Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 20


__ADS_3

Alisa mematikan motornya di depan sebuah pagar besi berukuran besar dan tinggi. Pagar itu menjulang megah berbentuk seperti sayap-sayap burung yang sedang mengepak. Alisa melepaskan helmnya, mengaitkannya pada stang motor lalu kemudian ia berdiri di depan penthouse itu sembari berkacak pinggang. Kepalanya ia dongakkan ke arah bangunan mewah berlantai dua tersebut.


" Kaya sekali dia. Setelah lima tahun berlalu pun kau masih tetap menjadi manusia kaya raya. Coba saja kau miskin, kau tidak mungkin bisa menyuruhku dengan sesuka hati untuk datang kemari " Gumam Alisa. Ia dengan cepat melangkah ke arah penthouse itu lalu menekan bel yang berada disamping pintu pagar.


Beberapa detik Alisa menekan tombol tersebut hingga kemudian pintu pagar itu pun bergeser otomatis. Tanpa menunggu lama Alisa melangkah masuk dan tidak mempedulikan kondisi hatinya sama sekali.


" Aku tidak suka lagi padanya, aku tidak menyukainya lagi. Aku bisa melupakannya " Gumam Alisa sambil terus melangkah menuju penthouse Reyhan. Jarak antara penthouse dan pagar rumah itu lumayan jauh. Reyhan benar-benar membangun penthouse yang memiliki halaman begitu luas. Disepanjang perjalanan kalimat itulah yang selalu Alisa gumamkan.


Tanpa perlu harus banyak bicara, pintu penthouse sudah terbuka lebar, Alisa melangkah masuk ke dalam. Memutar kepalanya dengan pelan untuk mengamati setiap sudut bagian dari penthouse yang dimiliki oleh Reyhan. Semua perabotan dan desain memang dibuat secara khusus. Level kekayaan pria itu berada di level tertinggi. Sungguh menakjubkan !


" Lewat sini nona " Ujar seorang pelayan wanita yang sudah menyambutnya di dekat tangga melingkar. Alisa mengangguk pelan, ia kemudian mengikuti pelayan tersebut menaiki tangga itu hingga sampailah ia di depan pintu besar yang menjulang tinggi.


" Silahkan masuk nona, tuan Reyhan sudah menunggu anda " Si pelayan wanita itu tersenyum pada Alisa sembari membuka pelan pintu Jati berukir tersebut. Saat pintu terbuka, seketika itu juga Alisa langsung melebarkan kedua matanya.


" Selamat ulang tahun Juliet ! " Sorak orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut. Alisa mematung di tempat, ia berdiri kikuk seperti orang linglung.


Jadi, Reyhan ingin aku melihat acara ulang tahun tunanangannya.


Alisa menggertakkan gigi-giginya dengan geram.


" Kau sudah datang rupanya " Itu suara Reyhan. Alisa buru-buru menatap ke arah sumber suara. Tampak Reyhan sedang tersenyum padanya.


" Sayang, kau mengundangnya juga ? " Tanya Juliet yang sedang berdiri tepat disamping Reyhan. Wanita itu mengenakan longdress berwarna merah muda yang dihiasi dengan mutiara kecil yang tampak berkilau.


" Iya sayang. Aku mengundangnya untuk datang kemari karena kupikir aku harus memperkenalkannya di depan keluargamu agar mereka semua tahu bahwa Alisa adalah asisten pribadiku. Dia boleh datang dan pergi sesuka hati dari penthouseku " Jelas Reyhan. Semua keluarga Juliet tampak mengangguk-angguk kecil.


" Aku tahu Rey, kau mengundangnya untuk datang kemari agar kami tahu jika dia adalah asisten pribadimu. Jadi, tidak akan ada yang berprasangka buruk padamu. Mengingat kau sudah bertunangan dengan Juliet. " Ujar sepupu Juliet.


" Kau memang selalu pintar, Jamie " Ungkap Reyhan sambil melirik sekilas pada Alisa yang masih terdiam di depan pintu.


Oh jadi itu maksudnya dengan mengundangku untuk datang ke acara ini. Pria aneh

__ADS_1


Gumam Alisa.


" Tentu saja bro " Jamie langsung tertawa.


" Silahkan duduk Alisa " Jamie melambai sambil tersenyum ramah. Sontak Alisa langsung menoleh pada pria muda yang bernama Jamie.


