Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 36


__ADS_3

Reyhan dan Alisa duduk bersama dengan para wanita juga pria yang merupakan teman sekaligus kerabat pria Brazil itu. Reyhan hanya makan sedikit saja setelah itu ia terlihat lebih banyak menghabiskan jus jeruk hingga makan malam berakhir. Alisa yang memang selalu doyan makan, merasa begitu kekenyangan hingga perutnya sedikit membuncit dan tegang.


" Makanannya enak-enak semua, aku sampai kekenyangan begini " Gumam Alisa di tengah perjalanan. Mereka berdua sedang berjalan menuju kamar mereka. Alisa dan Reyhan mendapatkan kamar masing-masing. Dan hal itu atas permintaanya Alisa. Reyhan yang berada di samping Alisa hanya diam saja.


" Kau baik-baik saja Rey ? " Tanya Alisa saat melihat Reyhan yang diam. Namun pria itu tampak berkeringat. Alisa masih setia mengamati perubahan pria disampingnya.


" Aku baik-baik saja. Tapi, aku merasa sedikit kepanasan " Jawab Reyhan sambil melepaskan jaket hitamnya.


" Kau kepanasan sedangkan aku merasa dingin sekali Rey " Sambung Alisa dengan dahi yang berkerut dalam. Reyhan tidak berbicara lagi.


" Kau sakit Rey ? " Terdengar nada khawatir dari pertanyaan Alisa. Reyhan tidak menjawab sama sekali. Alisa mulai heran dengan sikap Reyhan yang berubah tiba-tiba.


Saat mereka sudah tiba di depan pintu kamar mereka masing-masing. Reyhan lebih dulu membuka pintu kamarnya lalu masuk begitu saja. Alisa sampai tercenung di depan pintu untuk beberapa detik.


" Dia kenapa ya ? " Gumam Alisa dengan bingung.


" Ah, sudahlah. Mungkin dia memang sedang galau memikirkan tunangannya " Ujar Alisa lagi. Lalu setelahnya ia masuk ke dalam kamarnya.


Reyhan berjalan sempoyongan, ia belum pernah merasa aneh begini seumur hidupnya. Rasa panas, seperti terbakar. Tubuhnya menegang dan aneh. Reyhan melepaskan kaos di tubuhnya ke sembarang arah. Ia berjalan ke arah jendela, membukanya dengan lebar hingga angin malam masuk begitu saja. Namun rasa panas ditubuhnya tetap saja tidak berkurang.


" Akh ! Ada apa denganku ! " Raung Reyhan. Ia hendak melangkah ke arah kamar mandi dan berniat mengguyur tubuhnya. Namun tiba-tiba pintu kamarnya terbuka begitu saja. Reyhan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda dengan tubuh semampai berjalan masuk sambil tersenyum padanya. Wanita itu mengenakan pakaian yang sangat terbuka. Sontak Reyhan langsung melangkah cepat ke arah wanita muda itu.


Tubuhnya semakin terbakar, Reyhan menggeram keras. Ia menarik cepat lengan wanita itu hingga membuat tubuh langsing itu menabrak tubuhnya.


" Kau siapa hah ? " Tanya Reyhan sambil menggeram tertahan. Wanita itu terkekeh pelan lalu mengusap bahu Reyhan yang tidak terlindungi apapun karena pria itu sudah membukanya barusan.


" Aku tahu kau pasti menginginkanku " Bisik wanita itu dengan nada merayu. Reyhan semakin merasa panas. Ia bahkan sudah sulit mengontrol isi kepalanya. Pikiran-pikiran liar mulai memenuhi kepalanya. Reyhan semakin merasa terbakar dan panas.

__ADS_1


" Ya, ya aku rasa aku memang membutuhkanmu" Ujar Reyhan dengan suara yang sedikit gemetar. Wanita itu malah semakin merapatkan tubuhnya pada Reyhan.


" Kakau begitu tunggu apalagi tuan. Kau boleh memiliku malam ini " Bisik wanita itu. Reyhan menggeram sebentar lalu dengan cepat mengangkat tubuh wanita itu dan membantingnya ke atas ranjang miliknya.


Reyhan tahu ini salah, tapi ia tidak mampu mengontrol tubuhnya sendiri. Ia membutuhkan sesuatu yang liar dan panas. Reyhan membutuhkan pelampiasan saat ini juga. Wanita itu tersenyum sambil menatap Reyhan yang tampak semakin kepanasan.


" Kau pasti merasa kepanasan hm ? "


" Sialan ! " Umpat Reyhan. Namun anehnya ia menyukai belaian tangan wanita itu.


" Aku bisa meredakan panas tubuhmu sayang " Wanita itu merangkul leher Reyhan. Dengan nafas yang memburu Reyhan masih menatap lama wajah wanita dibawah tubuhnya. Lama kelamaan wajah itu mulai berubah menjadi Alisa. Reyhan menggeleng beberapa kali. Jantungnya memompa semakin cepat. Reyhan sudah hampir kehilangan akalnya.


