Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 43


__ADS_3

Alisa berlari cepat keluar dari dalam kamarnya berharap ayah dan ibunya belum mengetahui kedatangan Reyhan si pengacau. Namun apa yang ia harapkan sungguh tidak pernah terjadi. Reyhan justru baru saja di persilahkan masuk oleh ayahnya.


" Yah ! " Pekik Alisa. Ketiga orang itu langsung menoleh. Tampak Reyhan memasang wajah santai sedangkan ayahnya sendiri sudah melototkan kedua matanya dengan besar.


" Tenanglah sayang " Sela Ema. Ibunya sudah lebih dulu maju lalu menahan lengannya.


" Bu...Kenapa dia harus dipersilahkan masuk begitu saja ? " Alisa mengusap wajahnya dengan gusar.


" Memangnya ada masalah hah ? Ayah yang berhak menentukan siapa yang boleh masuk ke rumah dan tidak " Sela Gunawan. Reyhan menarik sebelah sudut bibirnya ke atas.


" Yah, apa yang sudah ayah lakukan malam ini salah. Ayah tidak boleh membiarkan tunangan wanita lain bermalam disini. Akan ada banyak masalah nantinya. Aku tidak mau ! " Protes Alisa. Ia melototkan kedua matanya pada Reyhan. Berharap pria itu akan merinding takut.


" Tidak akan ada masalah Al. Lagipula Reyhan sudah ayah anggap seperti anak ayah sendiri. Dari kecil, kau dan dia sudah bersama-sama. Tidak akan ada yang mempermasalahkan hal ini. Kau paham "


Alisa menggeleng panik. Ia mencoba melepaskan kedua tangan ibunya yang melilit di lengannya.


" Pokoknya Alisa tidak mau dia ada disini yah. Dia harus pulang "


Alisa menatap tajam Reyhan lalu kemudian satu telunjuknya bergerak sedikit naik.


" Dan kau pulang ke rumahmu ! " Usir Alisa. Ia menunjuk wajah Reyhan dengan tatapan yang membara.


Plak !


" Aw ! " Ringis Alisa.


" Dasar anak tidak tahu di untung ! Bisa-bisanya kau bertingkah tidak sopan pada atasanmu sendiri " Gunawan menepuk tangan putrinya yang terulur kedepan sedang menunjuk wajah Reyhan.


" Ayah ! " Alisa menghentak-hentakkan sebelah kakinya dengan kesal.


" Sudahlah sayang, biarkan saja. Lagipula tidak baik bersikap seperti ini pada tamu "


" Bu, bantu Alisa " Rengek Alisa sambil menoleh pada ibunya. Ema hanya memejamkan kedua matanya lalu mengangguk pelan. Dengan perasaan kesal luar biasa Alisa akhirnya membalikkan tubuhnya lalu pergi begitu saja. Ia berjalan dengan menghentak-hentakkan kedua kakinya dengan kuat hingga suara lantai rumah yang dipijaknya terdengar seperti orang yang sedang menabuh genderang perang.


" Lihat, dia tidak sopan sekali. Sungguh bukan seorang wanita yang lemah lembut " Gumam Gunawan sambil berdecak kesal.


" Sudahlah pak biarkan saja dia. Nanti juga dia akan kembali normal seperti biasanya " Ujar Reyhan sambil terkekeh pelan.


" Kau benar nak, dari dulu sifatnya memang tidak pernah berubah. Kau pasti sudah sangat memahami karakternya "


Reyhan mengangguk. " Ya, dia memang tidak pernah berubah " Reyhan terkekeh pelan.

__ADS_1


" Masuk dan duduklah nak Reyhan. Mengobrol dulu sama bapak. Ibu buatin minum untuk kalian"


" Iya bu. Maaf merepotkan "


" Ah, tidak apa-apa nak Reyhan. Ibu justru merasa senang kalau nak Reyhan mau berkunjung kemari "


Saat ketiga orang diruang tamu sedang asyik mengobrol, Alisa malah berjalan mondar-mandir. Ia benar-benar merasa frustasi karena kedatangan pria itu. Sambil menggigit kuku-kuku jarinya. Alisa kembali keluar dari kamarnya. Berniat mengintip keadaan ketiga orang yang tampaknya sudah sepakat untuk menjadi lawannya. Kedua orang tuanya yang seharusnya mendukung niatnya untuk melupakan pria itu malah berkomplotan dengan Reyhan.


" Mereka membicarakan apa ? " Gumam Alisa sambil melirik posisi aman yang bisa di jadikan tempat persembunyiannya. Antara ruang tamu dan ruang dapur dirumahnya memang hanya dibatasi oleh satu tirai. Dan Alisa yang baru saja keluar dari kamarnya langsung berlari cepat menuju dapur lalu bersembunyi di balik tirai.


" Nak Reyhan, apa Alisa sering menyusahkanmu ? Apa dia bekerja asal-asalan di perusahaanmu ? " Tanya Gunawan.


" Tidak pak, dia bekerja dengan sangat baik "


" Syukurlah " Gunawan mendesah lega.


" Bapak kira dia akan membuat kekacauan di perusahaanmu. "


" Tenanglah pak. Dia tidak akan berani melakukan hal-hal yang merugikan di kantorku "


" Jika dia bertingkah tidak sopan padamu tolong di maafkan ya nak " Tambah Ema. Reyhan kembali tersenyum dan mengangguk. Alisa menyipitkan kedua matanya saat melihat ekspresi kesenangan dari Reyhan.


" Aku tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka bicarakan " Gumam Alisa. Rasanya ia ingin melompat kesana dan duduk di depan mereka semua andai ia punya kekuatan yang tidak bisa di lihat oleh orang. Tapi faktanya ia hanyalah seorang manusia biasa yang mana wujudnya bisa di lihat dengan jelas oleh orang lain.


