Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 15


__ADS_3

Suara ketukan sepatu Alisa terdengar begitu cepat. Bagaimana tidak, ia sedang mempercepat langkah kakinya mengikuti Reyhan dari belakang. Pria di depannya berjalan sangat cepat, sampai-sampai Alisa hampir beberapa kali jatuh tersandung. Kedua tangannya membawa banyak tumpukan kertas yang menutupi sebagian wajahnya.


" Bagikan kertas-kertas itu pada mereka semua " Ujar Reyhan pada Alisa begitu mereka memasuki ruangan rapat.


Alisa bergerak cepat melewati Reyhan lalu mulai melaksanakan perintah pria itu. Ia membagikan semua kertas-kertas yang ia bawa kepada setiap orang yang duduk di meja panjang.


" Kau boleh keluar dari sini " Tegas Reyhan. Alisa buru-buru berjalan hendak membuka pintu namun suara Reyhan kembali terdengar


" Tapi....tunggu aku di depan pintu "


" Baik pak " Setelah itu Alisa keluar dan menutup pintu.


Alisa melipat kedua tangannya di depan dada, berdiri dengan heels lima sentimeternya. Menunggu dalam diam seperti yang Reyhan pesan tadi. Meski hatinya menggerutu kesal, tapi ia tetap melaksanakan perintah pria masa lalunya. Tepat satu jam sudah ia menunggu di depan pintu. Tadinya ia sudah berdiri lalu duduk, kemudian berdiri lagi namun rapat belum juga selesai.


" Apa yang dilakukan pria itu didalam sana. Lama sekali sih " Gerutu Alisa. Ia sudah duduk kadang juga berdiri. Kakinya sudah terasa pegal karena terlalu lama berdiri.


" Alisa ! " Suara yang menggelegar terdengar dari dalam ruangan. Sontak Alisa langsung terkejut sembari mengusap dadanya. Menoleh kebelakang dengan panik, dan wajah tegas menyeramkan langsung terlihat jelas.


" Iya pak "


" Kau tuli ! " Bentak Reyhan. Alisa langsung melotot.


" Aku memanggilmu ! " Kembali Reyhan membentaknya.


Alisa menarik nafas panjang sejenak, menatap Reyhan dengan geram. Tapi hanya di dalam hati.


" Iya pak. Saya dengar " Jawab Alisa setelah ia merasa cukup tenang dan tidak berapi-api.


Reyhan mendengus tidak suka. Dengan cepat pria itu memalingkan wajahnya ke arah lain. Sedangkan Alisa, ia hanya menatap Reyhan dengan mata yang dibesar-besarkannya. Saat Reyhan memutar kepalanya dan tatapan pria itu kembali padanya. Alisa buru-buru mengembalikan sorot matanya kembali pada keadaan yang normal. Sudut bibirnya tertarik sedikit, hanya sekedar memberikan senyum tipis.


" Jika kau mendengarku, kenapa kau tidak masuk kedalam sesegera mungkin ? " Reyhan mengangkat dagunya dengan angkuh.


" Bapak hanya baru memanggil saya sekali kan pak ?"


" Saya bertanya padamu. Tugasmu menjawab pertanyaan saja bukan malah mengajukan pertanyaan"


Mulai mencari gara-gara kau ya. Rasanya aku ingin mengecup bibirnya yang cerewet itu. Oh no !!


Alisa, kau ingin melupakannya bukan. Jangan lakukan hal konyol itu ! Lagipula kau akan akan berdosa jika mencium pria yang bukan suamimu .


Alisa mengusap dadanya perlahan.


" Kau sedang mencoba bersabar hm ? " Ujar Reyhan.


" Apa salahnya pak. Sabar itu penting pak "


" Jangan menceramahiku " Sela Reyhan. Alisa memejamkan kedua matanya sejenak. Lalu ia kembali menatap Reyhan dan tersenyum.


" Jadi pak, apa yang anda butuhkan ? Beritahu saya, biar saya kerjakan sekarang juga. Karena tampaknya kita sudah menghabiskan waktu selama beberapa menit hanya untuk mendiskusikan hal ini "


" Masuk ke dalam dan bersihkan ruangan rapat sekarang juga " Reyhan menunjuk dengan jari telunjuknya yang panjang. Alisa tersenyum tipis.

__ADS_1


" Baiklah " Alisa hendak berjalan masuk ke dalam ruangan. Namun Reyhan menahan bahunya. Alisa berhenti lalu menoleh pada pria itu.


" Ada lagi pak ? "


" Jangan harap kau bisa bekerja disini dengan tenang. Aku aka......."


" Saya tahu. Lakukan sepuasmu hingga rasa dendammu berkurang padaku, Al " Potong Alisa sambil tersenyum. Reyhan tercengang, kedua matanya menegang. Alisa bisa melihat pertentangan di kedua mata tersebut. Entah apa yang dipikirkan oleh pria itu sekarang ini.


" Saya harus membereskan ruangan ini pak " Alisa melepaskan tangan Reyhan dari bahunya. Kemudian ia berjalan masuk meninggalkan Reyhan dengan cepat.


Reyhan masih terdiam seorang diri. Mengelola perasaanya yang mulai berdentum aneh. Ada sedikit rasa menyesal karena telah mengucapkan hal seperti ini pada Alisa. Bagaimanapun mereka pernah menjadi dua orang yang sangat dekat dulu. Tak lama Reyhan menggeleng cepat lalu kemudian pergi dari tempat berdiri.


Kau tidak boleh memunculkan perasaan itu lagi, Rey


Gumamnya sambil melangkah cepat menjauh dari ruangan rapat.


