Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 50


__ADS_3

Alisa melirik ponselnya yang berada di atas meja riasnya. Ia memang sengaja mematikan ponselnya itu agar tidak ada seorang pun yang bisa menghubunginya. Ia butuh sendirian, mengobati lebam di pipinya sekaligus menjauhi kedua pria yang sudah berhasil membuatnya pusing kepala. Ia tidak pernah menyangka jika Reyhan dan Nathan akan bertengkar karenanya.


" Apa ada yang sedang mencoba menghubungiku ya? Apa Reyhan mengkhawatirkanku ? Aish ! Bodo amat Al, memang kau sebegitu penting baginya " Gerutu Alisa sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya. Alisa sebenarnya merasa senang bila Reyhan mengkhawatirkan dirinya tapi ia hanya merasa gengsi untuk mengakui kenyataan tersebut. Baginya jual mahal itu jauh lebih berharga daripada jual perumahan. Sungguh ironis !


Alisa berjalan mondar-mandir didekat jendela kamarnya. Sebelah tangannya masih memegang satu kantong es batu yang ia gunakan untuk meredam lebam di pipinya.


" Kalau bukan karena si pengganggu itu wajahku pasti akan baik-baik saja sampai hari ini " Alisa menggerutu kesal.


" Bagaimana pipimu nak ? " Tanya Ema yang tiba-tiba sudah membuka pintu kamar putrinya. Ema berjalan masuk sambil membawa makanan untuk putrinya.


" Masih sedikit sakit bu " Keluh Alisa sembari berjalan menghampiri ibunya yang ternyata sudah membawa nampan berisi sarapan. Ema meletakkan nampan itu di meja rias putrinya. Saat menoleh pada Alisa senyum geli langsung terlihat dari garis bibirnya.


" Bagaimana perasaanmu sayang, saat ada dua pria tampan berusaha memperebutkanmu ? "


" Heh, mereka tidak memperebutkanku bu. Mereka memang saling tidak menyukai satu sama lain. Ketika Nathan menjadi rekan bisnis Reyhan, kurasa dari sanalah permusuhan di mulai. Karena setiap perusahaan besar itu selalu bersaing bu. Mereka berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan keuntungan yang besar setiap harinya. " Jelas Alisa panjang lebar. Ema tersenyum kecil. Ia berjalan menghampiri putrinya lalu duduk di samping Alisa.


" Ibu ingin bertanya satu hal padamu ? "


" Apa itu bu ? " Alisa menoleh cepat. Terlihat gemelut tanya di kedua manik indah itu.


" Kau masih mencintainya kan ? "


Alisa langsung tersentak kaget. Manik indahnya itu langsung berubah terkejut. Ia tidak menyangka ibunya akan bertanya tentang perasaannya. Alisa merasa bingung harus menjawab apa, ia tidak bisa berpikir sama sekali.


Apa aku masih mencintainya ?


Alisa menatap jauh ke depan. Pandangannya menerawang hingga melewati jendela kamarnya. Bertanya pada hatinya sendiri, masihkah ia sangat mencintai seorang Reyhan Wijaya?

__ADS_1


Kau....masih sangat mencintainya


" Sadar bodoh ! " Umpat Alisa dengan tiba-tiba. Ia nyaris berteriak saat mengatakan kedua suku kata itu.


" Kau kenapa nak ? " Ema langsung berdiri sambil menatap putrinya dengan wajah terkejut. Alisa berdiri kaku di depan ibunya. Ia baru menyadari jika umpatannya bahkan sudah terdengar langsung oleh ibunya.


" Aku tidak mencintainya bu ! Aku sudah berhasil melupakannya ! Jangan tanyakan pertanyaan seperti itu lagi padaku bu ! " Teriak Alisa sambil berlari keluar dari dalam kamarnya. Ema hanya bisa menggeleng pelan melihat tingkah putri semata wayangnya itu. Alisa dengan cepat melewati ruang tamu lalu membuka pintu depan dengan suara jantungnya yang memburu cepat.


Sambil berkacak pinggang Alisa memejamkan kedua matanya lalu menarik nafas dalam-dalam.


" Aku belum gagal. Masih ada kesempatan untuk melupakannya " Gumam Alisa yang berusaha menenangkan diri dengan berdiri di depan pintu rumahnya. Ia merasa tidak terima jika sampai dirinya gagal melupakan Reyhan. Alisa tahu bahwa dirinya harus berusaha lebih keras lagi. Tidak gampang putus asa lalu kemudian menyerah begitu saja. Meskipun Reyhan pernah mengancamnya dengan pemecatan namun sampai sekarang dirinya masih bisa bertahan. Usahanya ini patut di apresiasi bukan ?