Ia kembali memandangi wajah itu. Dan lagi-lagi wajah Alisa yang terlihat disana.


" Kau nyata ? " Desis Reyhan.


" Aku menginginkanmu Al "


Wanita itu mengerutkan dahinya, namun ia tetap berusaha mengusap lembut tubuh Reyhan. Mister Ronald sudah memerintahkannya untuk membuat adegan paling liar dengan pengusaha muda ini. Ia juga mendapatkan kunci kamar pria itu dari Mister Ronald. Ia tidak peduli siapa itu Al, yang ia pedulikan adalah uang yang Mister Ronald tawarkan padanya jika ia berhasil melakukan tugas ini. Wanita murahan itu tersenyum pada Reyhan. Tangan-tangannya meluncur dari leher Reyhan. Turun ke arah celana jeans yang Reyhan kenakan.


" Biarkan aku membantumu untuk melepaskannya " Ujar wanita itu dengan membuai. Kewarasan yang Reyhan miliki masih tersisa sedikit. Reyhan mencengkram kasar sebelah tangan wanita itu lalu menariknya ke atas dan menahannya di samping kepala wanita itu.


" Apa yang kau lakukan ? " Reyhan menggeram kasar. Tubuhnya semakin berkeringat.


" Membantumu mengurangi panas ditubuhmu sayang"


Tiba-tiba wanita itu mengangkat kepalanya sedikit dan mengecup singkat bibir Reyhan. Seperti terkena aliran listrik yang kuat. Reyhan langsung merasa tubuhnya merespon sentuhan tersebut. Apalagi saat sentuhan itu diberikan oleh Alisa. Reyhan langsung menarik cepat kedua tangan wanita itu dan membawanya melewati kepala wanita. Ia menekan kedua tangan halus itu dikasur. Reyhan mencium kasar leher mulus wanita itu. Akal sehat Reyhan benar-benar sudah hilang karena obat perangsang yang dimasukkan ke dalam jus jeruk yang ia minum saat acara makan malam bersama.

__ADS_1


Reyhan masih terus mencium kasar leher wanita itu. Gerungan kasar keluar dari bibirnya. Ia merasa semakin terbakar. Tubuhnya merespon cepat semua kegiatan yang sedang mereka berdua lakukan saat ini. Wanita itu tidak tinggal diam, bibirnya sibuk mendesah. Reyhan menyatukan kedua tangan wanita itu lalu mencengkramnya dengan satu tangannya. Sebelah tangannya turun menyusuri leher wanita itu lalu semakin turun hingga menyentuh gundukan lembut yang masih terbalut gaun ketat. Begitu Reyhan akan meremas gundukan itu tiba-tiba sebuah tendangan kuat berhasil menggagalkan isi pikiran Reyhan.


" Reyhan ! " Teriak Alisa.


Bugh !


Tubuh Reyhan langsung terguling ke sebelah ranjang. Wanita murahan itu langsung memekik kaget.


" Apa yang kau lakukan hah ?! " Teriak Alisa dengan kedua matanya yang sudah melotot besar.


" Kau siapa Hah?! " Alisa melompat naik ke atas ranjang lalu menjambak rambut wanita murahan yang masih berbaring di ranjang Reyhan.


" Aaaaa ! Sa.....sakit....lepaskan ! Lepaskan rambutku !" Raung wanita itu dengan bahasa Brazilnya. Alisa hanya tahu bahwa teriakan wanita itu menandakan bahwa wanita yang sedang ia tarik rambutnya saat ini sedang kesakitan. Bukannya melepaskan Alisa semakin kuat menjambak wanita tersebut.


" Beraninya kau menggoda tunangan orang lain ! " Pekik Alisa dengan suara yang menggelegar. Ia sudah seperti macan betina yang siap menghukum wanita-wanita liar di Brazil. Ia menyeret wanita itu turun dari ranjang Reyhan.


Reyhan yang tadinya sempat kehilangan kewarasannya mulai perlahan berdiri. Rusuk kanannya terasa sangat sakit. Alisa sudah menyeret wanita berpakaian seksi itu keluar dari dalam kamar Reyhan.


" Menyingkir dari kamar ini, wanita sialan ! " Pekik Alisa sambil mendorong kuat wanita itu hingga wanita cantik itu jatuh tersungkur ke lantai.


" Jika kau masih ingin hidup, kusarankan kau untuk pergi dari sini ! " Ujar Alisa dengan bahasa Indonesianya. Ia tidak peduli meski ia tahu wanita itu tidak mengerti ucapannya. Alisa hendak menutup pintu kamar namun kedua matanya menangkap satu heels wanita itu yang tertinggal di dalam kamar Reyhan. Alisa mengambil cepat heels tersebut lalu kemudian ia berbalik dan melemparkannya ke arah wanita itu hingga mengenai kening wanita Brazil yang masih terduduk di lantai


" Aww ! " Pekik wanita itu sambil mengusap keningnya.


" GET OUUUUUUUT !!! " Teriak Alisa yang hanya mengerti dua suku kata itu dalam bahasa inggris.


To be continued......

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2