Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 28


__ADS_3

Benar saja setelah jam makan siang tiba, ponselnya langsung berdering saat itu juga. Alisa buru-buru mengangkat panggilan dari Nathan dan segera mengambil tasnya. Mirna yang sedang duduk bersama dengan Alisa mengerutkan dahinya.


" Kau mau pergi sekarang Al ? " Tanya Mirna sambil berjalan menghampiri Alisa.


" Iya Mir, kita jeda dulu obrolan kita ya Mir. Aku harus segera pergi " Jawab Alisa sambil terburu-buru memasukkan ponselnya ke dalam tas.


" Kau mau kemana? "


" Pergi makan siang "


" Dengan siapa? " Tanya Mirna dengan kepo. Tidak biasanya Alisa pergi makan siang dengan seseorang. Biasanya mereka berdua yang akan makan siang bersama.


" Teman " Jawab Alisa sembari tersenyum tipis.


" Teman apa gebetan hm ? " Selidik Mirna. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada.


Alisa menggeleng lalu tertawa pelan.


" Hanya teman Mir. Bukan gebetan "


" Bohong. Ini pasti gebetan. Lihat saja kau bersemangat sekali " Mirna menunjuk Alisa naik turun. Alisa terkekeh geli. Ia menepuk pelan lengan temannya itu.


" Sudahlah nanti saja tanya jawabanya, aku harus segera pergi. Dia sudah menungguku Mir " Alisa melambai singkat pada Mirna. Wanita itu bahkan sedikit berlari keluar dari ruangan Mirna.


Alisa pikir ia tidak boleh menyianyiakan kesempatan ini. Ini adalah salah satu cara agar dirinya bisa terbantu untuk melupakan Reyhan. Pria itu harus ia lupakan, harus pokoknya harus. Alisa tidak mau tahu. Ia harus melupakan pria yang sudah bertunangan itu. Makanya saat Nathan benar-benar menghubunginya, ia langsung bergegas pergi mirip seperti ibunya ketika lupa mematikan kompor saat sedang ayik menonton televisi.


" Apa kau menunggu lama ? " Tanya Alisa begitu ka sudah berdiri di depan Nathan. Ia bahkan mencoba mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal karena terlalu buru-buru.


" Tidak. Kau benar-benar tepat waktu " Nathan tertawa pelan.


" Ah syukurlah " Alisa mengusap dadanya berulang kali.


" Jadi, kita pergi sekarang kan ? "


Alisa mengangguk semangat.


" Iya " Sahut Alisa dengan cepat.


Alisa duduk dengan nyaman didalam mobil Nathan, pria tampak keren mengendarai mobil berwarna hitam metalik ini. Alisa bersandar santai sembari sesekali tersenyum ketika mendengar Nathan bercerita hal-hal yang lucu padanya.


" Al, kau suka makan apa ? " Tanya Nathan.


" Nasi goreng babat. Seperti yang aku pesan waktu di restoran waktu itu. Kau ingat kan "


" Oh, saat itu. Apalagi yang kau sukai Al ? " Nathan kembali bertanya.


" Aku suka makan ice cream vanilla dengan kacang almond, donat gula lalu itu....es doger mang ujang disekolahanku dulu. Ah, rasanya aku ingin sekali-sekali mampir ke sekolahanku. Lalu menikmati es doger paling favorit "

__ADS_1


Nathan tersenyum sekilas.


" Kau mau kesana nanti pas akhir pekan ?


" Sungguh ? Kau ingin menemaniku pergi kesana akhir pekan ? " Alisa melebarkan kedua matanya penuh harap.


" Kalau kau ingin, aku bisa mengantarmu kesana. Kau bisa makan es doger sepuasnya. "


" Oh Tuhan ! Kau baik sekali sih ! Aku mau pergi nanti "


" Baiklah. Aku akan menjemputmu nanti setelah hari pekan tiba "


Alisa langsung bertepuk tangan layaknya seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru. Nathan tersenyum kecil sambil diam memandangi wajah polos di sampingnya saat ini.


Aku menyukaimu Al


Nathan membawa Alisa pergi ke salah satu restoran milik keluarganya. Restoran yang terletak tidak jauh dari kantor Lynn Wijaya. Hanya sekitar lima belas menit saja mereka berdua sudah sampai di restoran tersebut.


Alisa mengikuti Nathan dari belakang sambil melihat keadaan di dalam restoran yang ternyata lumayan ramai di jam makan siang begini.


" Kita duduk disini saja, apa kau suka ? " Tanya Nathan pada Alisa yang masih sibuk melihat-lihat.


" Suka, kebetulan dekat dengan jendela. Jadi aku bisa melihat orang-orang diluar sana "


" Kalau begitu duduklah dengan nyaman, nona manis" Nathan menarik kursi dengan perlahan, mempersilahkan Alisa untuk duduk lebih dulu. Alisa terkekeh geli melihat tingkah Nathan yang seperti sedang memperlakukannya persis seperti seorang putri kerajaan.


