Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 48


__ADS_3

" Naiklah ke punggungku, aku akan menggendongmu " Reyhan berjongkok di depan Alisa yang baru saja selesai menangis. Pipi Alisa masih terlihat memerah. Alisa bangkit berdiri mengabaikan ucapan Reyhan. Ia kemudian berjalan melewati Reyhan yang masih setia berjongkok.


" Al, biarkan aku mengantarmu ke rumah sakit " Nathan bergerak cepat menarik lengan Alisa, membuat wanita itu berhenti sejenak.


" Aku bisa pulang sendiri " Sahut Alisa dengan suara yang terdengar lelah.


Reyhan menggeram pelan, ia dengan cepat berdiri lalu menghampiri Alisa. Reyhan menarik cepat sebelah tangan Alisa hingga wanita itu langsung tersentak kaget. Kedua matanya membelalak besar dan wajahnya juga terlihat sedang menahan amarah.


" Kau keras kepala sekali Al " Desis Reyhan.


" Lepaskan aku ! " Dengan sekuat tenaga Alisa menyentak tangannya dari cengkraman kuat Reyhan. Tapi Reyhan tidak berniat untuk melepaskan tangan wanita itu. Melihat Reyhan yang kembali memaksa Alisa, Nathan pun mencoba untuk membantu Alisa dengan menarik tangan Alisa yang bebas.


" Pulang denganku Al ! " Ujar Nathan.


Alisa menatap keduanya dengan tatapan lelah. Ia memejamkan kedua matanya dengan kuat sembari menarik nafas dalam-dalam. Lalu......


" Berhenti menarik tubuhku. Kalian berdua membuatku kesakitan ! " Teriak Alisa dengan frustasi. Ia sudah merasa lelah sekali karena dua orang pria yang sedari tadi terus saja menarik tubuhnya hingga ia merasa tangannya mungkin akan terlepas jika Reyhan dan Nathan terus saja melakukan hal gila ini.


" Kau menyingkir dariku ! Dan kau juga ! " Alisa mendorong Reyhan dan Nathan. Akhirnya baik Nathan dan Reyhan keduanya sama-sama melepaskan tangan Alisa. Mereka saling bertatapan tajam hingga kemudian Alisa sudah lebih dulu melangkah meninggalkan keduanya. Saat menyadari hal itu, keduanya sama-sama bergegas mengejar Alisa.


" Jangan coba-coba menghentikanku. Baik itu kau Reyhan maupun kau Nat " Peringat Alisa sambil terus berjalan. Nathan dan juga Reyhan sama-sama tidak berbicara sepatah katapun namun mereka terus saja mengikuti Alisa.


Dasar bocah ingusan ! Kenapa dia terus saja mengikuti Alisa hah !


Desis Reyhan dalam hati. Ia sesekali akan mendelik tajam pada Nathan. Tapi dibalas oleh pria itu dengan tatapan yang sama tajamnya.


Benar-benar mantan yang menyusahkan ! Alisa bahkan sudah beberapa kali menolaknya, namun Reyhan bodoh ini terus saja mengejar Alisa !


Gerutu Nathan di dalam batinnya. Ia sangat kesal melihat Reyhan yang tiba-tiba saja datang dan bergabung dengan jalan romantisnya bersama Alisa. Padahal pria itu sama sekali tidak diundang. Dasar Reyhan si mantan yang gagal move on !


Alisa berhenti mendadak, membuat Reyhan dan Nathan sama-sama terlihat panik dan mengerem mendadak agar tidak menabrak tubuh Alisa.


" Kenapa kau tiba-tiba berhenti ? " Tanya Reyhan. Alisa membalikkan tubuhnya seketika lalu menatap Reyhan dengan tajam.


" Bukan urusanmu ! " Sahut Alisa dengan ketus.

__ADS_1


" Kalian jangan mengikutiku lagi. Sekarang aku ingin pulang ke rumahku dan beristirahat dengan tenang. Aku tidak ingin di ganggu oleh kalian berdua dalam waktu seminggu. Apa kalian berdua mengerti ? "


" Al, apa kau marah padaku? " Nathan menghela nafas singkat. Alisa menggeleng cepat.


" Tidak Nat ! "


" Oh jadi kau marah padaku ? " Tuduh Reyhan. Alisa beralih memandangi Reyhan.


" Iya. Kau itu tamu tidak diundang "


Nathan tersenyum kecil. Sedangkan Reyhan wajahnya langsung berubah kesal.


