selama sepuluh menit, akhirnya Alisa dan Reyhan mendapat giliran untuk bertemu langsung dengan dokter. Alisa berbaring diam di ranjang saat dokter tersebut memeriksanya. Sebelas menit berlalu, akhirnya Alisa dan Reyhan baru keluar dari ruangan dokter tersebut.


" Perutku kenapa Rey ? "


" Kau hanya terlalu kenyang, hal itu membuat otot perutmu menegang. Makanya kau merasakan rasa kram " Reyhan tersenyum geli.


" Kau pikir ini lucu hah? Perutku sedang sakit dan kau malah tertawa " Protes Alisa.


" Kau sakit perut itu karena kesalahanmu sendiri Al. Memangnya aku yang menyuruhmu makan sebanyak itu " Reyhan melipat kedua tangannya di depan dada. Mengangkat dagunya saat kedua matanya masih memandang geli Alisa. Sambil mendengus kasar, Alisa pergi meninggalkan Reyhan yang justru menertawainya.

__ADS_1


Malam semakin larut, Alisa yang merasa perutnya sedikit membaik justru mengajak Reyhan untuk berjalan-jalan di pantai. Meski angin malam terasa sangat sejuk namun mereka berdua tetap mampu melangkah tanpa memakai alas kaki.


" Aku tidak tahu apa yang akan terjadi tadi, jika kau tidak datang ke kamarku " Reyhan lebih dulu membuka obrolan malam mereka. Alisa yang sibuk memandangi hamparan bintang-bintang langsung menoleh ke arah Reyhan.


" Kau akan berakhir dengan tidur bersama wanita yang tidak dikenal. Dan Juliet pasti akan membencimu lalu pertunangan kalian akan batal "


" Terima kasih sudah tiba tepat waktu " Ujar Reyhan dengan tulus.


Alisa tersenyum kecil. Ia menarik nafas sebentar. Alisa tiba-tiba menghentikan langkah kakinya. Reyhan langsung menoleh dengan tatapan terkejut.


" Ada apa ? "


" Rey " Panggil Alisa. Dahi Reyhan berkerut dalam.


" Bolehkah aku meminta hadiah padamu ? "


" Jadi, kau membantuku karena kau menginginkan hadiah dariku ?


Alisa mengangguk sambil tersenyum kecil. Reyhan pun ikut tersenyum.


" Katakan saja kau ingin hadiah apa. Aku bisa membelikan tas, baju atau sepatu mahal yang kau inginkan "


" Maukah kau memaafkan kesalahanku dulu ? " Sela Alisa dengan cepat. Reyhan menatapnya.


" Aku....." Reyhan menatap Alisa dengan sendu.


" Tenanglah Rey, aku hanya memintamu memaafkanku bukan mencintaiku " Canda Alisa. Wanita itu terkekeh pelan.


" Aku memaafkanmu Al. Tapi......" Reyhan tiba-tiba menarik sebelah tangan Alisa. Membuat Alisa tersentak maju. Sontak Alisa langsung terkejut luar biasa. Jantung Alisa tiba-tiba langsung berdentum kuat. Alisa nyaris pingsan saat gerakan berikutnya menghantam perasaannya. Membuat tekadnya hancur berantakan seketika itu juga.


" Maukah kau jatuh cinta lagi padaku " Bisik Reyhan sembari mencium lembut pipi kiri Alisa.


Hancur ! Hancur sudah ! Tidak ada harapan lagi bagiku untuk melupakan keberadaannya.

__ADS_1


To be continued.....


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2