
Mobil yang dikendarai oleh Reyhan melaju cepat masuk ke dalam halaman rumah yang luas. Pagar otomatis yang bisa terbuka dan tertutup sendiri mempermudah Reyhan untuk melajukan mobilnya. Sebenarnya, Alisa sedikit merasa takut dengan ancaman pria itu barusan. Namun ia berusaha untuk memasang wajah tenang di depan pria itu.
" Keluar ! " Reyhan membukakan pintu mobil dengan sedikit kasar. Alisa sampai harus berjengit kaget.
" Aku bisa sendiri. Minggir "
" Kau berbicara seperti itu padaku. Apa kau tahu kalau aku suamimu sekarang ? " Desis Reyhan sambil menunduk. Kedua tangannya memegang sisi kiri dan kanan pintu mobil. Membuat Alisa merasa terkurung karena aksi pria itu.
" Rey, aku tahu. Jangan berdiri disitu kau menghalangiku " Alisa berujar dengan sedikit lembut. Ia sudah merasa merinding melihat ekspresi Reyhan yang benar-benar sedang menahan marah. Jika ia kembali ketus dan berkata kasar, Reyhan benar-benar akan meledak marah.
" Aku tidak mau kau berhubungan dengan Nathan lagi"
" Tapi, dia temanku. Mana mungkin aku memutuskan hubungan begitu saja dengannya "
" Kalau begitu katakan padanya bahwa kau sudah menikah. "
" Aku tidak bisa Rey "
Reyhan memejamkan kedua matanya. Kedua tangannya mencengkram erat pinggiran pintu mobil. Ia tidak tahu apa yang membuat Alisa tetap kekeh menyembunyikan status pernikahan mereka dari Nathan. Reyhan benar-benar merasa marah saat ini.
" Aku tidak suka Al. Aku tidak suka kau masih berhubungan dengan pria itu "
" Kami hanya berteman Rey. Hanya teman bukan hubungan seperti kau dan Juliet " Sindir Alisa. Ia mendorong dada Reyhan dengan sedikit kuat hingga berhasil membuat pria itu terdorong kebelakang. Alisa buru-buru keluar dari dalam mobil. Ia hanya berhenti sejenak untuk melirik sekilas pada Reyhan.
" Maafkan aku karena tidak mau mendengarkanmu" Ujar Alisa dengan suara yang pelan. Setelah itu dengan cepat Alisa melangkah pergi meninggalkan Reyhan.
" Akan kubuat kau mau mendengarkanku Al " Gumam Reyhan dengan geram. Ia kemudian berjalan cepat menyusul Alisa. Lalu tanpa aba-aba ia langsung mencekal pergelangan tangan Alisa. Membalik tubuh wanita itu hingga jadi menghadapnya.
" Apa lagi Re..umm "
Suara Alisa teredam ciuman tiba-tiba dari Reyhan. Ciuman yang sedikit kasar dan memaksa. Alisa bahkan bisa merasakan kemarahan yang kuat dalam ciuman tersebut. Alisa mencoba mendorong tubuh tinggi itu yang sedang mengunci tubuhnya dengan kuat. Pinggangnya di tahan dengan kuat oleh sebelah tangan pria itu. Dan lehernya pun terkunci karena tangan Reyhan yang satunya. Reyhan terus menciuminya, pria itu berulang kali menggigit bibir bawahnya berusaha membuatnya membuka mulut. Namun Alisa tetap berusaha merapatkan bibirnya agar tidak memberikan kesempatan bagi Reyhan untuk menciumnya lebih dalam lagi.
Alisa menggeram tertahan, Reyhan bahkan tidak memberikan kesempatan baginya untuk bernafas apalagi berteriak. Alisa merasa hampir kehabisan nafas karena ciuman memaksa pria itu. Kedua tangannya mencoba mendorong dada pria itu, namun usahanya terasa sia-sia. Alisa pikir ia akan mati kehabisan nafas jika Reyhan tidak berhenti menciumnya. Namun seperti sebuah do'a yang kuat, Reyhan akhirnya berhenti. Pria itu menarik bibirnya menjauh hingga dengan cepat Alisa menghirup udara sebanyak-banyaknya.
