Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 52


__ADS_3

Hampir setengah jam lamanya Alisa berjongkok di depan kandang nemo. Mengusap perlahan bulu lebat nemo. Anak-anak nemo berlarian kesana kemari terlihat begitu bahagia.


" Aku mencampakkannya nemo. Aku berkata bahwa aku tidak lagi mencintainya. Aku juga mengatakan jika aku akan segera menikah. Dan aku....." Suara Alisa terhenti begitu saja. Ia terisak pelan di depan nemo. Alisa memejamkan kedua matanya dengan begitu erat. Namun tetap saja air matanya selalu mengalir , membasahi kedua pipinya. Alisa menarik nafas panjang sambil menarik nemo ke dalam dekapannya.


" Aku mengundurkan diri dari perusahaannya. Aku tidak akan bekerja lagi dengan majikan yang telah membuangmu nemo " Alisa terisak sembari memeluk kucing berbulu lebat itu. Ia berusaha keras menahan suara tangisannya agar tidak terdengar oleh kedua orang tuanya. Mereka sudah lebih dulu tertidur.


Alisa masih menangis sendirian. Ia sudah terlalu lama menahan air matanya. Sejak kejadian siang tadi, Alisa baru bisa menangis sepuasnya saat dirinya sudah berada di dalam kamar mandi. Namun rasanya ia belum puas menumpahkan seluruh air matanya hingga sekarang ia harus kembali menangis.


" Sebenarnya aku memang sulit melupakannya nemo. Dia adalah pria paling baik yang pernah aku temui. Dia penyayang, dia sangat perhatian dan dia selalu peduli denganku secara diam-diam. Aku sangat sangat menyukainya huaaaa !! "


Nemo yang hanyalah seekor kucing tidak bisa berbuat banyak. Kucing malang itu hanya sibuk mengeong tanpa bisa memberikan solusi untuk Alisa yang sedang patah hati.


Suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu terdengar begitu nyaring. Makan malam romantis yang harusnya dilalui dengan bahagia terlihat sangat sepi dan lengang. Seperti tidak ada aktivitas yang berarti sehingga suara sendok dan garpu pun terdengar begitu nyaring saat ini. Reyhan menatap malas makanan yang ada di dalam piringnya saat ini. Semua orang sudah hampir menghabiskan makanan mereka namun Reyhan baru memasukkan beberapa sendok makanan saja ke dalam mulutnya.


" Apa makanan ini tidak sesuai dengan seleramu, sayang ? " Tanya Juliet dengan penuh perhatian.


" Tidak sayang, aku hanya merasa kenyang "


" Tapi dari tadi siang kau belum makan apapun sayang. Apa kau sedang sakit ? " Juliet sibuk meletakkan sebelah tangannya di dahi Reyhan.


" Aku baik-baik saja " Reyhan menyingkirkan sebelah tangan Juliet dengan perasaan risih.


Ibu dan ayah Reyhan memandangi keduanya. Wijaya tampak mengerutkan dahinya.


" Apa ada masalah dikantormu ? " Wijaya meletakkan sendok dan garpunya. Ia menatap putranya dengan lebih serius.


" Tidak ada masalah apapun di kantor yah. Aku hanya merasa tidak berselera untuk makan malam kali ini. Maafkan aku "


Lina hanya memandangi putranya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Sedangkan Wijaya, ia kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda.


" Kau sudah selesai kan ? " Tanya Reyhan pada Juliet. Wanita itu mengangguk cepat. Reyhan tersenyum sekilas lalu berdiri. Juliet mengikutinya, wanita itu ikut berdiri.

__ADS_1


" Aku akan mengantarmu pulang "


" Kenapa buru-buru sayang. Ini kan baru jam 9 malam. Aku masih ingin mengobrol dengan ibu dan ayahmu" Tolak Juliet. Reyhan memejamkan kedua matanya dengan malas. Juliet memang seorang wanita yang sangat ahli mengambil hati ibunya. Namun ia tidak akan tinggal diam, Reyhan harus memaksa Juliet agar mau meninggalkan rumahnya.