" Padahal sebenarnya kau juga mengharapkan kehadiranku Al "


" Jangan mengatakan omong kosong Rey ! " Cecar Alisa. Reyhan terdiam dan mengalah. Ia mencoba lebih bersabar untuk menghadapi Alisa. Bukankah kesabaran itu akan menghasilkan sesuatu yang baik pada akhirnya ? Jadi, Reyhan memutuskan untuk diam dan tak lagi membantah setiap ucapan wanita itu.


" Biarkan aku mengantarmu ke dokter. Pipimu terlihat tidak baik-baik saja " Bujuk Nathan.


" Tidak usah Nat. Aku hanya perlu mengompresnya dengan air hangat dan pipiku akan membaik hanya dalam waktu beberapa hari " Tolak Alisa sambil tersenyum tipis.


Kenapa kau harus tersenyum padanya Al ? Aku tidak suka !!


" Kalau begitu aku akan mengantarmu pulang "


Alisa kembali tersenyum dan menggeleng. " Tidak perlu Nat. Aku sudah memesan ojek online. "


Sukurin di tolak ! Harusnya kau merasa malu Nathan bocah ingusan !!


Reyhan tersenyum miring. Ia merasa sangat senang karena Alisa menolak ajakan Nathan. Tak berapa lama, seorang driver datang dan Alisa buru-buru naik lalu duduk dengan nyaman di belakang punggung pak ojek.


" Kita pergi sekarang pak " Ujar Alisa pada pria gojek yang terlihat hampir seusia dengan ayahnya. Begitu Alisa sudah pergi dengan pak ojek. Nathan dan juga Reyhan sama-sama berjalan pergi ke arah yang berbeda.


Sesampainya dirumah, Alisa langsung mencari keberadaan ayahnya. Namun sayang, ayahnya itu sudah lebih dulu pergi ke suatu tempat karena ada urusan mendadak dari bosnya.


" Wajahmu kenapa nak ? " Ema memegang wajah putrinya dengan tatapan khawatir. Alisa berjalan masuk ke dapur. Ia mengambil gelas kaca lalu menuangkan air putih dan kemudian meneguknya hingga tandas.

__ADS_1


" Alisa berkelahi bu " Jawab Alisa sambil bersandar. Wajahnya terlihat lelah sekali. Ibunya langsung duduk tetap disampingya dan Alisa sudah mencium bau-bau interogasi akan segera di mulai.


" Kau berkelahi dengan siapa nak ? "


" Dengan seseorang bu. Orang yang menyebalkan sejagat raya "


" Siapa dia nak ? "


" Orang gila bu " Jawab Alisa dengan asal-asalan. Ema menepuk pelan bahu putrinya itu.


" Kalau orangtua tanya jangan di bercandain terus ! "


" Sakit bu " Ringis Alisa.


" Sekarang jawab dengan serius pertanyaan ibu. Siapa yang membuat pipimu jadi begini ? " Ema mengusap pelan pipi Alisa yang masih tampak memerah.


" Hanya orang yang tidak penting bu "


" Siapa dia, biar ibu datangi orang itu "


" Tidak usah bu ! Alisa tidak ingin ada banyak masalah yang akan terjadi. Lagipula Alisa sudah memberinya pelajaran yang banyak agar kelak dia tidak akan pernah berani melakukan hal-hal seperti ini lagi "


" Kau yakin nak? " Tanya Ema sembari mengusap pelan puncak kepala putrinya.


" Alisa yakin bu "


Alisa berdiri cepat lalu melangkah lebar menuju kamarnya. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Alisa berbaring terlentang sembari menatap langit-langit kamarnya.


" Kenapa hidupku semakin rumit saja ? Apa itu karena dosa-dosaku yang terlalu banyak ya Tuhanku ? " Gumam Alisa.


" Reyhan Wijaya... atau.....Nathan Abiyu Wicaksono....?"


Alisa termenung sendirian di dalam kamarnya. Dua nama yang membuatnya gamang. Andai Reyhan tidak mengejarnya seperti ini maka mungkin akan mudah baginya untuk memilih Nathan sebagai pria masa depannya. Tapi saat dirinya mencoba untuk membuka hati untuk pria lain, ada rasa sakit yang bersarang di hatinya. Rasa yang menahan pikirannya dan terus saja menggodanya untuk tidak pernah jatuh cinta pada pria lain termasuk Nathan. Dan rasa itu begitu besar hingga terkadang Alisa pikir dirinya akan kalah oleh perasaannya itu.


" Apa ini yang dinamakan dengan kutukan mantan ?! " Gumam Alisa.

__ADS_1


To be continued....


Happy reading, love you guys😘


__ADS_2