" Hei ! Aku bukan pengawalmu. Aku pangeranmu " Nathan melangkah ke sisi lainnya lalu kemudian duduk di depan Alisa.


" Baiklah, baiklah pangeran. Aku merasa bahagia bisa ditraktir olehmu. Diperlakukan manis seperti barusan, oh sungguh menyenangkan sekali " Alisa berbicara lemah lembut meniru


" Aktingmu jelek sekali, Al " Nathan tertawa pelan.


" Kan aku bukan artis, Nat. Oh iya, apa aku sudah boleh memesan sekarang ? "


" Silahkan " Nathan menyerahkan buku menu pada Alisa sambil terus memandangi tingkah laku gadis itu yang tidak pernah membuatnya bosan.


" Aku pesan apa ya. Kau mau pesan apa Nat ? " Tanya Alisa sembari mengangkat wajahnya. Nathan tersenyum lembut padanya. Alisa balas tersenyum.


" Steak "


" Aku sebenarnya ingin nasi goreng babat tapi sepertinya restoran ini tidak menyediakan makanan favoritku. Jadi, ya sudahlah aku pesan yangs sama denganmu " Putus Alisa.


" Mungkin lain kali kita mampir kesini lagi dan kurasa kau akan bisa mendapatkan makanan favoritmu itu "


" Serius ? Kenapa akhir-akhir ini kau berbicara seperti cenayang. Barusan tadi kau berhasil menebak siapa mantanku dan sekarang kau malah memprediksi bahwa restoran ini akan menyediakan makanan favoritku suatu hari nanti. Apa kau sehat Nat ? "


" Seperti yang kau lihat "

__ADS_1


Alisa mencebikkan bibirnya.


" Aneh " Ujar Alisa.


" Kau lebih aneh dariku. Semoga saja kita berjodoh"


Alisa tergelak mendengar ucapan Nathan. Saat tengah memperhatikan Alisa yang sedang tertawa, Nathan tanpa sengaja melihat Reyhan yang sedang berjalan masuk ke dalam restoran bersama dengan tunangan pria itu. Tampaknya Reyhan sedang mencari-cari meja yang kosong namun sepertinya tidak ada meja yang kosong kecuali...


Nathan tersenyum sembari memandangi Alisa.


" Wah, steaknya sudah tiba. Sepertinya enak sekali " Alisa sudah lebih dulu mengambil pisau juga garpu dan langsung memotong steak di piringnya.


" Disini ! Bergabunglah kemari " Ujar Nathan begitu Reyhan melewati meja mereka berdua.


Reyhan menoleh dan langsung terkejut saat mengetahui orang yang menyapanya adalah Nathan, rekan bisnisnya. Dan wanita yang sedang bersama dengannya adalah Alisa.


" Kebetulan kami sedang membutuhkan meja. Apa tidak apa-apa jika kami bergabung disini " Juliet melirik ke arah Alisa yang sedang sibuk memotong steak di piringnya. Wanita itu belum menyadari keberadaan dua orang tersebut.


" Tidak apa-apa. Justru ini akan menjadi lebih menyenangkan. Ya kan Al ? "


Alisa langsung mengangkat wajahnya dan memandangi Nathan.


" Apa katamu ? Aku tidak mendengar " Alisa belum juga menyadari jika kedua orang yang selalu membuat hatinya kepanasan sudah berdiri tepat disamping meja mereka.


" Mereka boleh bergabung kan? " Nathan mengedikkan dagunya ke arah Reyhan dan juga Juliet.


" Siapa mer....."


Sontak kedua mata Alisa langsung terbelalak lebar. Bahkan daging steak yang belum selesai ia kunyah hampir saja meloncat keluar dari dalam mulutnya.


" Kurasa ini akan sangat menyenangkan. Aku sangat suka double date seperti ini " Ungkap Nathan dengan begitu ceria.


" Baiklah. Sebaiknya kita makan disini " Ujar Reyhan. Pria itu dengan cepat melangkah kesisi kanan Nathan sedangkan Juliet mengambil posisi dan duduk disebelah kiri Alisa.


" Al, kenapa kau diam saja ? "


" Memangnya aku harus bicara apa hm " Desis Alisa sambil melototkan kedua matanya pada Nathan yang malah tersenyum bahagia.


" Aku suka melihat ekspresimu itu. Kau terlihat semakin cantik " Nathan mengulurkan sebelah tangannya hanya untuk mengusap puncak kepala Alisa.


Reyhan menggertakkan gigi-giginya dengan kuat.


Kurang ajar pria ini ! Berani sekali dia meletakkan tangannya di kepala Alisa !


To be continued....


Happy reading, love you guys😘

__ADS_1


__ADS_2