Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 17


__ADS_3

Alisa masuk ke dalam restoran, ternyata ada banyak meja yang sudah terisi penuh oleh banyak orang. Sembari melangkah Alisa mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru, mencari meja nomor dua yang disebutkan oleh Reyhan. Ia sedikit mengalami kesusahan untuk menemukan meja itu karena terlalu ramainya orang yang berada di dalam restoran. Alisa terus melangkah, melewati meja nomor sepuluh, sebelas, lalu lima belas kemudian delapan.


" Dimana meja nomor dua, kok tidak ketemu? " Gumam Alisa sambil terus melangkah di antara banyaknya orang yang sedang duduk bersama keluarga atau pasangan mereka.


" Disini meja nomor dua mbak " Ujar seseorang. Sontak Alisa langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara.


" Nathan ! " Pekik Alisa. Pria itu sudah langsung mengumbar senyum manisnya. Alisa langsung melebarkan kedua matanya dengan terkejut. Ia meneliti pakaian yang Nathan kenakan saat ini. Pria yang ditemuinya di bus waktu itu adalah pria yang mengenakan jaket jeans dan T-****. Namun Penampilan Nathan kali ini jauh berbeda dari yang biasanya. Pria itu memakai setelan jas berwarna hitam dengan jahitan yang super rapi. Mengkilap, dengan tambahan dasi yang dijepit dengan jepitan kecil yang pastinya mahal, berwarna gold. Penampilan Nathan persis seperti seorang eksekutif muda.


" Apa kau rekan bisnis itu ? " Tanya Alisa masih dengan rasa terkejut luar biasa. Belum menjawab pertanyaan Alisa, Nathan sedang meneguk air putih di dalam gelasnya.


" Duduklah dulu Al. Kau terlihat begitu terkejut melihatku " Nathan terkekeh kecil. Dengan perlahan Alisa menarik kursi di sebelah pria itu lalu kemudian duduk. Ia masih memandangi Nathan dengan teliti.


" Ini benar meja nomor dua " Gumam Alisa sembari melirik pada papan nomor berukuran kecil dengan bentuk persegi panjang yang ada diatas meja.


" Ini memang meja nomor dua " Ulang Nathan. Ia memandangi Alisa dengan senyum lebarnya.


" Jadi, kaulah rekan bisnis Reyhan. Mengaku sekarang Nat " Cecar Alisa sambil menunjuk Nathan dengan tatapan menyelidik. Nathan menggenggam jari telunjuk Alisa dengan lembut. Alisa memandangi perlakuan Nathan padanya.


" Memang aku Al. Apa kau kaget ? "


Bugh !


" Aw ! " Nathan meringis kecil sembari tertawa geli. Alisa memukul kepala Nathan dengan shoulder bagnya.


" Dasar pembohong keji ! Aku kira kau benar-benar pengangguran Jamet ! " Pekik Alisa dengan kesal. Nathan malah tertawa geli.


" Kau puas karena berhasil membohongi orang lain hm ? Kau senang melihat wajah bodohku percaya dengan semua ucapanmu ! Kau memang...." Alisa hendak kembali memukuli Nathan. Namun Nathan sudah lebih dulu mencengkram lembut pergelangan tangannya. Alhasil sebelah tangannya yang memegang shoulder bag menggantung di udara.


" Maafkan aku Al. Aku senang melihatmu percaya pada perkataanku. Memangnya jika aku berbicara jujur saat kita bertemu pertama kali, kau akan mau berteman denganku " Ujar Nathan sambil tersenyum.


" Hah ! Tentu saja aku langsung mau berteman denganmu. Siapa juga yang tidak mau berteman dengan pengusaha muda sepertimu " Akui Alisa dengan jujur. Nathan tergelak.

__ADS_1


" Hahaha ! Kau jujur sekali "


" Aku memang jujur tidak sepertimu yang suka membohongi orang " Seloroh Alisa. Tak lama Nathan berhenti tertawa. Ia semakin menarik pergelangan tangan Alisa hingga membuat Alisa tersentak kaget karena tubuhnya tertarik ke depan. Jarak mereka jadi semakin dekat.


" Lalu...apa kau juga mau menjadi pacarku ? " Tanya Nathan.


Alisa langsung melebarkan kedua matanya. Nathan menatapnya dengan serius. Suasana disekitar mereka tiba-tiba berubah sunyi. Selama beberapa detik berlalu Alisa hanya terdiam sedangkan Nathan masih memasang wajah seriusnya.


" Tidak mau ! Kau suka berbohong, aku akan menjadi wanita yang malang jika mau menerima tawaranmu itu" Alisa menarik tangannya hingga terlepas. Anthan tersenyum lebar.


