Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 47


__ADS_3

Alisa menghela nafas panjang, menyendokkan es doger ke dalam mulutnya dengan tidak bersemangat. Ia merasa kikuk duduk diantara dua pria yang sama-sama tidak berbicara sepatah katapun. Dan sekarang suasana yang sedang terjadi diantara mereka bertiga seperti di ruang persidangan. Sunyi dan menegangkan.


" Sudah lama aku tidak datang kemari " Ujar Reyhan sembari melirik sekilas pada Alisa. Wanita itu tampak diam namun masih tetap menyendok es doger kesukaannya.


" Al, apa kau merasa bahagia setelah mendapatkan es doger kesukaanmu ini ? Tanya Nathan.


" Ya, bahagia " Jawab Alisa dengan suara yang pelan.


" Kurasa kau merasa bahagia karena aku datang kemari " Sela Reyhan. Alisa mendelik tajam pada Reyhan yang duduk di sebelah kirinya.


" Aku justru merasa risih ! " Cecar Alisa dengan kesal. Nathan yang duduk disebelah kanan Alisa tersenyum kecil. Reyhan menatap geli wajah Alisa yang juga sedang menatapnya.


" Kau hanya pura-pura risih. Mengakulah Al " Sebelah Alis Reyhan terangkat ke atas. Pria itu menampilkan senyum miringnya. Alisa mendengus pelan.


" Kau ini apa-apaan sih ! Kalau aku bilang risih ya itu berarti aku beneran merasa risih. Apa kau tidak mengerti bahasa manusia? "


Reyhan tersenyum manis. " Aku hanya mengerti bahasa cinta " Ujar Reyhan. Alisa melebarkan kedua matanya dengan marah. Ia kemudian memalingkan wajahnya dari Reyhan.


" Kau sedang mencoba merayunya ? " Nathan memandangi Reyhan dengan sedikit memajukan wajahnya melewati kepala Alisa.


" Apa kau merasa keberatan ? " Reyhan menatap tajam Nathan. Tatapannya tidaklah main-main. Ia sedang berusaha membuat Nathan setidaknya menggigil melihat tatapannya ini.


" Tentu saja aku keberatan, mengingat Alisa adalah wanitaku "


" Dalam mimpimu ! " Tegas Reyhan.


Nathan terkekeh pelan. Ia memandangi Alisa dengan lamat-lamat. Memberi kode pada Alisa bahwa wanita itu mau mengikuti alur permainannya kali ini.


" I...iya aku wanitanya " Jawab Alisa dengan cepat. Meski suaranya terdengar sangat kaku dan terburu-buru. Tapi ia rasa masih bisa di tolerir.


Reyhan merangkul tiba-tiba bahu Alisa membuat wanita itu langsung tersentak kaget dan melotot pada Reyhan


" Aku tahu kau sedang berpura-pura Al " Bisik Reyhan. Alisa langsung bergidik ngeri saat nafas hangat pria itu berhasil menggelitik ujung telinganya.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan ?! " Pekik Alisa sambil berusaha memberontak. Namun Reyhan menahan bahunya dengan sangat kuat.


" Lepaskan tangannmu ! " Nathan mencoba menarik sebelah tangan Reyhan agar lepas dari bahu Alisa.


" Jangan mengganggu kami " Desis Reyhan.


" Kau yang mengganggu kami Rey ! " Alisa sekuat tenaga mendorong tubuh besar Reyhan.


" Kau tidak mendengarkannya hah ?! Dia menyuruhmu melepaskan rangkulan ini " Nathan dengan geramnya menarik kuat tangan Reyhan hingga rangkulan di bahu Alisa pun terlepas. Alisa pikir dirinya baru bisa bernafas lega namun apa yang terjadi selanjutnya membuat Alisa langsung berdiri panik sembari berteriak.


" Kalian jangan pukul-pukulan disini ! " Pekik Alisa sembari berusaha menahan kedua pria tinggi besar yang sama-sama sudah terbakar emosi.


Reyhan menahan sebelah tangan Nathan sedangkan Nathan pria itu sudah menarik kuat tangan sebelah kiri Reyhan. Mereka saling bertatapan dan rahang-rahang mereka tampak mengeras. Alisa yang berdiri di tengah-tengah mereka berdua terlihat semakin panik.


" Sudah pernah kukatakan padamu, jangan mendekatinya " Desis Reyhan sembari mrnggeram.