" Aku butuh istirahat sayang. Jika kau tidak kuantar sekarang, maka kemungkinan aku tidak bisa mengantarmu pulang ke rumah. Karena kurasa aku ingin tidur lebih awal malam ini "


" Juliet bisa menginap disini " Sela ibunya Reyhan


Juliet tampak berpikir sejenak, dahi wanita itu berkerut dalam.


" Maafkan aku bu, sepertinya aku tidak bisa menginap malam ini. Besok ada jadwal pemotretan sampai sore. Sebenarnya aku ingin tapi sepertinya lain kali saja bu" Jelas Juliet. Wanita itu buru-buru mengambil tas tangannya lalu berniat menggandeng lengan Reyhan. Namun belum sempat tangan Juliet sampai di lengannya, Reyhan sudah lebih dulu melangkah.


" Kami pergi dulu " Ucap Reyhan sembari melewati kedua orang tuanya. Ia hanya berhenti sejenak di depan ayahnya dan menunduk hormat. Lalu setelah itu, Reyhan sudah melanjutkan langkahnya meninggalkan Juliet yang tampak terkejut.


" Juliet pamit pulang bu " Ujar Juliet sambil tersenyum dan menyalami ibunya Reyhan.


" Iya sayang, hati-hati ya " Lina tersenyum sayang pada calon menantunya itu.


" Apa ada masalah sayang ? Kenapa kau jadi pendiam begini ? " Setelah berpikir keras, akhirnya Juliet berhasil melontarkan pertanyaan pada tunangannya itu.


" Tidak ada sayang, aku hanya sedang malas untuk melakukan apa-apa saat ini "


" Termasuk hanya untuk sekedar mengobrol denganku? " Juliet sedikit menunduk untuk melihat ekspresi wajah calon suaminya itu.


Reyhan mendesah malas sembari memutar setir mobil ke arah kanan.


" Aku tidak tahu harus membahas apa denganmu "


" Ya, yang seperti biasanya. Hari ini kau terlihat berbeda sayang. Kau tidak bertanya apa aku sudah makan, ingin pergi kemana atau bertanya mengenai kabarku hari ini. Kau tidak melakukannya sama sekali hari ini sayang "


Reyhan memejamkan kedua matanya dengan frustasi. Pikirannya sedang kusut hari ini ditambah lagi dengan Juliet yang tiba-tiba menjadi cerewet dan banyak bertanya. Ia benar-benar ingin berteriak marah sekarang juga.

__ADS_1


" Sayang....." Panggil Juliet.


Oh Tuhan ! Bahkan panggilan sayangnya membuatku muak !!


" Sayang, tidak maukah kau menceritakan sesuatu padaku hm ? "


" Juliet ! Bisakah kau berhenti merengek seperti ini hah?!! " Bentak Reyhan dengan wajah yang merah padam.


" Kenapa kau tiba-tiba membentakku. Aku hanya bertanya, apa itu salah ?! " Ujar Juliet dengan suara yang sedikit naik.


" Berhenti bertanya " Desis Reyhan sembari menekan pedal gas lebih dalam lagi.


" Aku tidak mengerti kenapa kau tiba-tiba berubah seperti ini. Turunkan aku disini ! " Ujar Juliet sambil memukul tas tangannya di bahu Reyhan.


" Jangan mengujiku Juliet " Desis Reyhan berusaha menahan sabar.


" Turunkan aku disini ! Kau tidak dengar ! " Bentak Juliet.


Spontan Reyhan langsung menginjak rem dengan mendadak hingga membuat mereka berdua sama-sama terdorong cukup keras ke arah dashboard mobil.


" Apa kau sudah gila hah?! " Raung Juliet dengan marah.


Reyhan hanya mengedikkan dagunya ke arah pintu mobil sembari berujar pelan.


" Bukankah kau meminta turun disini? Sekarang, turunlah "


Juliet menggeram marah, dengan kasar wanita itu keluar dari dalam mobil lalu menutup pintu mobil dengan kuat hingga berdentum nyaring.


" Sungguh sangat merepotkan " Gumam Reyhan lalu kembali menyalakan mesin mobilnya.


To be continued.....

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2