" Iya " Alisa melangkah maju sambil meremas kedua tangannya dengan gugup. Ia sempat menunduk untuk melihat pakaiannya sendiri. Luar biasa memalukan. Semua orang yang hadir disini memakai pakaian yang bagus sedangkan dirinya....Oh Tuhan ! Alisa ingin berguling-guling sambil menangis. Dirinya saat ini hanya mengenakan celana tidur panjang dan jaket tebal yang membungkus tubuh mungilnya.


" Aku Alisa "


" Aku Jamie, sepupu Juliet " Jamie menyambut uluran tangan Alisa.


" Maaf, jika pakaianku tidak sopan begini " Ujar Alisa setelah ia duduk disamping Jamie.


" Oh, tidak apa-apa. Kau terlihat cantik Al " Jamie mengedipkan sebelah matanya.


" Hahaha ! " Alisa tertawa kaku mendengar rayuan Jamie.


Tampaknya pria bernama Jamie ini menderita mata rabun.


" Hai Alisa ! Aku Jordan. Aku adiknya Juliet " Pria itu mengulurkan tangannya. Alisa langsung menyambut uluran tangan tersebut dengan cepat.


" Senang bisa mengenalmu Jordan " Balas Alisa sembari tersenyum.


Lalu kemudian satu persatu keluarga Juliet memperkenalkan diri pada Alisa. Hanya saja Alisa tidak melihat ibu dan ayah Juliet ada diacara putrinya.


" Hm...kemana orang tuamu Jordan ? " Tanya Alisa dengan suara yang pelan. Juliet dan Reyhan sedang asyik berbincang.


" Mereka sudah meninggal Al "


" Oh Tuhan ! Maafkan aku Jordan. Aku tidak bermaksud untuk....."

__ADS_1


" Tidak apa-apa Al. Aku dan kakakku sudah terbiasa dengan hal ini. Santai saja " Potong Jordan. Pria muda itu terkekeh kecil.


" Juliet dan Jordan sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak lama Al. Kedua orang tua mereka meninggal dalam kecelakaan mobil. Waktu kejadian naas itu Juliet masih berumur delapan tahun sedangkan Jordan baru saja berumur empat tahun. Aku benar kan Jor ? " Tanya Jamie sambil menepuk bahu Jordan. Alisa memandangi Jordan dengan tatapan sedih.


" Kau benar sepupu " Sahut Jordan.


" Hei ! Jangan menatapku seperti itu ! " Tegur Jordan sambil tertawa geli. Sontak Alisa langsung terkejut sendiri.


" Kau tidak perlu merasa kasihan dengannya Al, sekarang Jordan telah menjadi pria yang hebat. Dia adalah seorang pebisnis muda. Padahal usianya masih delapan belas tahun "


" Wah, kau muda sekali. Harusnya kau memanggilku kakak " Gurau Alisa.


" Kau akan terlihat tua jika aku memanggilmu begitu" Jordan tertawa pelan.


" Kan aku memang sudah tua " Seloroh Alisa.


" No ! Kau terlihat masih muda manis " Sela Jamie sembari mengedipkan kedua matanya dengan genit


" Abaikan saja dia. Sepupuku ini memang seorang playboy. Dia suka sekali merayu wanita, Al " Celetuk Jordan.


Alisa terkekeh kecil.


" Sudah terlihat dari wajahnya. Sepertinya aku memang harus berhati-hati padanya "


" Harus Al " Sambung Jordan.


Alisa mengambil makanan yang ia sukai, ia tidak merasa malu lagi karena ada Jamie dan Jordan yang ternyata sangat ramah. Mereka berbincang dengan sangat seru hingga Alisa sejenak melupakan keberadaan Reyhan yang ternyata sedang sibuk menatapnya dari jauh.


Dia tidak pernah berubah, selalu sama seperti dulu. Ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja. Kenapa kau harus sama seperti dulu, Al ? Kenapa kau tidak berubah menjadi wanita yang jahat ?


Reyhan bergumam dalam hatinya. Ia sendiri malah tidak terlalu fokus dengan apa yang dibicarakan oleh Juliet. Mungkin jika Alisa berubah menjadi wanita yang jahat, akan lebih muda bagi Reyhan untuk melupakan wanita itu. Namun sayangnya hal itu tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Ia justru semakin tertarik pada Alisa. Dan rasanya masih saja besar seperti dulu.

__ADS_1


To be continued.....


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2