Alisa mengambil semua kertas yang berserakan di atas meja. Dengan menggerutu kesal ia menyingkirkan semua benda yang ada di dalam ruangan besar tersebut. Reyhan memang berniat menyiksanya, buktinya ruangan rapat ini seperti tempat yang digunakan untuk praktek kesenian. Dipenuhi dengan kertas-kertas, pensil berserakan lalu spidol dan botol mineral berserakan dimana-dimana.


" Benar-benar pendendam. Aku tidak menyangka kau akan menjadi pria pendendam bee " Alisa berhenti sejenak. Ia memejamkan matanya dengan erat.


" Lupakan panggilan itu Al. Kau sudah bertekad melupakannya bukan. Sekarang, tatap sampah-sampah ini dan bereskan semua " Rutuk Alisa pada dirinya sendiri. Ia kembali melanjutkan kegiatannya hingga kemudian Alisa selesai melakukan semua itu hanya dalam beberapa menit saja.


Alisa melangkah senang menuju ruangan teman barunya, Mirna. Si sekretaris Reyhan.


" Sibuk ? " Wajah Alisa muncul dari celah pintu yang dibuka sedikit. Mirna yang sedang menatap layar komputer langsung menoleh.


" Tidak " Jawab Mirna sembari tersenyum.


" Masuk saja Al tidak perlu bertanya " Mirna terkekeh kecil. Alisa langsung masuk kedalam dengan membawa satu kantong plastik berwarna putih yang berisi snack ringan.


" Apa itu ? " Mirna mengedikkan dagunya kearah kantong plastik yang dibawa oleh Alisa. Wanita itu tersenyum.


" Snack untuk teman mengobrol. Aku membelinya di toko depan " Beritahu Alisa.


" Tadi kau kemana ? Aku lihat kau pergi bersama bos besar " Mirna mengambil satu bungkus snack lalu membukanya.


" Menemaninya rapat " Alisa juga membuka satu bungkus snack. Ia bersandar dengan nyaman dikursi. Duduk bersila di atas kursi.


" Rapat pun harus ditemani. Manja banget. Biasanya dia tidak pernah ditemani siapapun "


Alisa mengangguk pelan.


" Ya, aku pun awalnya heran. Tapi setelah aku tahu bahwa tugasku adalah membersihkan ruangan rapat, jadinya aku tidak merasa keheranan lagi "


" Kau membersihkan ruangan rapat ? "


" Iya "


" Kau ini sebenarnya asisten pribadinya atau hanya seorang office girl ? " Mirna tertawa pelan.


" Kedua-duanya Mir " Alisa tersenyum.

__ADS_1


" Eh apa kau tahu berita hari ini hm ? "


" Tahu. Artis yang kawin lagi itu kan ? "


" Yaelah bukan " Mirna tergelak.


" Lalu apa ? "


Mirna memasukan snack kedalam mulutnya sebentar.


" Anak-anak kantor pada cerita kalau tunangan pak bos kepergok sama salah satu karyawan disini sedang jalan-jalan sama cowok di pusat perbelanjaan "


" Tunangan Reyhan ? "


" Hush ! Pak bos Al. Kau bisa mendapatkan masalah jika memanggilnya begitu " Tegur Mirna. Alisa langsung tersadar.


" Maksudku tunangan pak Reyhan. Jadi benar pak Reyhan sudah bertunangan ? "


" Emang benar Al. Tunangannya itu seorang model terkenal. Namanya Juliet "


" Juliet " Alisa mengulangi dengan suara yang pelan.


" Iya. Dia sangat tinggi, modis, cantik lagi Al. Kita-kita ini gak ada bandingnya. Ibarat dia adalah bulan dan kita adalah batu kerikil, Al "


" Iya, kau benar Mir " Ujar Alisa dengan suara yang terdengar sedikit sedih. Mirna langsung mengerutkan dahinya dengan dalam.


" Kenapa kau terlihat sedih begitu Al ? " Tanya Mirna. Sontak Alisa langsung mengangkat wajahnya dan menatap kedua mata Mirna.


" Tidak kok " Alisa menggeleng panik.


" Jangan bilang kau menyukai pak Reyhan "


" Tidak ! Aku tidak menyukainya ! " Elak Alisa sembari menggeleng panik.


" Jangan berharap Al, kita tidak akan bisa mengalahkan Juliet "


" Hai Mirna ! Reyhan ada ? " Suara seorang wanita yang sudah sangat dikenal oleh Mirna tiba-tiba bergabung di dalam obrolan mereka. Keduanya sama-sama menoleh ke arah pintu dan.....


" Hai Juliet ! Masuk saja keruangannya, Pak Reyhan ada di dalam " Ujar Mirna sambil tersenyum pada wanita bersurai panjang yang sedikit diwarnai dengan warna caramel.


Luar biasa cantik, dia seperti seorang bidadari. Kulit wjaahnya seperti porselen. Mulus dan mengkilap. Apalah dayaku !!!


Gumam Alisa di dalam hatinya.


Alisa terpaku menatap Juliet. Wanita itu sudah berbalik dan pergi. Alisa hanya menatap punggung wanita itu yang berlekuk indah karena terbalut dress ketat berwarna hitam dan sepatu heels mutiaranya yang mengetuk lantai dengan elegan.


Jika dia Juliet itu berarti.....Reyhan adalah Romeo. Hah, kenapa mereka terlihat cocok !!! Apa mereka berjodoh ?


Teriak Alisa di dalam hati.


To be continued....

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2