" Kalau begitu sayang sekali. Aku sudah sangat berharap "


" Teruslah berbohong jamet "


" Nathan " Ralatnya sambil menatap geli Alisa.


" Suka-suka aku jamet " Alisa tertawa geli.


" Selamat sore Bapak Nathan Abiyu Wicaksono " Reyhan muncul tiba-tiba di depan Alisa dan juga Nathan. Mereka berdua sama-sama mendongak. Nathan berdiam sejenak sambil membenarkan kerah jasnya. Ia kemudian berdiri lalu dengan cepat menjabat tangan Reyhan sambil tersenyum. Sedangkan Alisa malah mengambil buku menu dan membukanya dengan santai.


" Selamat sore Bapak Reyhan Wijaya. Senang bisa bertemu degan anda. Tampaknya pembicaraan bisnis kita akan lebih menyenangkan kali ini " Ujar Nathan dengan penuh wibawa. Reyhan menggenggam erat tangan pria di depannya saat ini. Wajahnya terlihat dingin dan datar.


Siapa pria ini ? Kenapa dia terlihat begitu mengenal Alisa ?


Sebelum ia menyapa keduanya, Reyhan sudah lebih dulu melihat interaksi mereka berdua dari jauh. Alisa bahkan dengan santainya memukul kepala Nathan dengan tasnya. Mereka berdua terlihat tertawa bersama. Persis dua orang yang sudah sangat akrab. Ia akui bahwa dirinya hampir kehilangan kendali dan berniat maju lalu menarik Alisa agar menjauh namun, tangan Juliet yang menggandengnya berhasil menahan tubuhnya agar tetap ditempat dan tidak berlari cepat kesana.


" Aku Juliet "


" Senang bisa mengenal anda nona Juliet. Anda terlihat begitu sempurna " Puji Nathan sambil menerima uluran tangan dari wanita yang ia tahu adalah tunangan dari seorang pengusaha sukses Rayhan Wijaya.Reyhan bahkan pernah mengundangnya untuk datang ke acara pertunangan itu, yang diselenggarakan di Inggris. Namun karena saat itu jadwalnya masih sangat sibuk jadinya ia tidak bisa hadir disana.


Rayhan melirik sekilas pada Alisa yang masih dengan santainya melihat buku menu.

__ADS_1


" Kenapa kau tidak berdiri ? " Tegur Reyhan. Semua orang langsung terkejut dan menatap Reyhan. Alisa juga langsung mengangkat wajahnya dan menatap Reyhan.


" Oh maaf Pak ! Saya terlalu terlena melihat semua menu makanan ini. Mereka terlihat enak semua " Ujar Alisa dengan polos. Ia terkekeh kaku lalu kemudian buru-buru berdiri lalu menjabat tangan Nathan.


" Senang bisa mengenal anda, Bapak Nathan " Ujar Alisa sambil mencebikkan bibirnya. Nathan tersenyum geli.


" Kenapa kau tidak menyebutnya dengan nama panjangnya? Kau pikir kau berteman dengannya"


" Heh ! " Alisa langsung mengerutkan dahinya. Ia tidak tahu nama panjang Nathan. Tadi ia memang sempat mendengar Reyhan memanggil Nathan dengan nama panjangnya tapi ia sudah lupa. Sedari tadi ia hanya sibuk memantau buku menu makanan. Alisa melirik pada Nathan lalu memberi kode lewat matanya. Nathan terkekeh kecil.


" Nathan Abiyu Wicaksono " Beritahu Nathan.


" Ah, Nathan Abiyu Wicaksono. Um....maaf maksud saya Bapak Nathan Abiyu Wicaksono " Ujar Alisa.


" Anda terlihat luar biasa nona Alisa. Aku menyukai anda "


" Oh terima kasih banyak Pak " Alisa terkekeh geli sembari menutup mulutnya. Reyhan menggeram tertahan.


" Saya rasa akan lebih baik jika kita segera membicarakan bisnis kita Bapak Nathan " Sela Reyhan. Alisa langsung melepaskan jabat tangannya. Nathan menoleh pada Reyhan. Pria itu kemudian tersenyum tipis.


" Tentu saja Bapak Reyhan Wijaya. Saya tahu anda adalah pebisnis yang handal. Akan lebih baik kita segera membicarakan kerjasama kita " Ujar Nathan.


Kau sebenarnya siapa ? Kenapa kau mengenal Alisa?


Reyhan menarik sedikit sebelah sudut bibirnya. Tersenyum miring. Menatap tajam Nathan yang juga sedang menatapnya saat ini.


Aku akan mencari tahu seperti apa hubungan kalian berdua !


Gumam Reyhan lagi. Tapi hanya didalam hatinya.


To be continued...

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2