Nathan terkekeh sinis. " Dan aku sudah memberitahumu berulang kali bahwa Alisa adalah wanitaku "


" Jangan bertengkar kumohon ! " Pekik Alisa.


" Menjauh Al " Desis Reyhan. Alisa menggeleng panik.


" Aku tidak ingin kalian membuat gaduh disini ! Kalian bisa mrmbuatku malu ! "


" Menjauh Al. Aku tidak mau kau terluka " Nathan mencoba menyingkirkan Alisa.


Reyhan melototkan kedua matanya, rahangnya pun semakin mengeras. Ia sudah berada di level paling berbahaya. Pria bernama Nathan ini selalu menjadi benalu di saat ia tengah berusaha mengejar Alisa kembali. Dan Reyhan tidak akan tinggal diam, ia akan membuat Nathan berhenti mengejar Alisa sekaligus membuatnya berhenti mengatakan bahwa Alisa adalah wanitanya.


" Pergi dan jangan pernah berani mengakui Alisa sebagai wanitamu " Ujar Reyhan penuh peringatan.


" Kau yang seharusnya pergi dari hidup Alisa. Kedatanganmu hanya akan mendatangkan banyak masalah untuknya "


" Kau pikir kau punya hak untuk melarangku ?! " Balas Reyhan dengan berteriak marah.

__ADS_1


" Sudahlah ! Berhenti ! " Teriak Alisa yang berusaha menengahi keduanya. Alisa berharap bahwa mereka berdua tidak akan berkelahi di depan sekolah. Jika hal itu sampai terjadi, mau ditaruh dimana wajahnya ini.


" Alisa minggir ! " Reyhan mendorong tubuh Alisa hingga membuatnya harus terpaksa bergeser ke samping. Lalu secepat yang bisa Alisa lihat Reyhan menarik paksa kerah baju yang dikenakan oleh Nathan. Begitu pula sebaliknya, Nathan juga tidak mau kalah. Pria itu juga menarik paksa kerah kemeja Reyhan. Wajah keduanya sama-sama terlihat memerah dan otot tangan keduanya tampak menegang.


" Jangan berkelahi disini ! " Pekik Alisa sambil berusaha memisahkan mereka berdua. Namun tenaganya tidak ada bandingnya sama sekali.


" Sudah kuperingatkan sebelumnya, bahwa kau dilarang untuk mendekatinya " Desis Reyhan dengan rahang yang mengeras.


" Yang seharusnya menjauh itu kau ! Bukan aku ! "


" Keparat ! " Umpat Reyhan.


" Kau tidak layak mendapatkan Alisa kembali." Balas Nathan. Reyhan semakin menggeram panas, wajahnya semakin memerah. Amarahnya sudah mencapai ubun-ubun. Ia tidak bisa lagi bersabar pada pria seperti Nathan.


Alisa melotot kaget dan berteriak saat Reyhan melayangkan pukulan ke wajah Nathan. Pria itu terhempas ke belakang.


" Ya Tuhan ! Nathan !! " Pekik Alisa. Pria itu masih bisa bangkit berdiri lalu melangkah cepat ke arah Reyhan. Nathan balas memukuli wajah Reyhan hingga pria itu jatuh terduduk.


" Sekali-kali pria sepertimu memang harus di beri pelajaran " Desis Nathan.


" Sialan kau ! " Reyhan kembali berdiri dan hendak melayangkan pukulannya kembali. Alisa yang melihat hal itu, langsung berlari dan mencoba mendorong Reyhan. Namun sayangnya pukulan Reyhan meleset dan malah mengenai pipi kiri Alisa.


" Awww ! Pipiku ! " Pekik Alisa yang sudah jatuh terduduk.


" Al ! " Teriak Reyhan dan Nathan bersamaan


" Hiks...! Hiks.....! Hwuaaaaaa ! Sakiiiit ! " Raung Alisa sembari memegangi pipi kirinya.


To be continued....


Happy reading, love you guys 😘


Untuk readersku yang tercinta, author sungguh-sungguh ingin meminta maaf sering berlama-lama up cerita ini. Itu semua terjadi karena author baru saja pindah rumah. Jadi ada banyak barang-barang yang harus author bersihkan dan rapikan. Mohon maaf readersku, sekali lagi author minta maaf. Salam cinta author 😘😘

__ADS_1


__ADS_2