Dia menguping heh. Dasar anak nakal


Reyhan kembali menatap ibu dan ayahnya Alisa. Berpura-pura seolah dirinya tidak mengetahui dimana wanita itu bersembunyi. Alisa masih menampakan sedikit kepalanya dari balik tirai. Berharap ia bisa menangkap sedikit saja obrolan dari ketiga orang yang bersekongkol untuk menyulitkan hidupnya.


" Sayang, kenapa kau hanya berdiri disana saja ! " Ujar Reyhan tiba-tiba dengan suara yang nyaring. Sontak Alisa langsung terlonjak kaget. Ema dan Gunawan juga sama kagetnya seperti Alisa saat mendengar Reyhan memanggil putri mereka dengan sebutan sayang.


" Kau sedang apa disana ? " Tanya ayah Alisa. Senyum kecil terulas dari wajah ayahnya. Alisa yang kaget setengah mati tidak begitu menyadari ekspresi bahagia ayahnya. Ia keluar dari balik tirai, menyibak benda panjang itu dengan kasar. Alisa bahkan tidak sempat menjawab pertanyaan ayahnya lebih dulu. Ia sudah melangkah cepat menuju Reyhan dan kedua orang tuanya.


" Kau bilang apa tadi hah ? " Tanya Alisa dengan kedua matanya yang melotot besar. Reyhan malah terkekeh geli seolah wajahnya saat ini terlihat lucu. Alisa menggeram marah.


" Kau bilang apa tadi Reyhan Wijaya ?! " Kali ini suara Alisa naik satu oktaf.


" Aku hanya bertanya kenapa kau hanya berdiri disana. Itu saja " Sahut Reyhan. Alisa menggeleng cepat, sambil memejamkan kedua matanya.


" Bukan yang itu. Yang sebelumnya lagi. Kata sebelum kalimat pertanyaanmu ini " Ujar Alisa. Garis bibirnya tertarik mengencang, merasa geram dengan sikap Reyhan yang semakin hari semakin menyebalkan.


" Yang mana ? " Tanya Reyhan pura-pura tidak mengerti. Ia memasang senyum geli. Reyhan tidak menyangka jika Alisa semakin tampak lucu jika sedang dalam mode marah.

__ADS_1


" Yang sayang, kau bilang sayang kan barusan?!! "


" Iya sayangku " Jawab Reyhan.


" Reyhan ! " Bentak Alisa. Reyhan malah tergelak. Ibu dan ayahnya Alisa tersenyum kecil melihat interaksi dua sejoli yang sedang berdebat.


" Alisa, kau tidak sopan nak " Ujar ayahnya. Alisa mendelik tajam pada ayahnya tapi hanya sekilas saja. Tatapan tajamnya kembali pada wajah menyebalkan Reyhan.


" Pulang sekarang dari rumahku ! " Alisa mendorong Reyhan dengan tiba-tiba. Membuat Ema dan Gunawan langsung berujar dengan panik.


" Apa yang kau lakukan Alisa ?! " Pekik Gunawan dengan panik. Ia berusaha menarik sebelah tangan Reyhan agar tetap berada di dalam rumah.


" Pulang sana ! Dasar tidak tahu malu ! " Raung Alisa sambil menarik sebelah tangan Reyhan satunya lagi. Ema memijit pelipisnya dengan bingung. Aksi tarik menarik antara Alisa dan juga ayahnya tidak terhindarkan. Reyhan yang berada diantara keduanya hanya tertawa geli.


" Jangan tertawa ! Aku sedang marah ! " Raung Alisa. Wanita itu masih terus berusaha menarik Reyhan. Namun ia mengalami kesulitan karena ayahnya juga berusaha menahan Reyhan agar tetap berada di dalam rumah.


" Aku tahu, hahahhaa ! " Reyhan malah tertawa senang.


" Alisa lepaskan tangan dia. Ayah akan menghukummu jika kau berani mengusirnya ! "


" Ayah yang lepaskan tangan Reyhan. Biarkan kunyuk ini pulang kerumahnya ! " Teriak Alisa tak mau kalah.


" Ayah lepaskan ! " Alisa berusaha sekuat tenaga menarik tangan Reyhan hingga wajahnya memerah.


" Tidak akan ! " Tolak Ayahnya.


" Lepas ayah ! " Geram Alisa. Merasa tangannya mulai sakit akhirnya Reyhan dengan tiba-tiba menyentak lengannya dari cengkraman kuat tangan Alisa. Karena tenaga Alisa tidak sebanding dengan tenaganya. Akhirnya cengkraman itu pun terlepas dengan mudah. Alisa melebarkan kedua matanya dengan besar.


Reyhan tersenyum miring lalu tanpa bisa di cegah oleh Alisa, tangan panjang dan berotot pria itu sudah lebih dulu menarik pinggangnya hingga Alisa tertarik maju dan menabrak tubuh pria itu.


" Apa yang kau lakukan ?! " Pekik Alisa dengan suara yang gemetar. Reyhan tersenyum miring. Satu alisnya tertarik ke atas. Reyhan memajukan wajahnya hingga Alisa dengan panik memundurkan kepalanya.


" Pak Gunawan " Panggil Reyhan.


" Iya nak " Sahut ayah Alisa dari belakang. Kedua mata Reyhan masih menatap wajah Alisa dengan intens. Sedangkan Alisa merasa jantungnya sudah hampir meledak.


" Aku ingin melamar putrimu "


Jantung Alisa sudah meledak, darahnya pun terasa meleleh. Ia sudah terbakar oleh perkataan pria di depannya.


To be continued.....

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2