" Kau berencana ingin melupakan siapa ? "


Tunggu. Suara siapa itu ?


" Ka....kau ! " Pekik Alisa dengan kaget.


" Siapa yang ingin kau lupakan Al ? "


Alisa melotot kaget, ia masih belum bisa menjawab pertanyaan Reyhan. Sungguh membagongkan ketika kau sedang memikirkan seseorang dan tiba-tiba dengan cepat orang itu sudah langsung berdiri di hadapanmu saat itu juga. Alisa tercenung sejenak.


" Jika yang kau maksudkan itu adalah melupakanku. Maka, lupakan saja Al. Karena kau tidak akan bisa melakukannya sampai kapanpun " Terang Reyhan dengan wajah datarnya.


" Percaya diri sekali ! Kau hanyalah seseorang yang tidak penting bagiku. Akan sangat mudah bagiku untuk melupakanmu ! " Alisa menggeram tertahan. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


Reyhan melangkah maju dengan santainya. Tersenyum miring sambil sedikit menundukkan wajahnya.

__ADS_1


" Aku tahu kau masih menyimpan rasa padaku Al. Jangan mencoba berbohong " Bisik Reyhan dengan suara beratnya. Alisa langsung melotot marah, ia mendorong cepat tubuh Reyhan hingga membuat pria itu sedikit terdorong kebelakang hingga menciptakan sedikit jarak diantara mereka.


" Aku tidak pernah berbohong ! Kau hanyalah bagian masa laluku yang sudah lama ku kubur ! " Teriak Alisa dengan marah. Ia sudah tidak bisa bersabar lagi saat menghadapi sikap Reyhan. Pria itu semakin membuatnya kesulitan setiap waktu. Mulai mendekatinya padahal saat pertemuan pertama mereka, Reyhan sempat mengabaikannya bahkan menolaknya untuk diterima bekerja di perusahaan.


Alisa tahu bahwa rencana awalnya sudah sangat salah. Ia pikir dirinya akan bisa melupakan Reyhan dengan terbiasa berada disekitar pria itu. Namun ternyata ia salah besar. Justru dengan keberadaannya disekitar Reyhan membuat semua perasaannya semakin kacau.


" Cukup Al ! Kau tidak perlu memaksakan diri untuk melupakanku " Bentak Reyhan sembari melangkah cepat lalu memegang kedua bahu Alisa dan sedikit mengguncangnya. Kedua mata Alisa tidak berhenti menatap wajah Reyhan yang kini sedang berada di atas kepalanya. Alisa tidak mengerti kenapa Reyhan selalu terlihat sangat tampan dalam mode apapun. Entah pria itu sedang marah, sedih ataupun bahagia. Alisa yakin bahwa dirinya memang sudah jatuh terlalu dalam.


Namun tidak bisakah ia merangkak naik ke permukaan ? Meninggalkan Reyhan dan mencintai pria lain. Melupakan semua kenangan manis mereka lalu menikah dan hidup bahagia dengan pria lain. Alisa berharap dirinya bisa melakukannya. Alisa masih terdiam sambil menatap lama kedua mata Reyhan yang tampak berkilau.


" Aku tahu Al. Kau masih mencintaiku hingga saat ini. Oleh karena itu....." Reyhan memegangi pundak Alisa dengan begitu lembut. Mereka saling bertatapan untuk beberapa detik berlalu.


" Katakan bahwa kau masih mencintaiku, maka aku tidak akan pernah merasa ragu untuk memperjuangkanmu Al " Ungkap Reyhan dengan suara yang dalam dan serius. Alisa diam mematung dengan jantung yang berdebar kencang. Rasanya sekarang hanya mereka berdua yang berada di dalam dataran bumi saat ini. Tidak ada siapapun hanya mereka saja.


" Al...." Panggil Reyhan dengan pelan. Seketika Alisa langsung melebarkan kedua matanya. Menahan nafasnya sejenak. Mencoba menatap Reyhan kembali.


" A...a..aku....aku......"


" Kau tidak perlu menjawab pertanyaan dari pria yang akan segera menikah Alisa " Sela seseorang dari balik punggung Reyhan.


" Ibu !! Kenapa ibu ada disini ? " Tanya Reyhan dengan wajah yang sangat terkejut. Reyhan tidak pernah menyangka jika ibunya akan mengikutinya sampai ke rumah Alisa.


Alisa merasa kedua kakinya langsung lemas seketika. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.


" Ibu datang untuk menjemputmu pulang, karena Juliet tunanganmu sedang menunggu dirumah " Ujar ibunya Reyhan sembari memandangi Alisa.


To be continued.....

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2