" Aku akan berbuat lebih daripada ini Al " Ujar Reyhan dengan nafas yang memburu. Alisa masih bernafas cepat, ia bahkan harus berpegang pada jas pria itu untuk menahan tubuhnya sendiri agar tidak ambruk.
__ADS_1
" Aku tahu kau pasti sangat terkejut dengan sikapku Al. Dulu, aku tidak pernah memaksamu. Tapi sekarang aku memaksamu. Aku berubah dan itu semua karenamu " Bisik Reyhan. Alisa terdiam sambil masih berusaha mengelola nafasnya. Ia hanya bisa menatap kedua bola mata Reyhan yang berkilat tajam.
" Aku pikir....aku tidak akan menunda malam pertama kita "
" A....aa...apa ?! " Alisa terkejut setengah mati. Reyhan tersenyum miring.
" Aaaaa ! Reyhan ! Lepaskan aku ! " Pekik Alisa sambil berusaha mendorong tubuh Reyhan yang sedang menunduk.
Reyhan merangkul erat kedua paha Alisa, kemudian ia mengangkat tubuh itu lalu menggotongnya layaknya satu karung beras. Menempatkan Alisa di bahu kanannya.
" Ya Tuhan, lepaskan aku Rey ! " Pekik Alisa sembari meraung panik. Tangannya bergerak liar mencoba memukul kepala dan wajah Reyhan. Namun semua perlawanannya tidak memberikan efek yang berarti pada Reyhan.
Reyhan menggendongnya sambil berjalan cepat. Alisa merasa kepalanya pening karena darah di tubuhnya bergerak mengalir ke kepalanya akibat posisi yang tidak benar saat ini. Ia merasa Reyhan membawanya menaiki tangga. Pria itu membawanya berbelok ke kanan, Alisa mencoba melihat meski kepalanya sedang berayun di belakang punggung lebar Reyhan.
" Aku benar-benar marah padamu, Al " Gumam Reyhan dengan geram sambil menjatuhkan tubuhnya di atas benda empuk yang Alisa yakini adalah kasur pria itu. Tubuhnya terpantul pelan, dan Alisa dengan panik mencoba bangkit namun ia terlambat. Reyhan sudah menindihnya dan menahan kedua tangannya.
" Kah tidak akan pergi kemanapun malam ini " Bisik Reyhan.
" Jangan memaksaku Rey ! " Raung Alisa.
" Aku sudah menerimamu Rey "
" Tapi kau tidak menerimaku. Pantas saja sedari tadi kau bersikap ketus padaku. Itu semua karena kau merasa benci dengan pernikahan ini. Kau merasa kesal karena sebab pernikahan inilah kau jadi tidak bisa dekat-dekat dengan Nathan " Ujar Reyhan dengan setengah membentak. Alisa langsung melebarkan kedua matanya.
" Kau salah sangka bodoh ! " Teriak Alisa. Bukan itu alasan dirinya bersikap ketus pada Reyhan. Entah darimana Reyhan mendapatkan pemikiran bodoh seperti itu.
Reyhan tersenyum miring. Ia menunduk sedikit untuk mendekat pada telinga Alisa. " Kau...adalah sahabatku, mantan tunanganku dan juga istriku. Dan sekarang, aku ingin menjadikanmu seorang wanita yang akan melahirkan anak-anakku. "
Alisa langsung meraung panik. " Kau tidak boleh melakukannya Rey ! Aku belum siap ! Aku akan membencimu jika sampai kau melakukannya ! " Teriak Alisa.
" Kau akan membenciku ? " Ulang Reyhan sambil mendengus kesal.
" Ya, aku akan membencimu ! Kau sudah salah sangka Rey ! "
Reyhan menaikkan sebelah alisnya. " Salah sangka? "
__ADS_1
Alisa mengangguk cepat. " Aku ketus bukan karena Nathan. Bukan seperti yang kau katakan. Aku ketus karena...." Alisa berhenti sejenak. Kata-katanya menggantung di udara.
Reyhan menatap Alisa dalam-dalam. " Karena apa, Al ?"
" Karena aku merasa kau menikahiku hanya sebagai sebuah pelarian semata. Karena kau merasa kecewa dengan tunanganmu itu yang sudah berselingkuh darimu ! " Teriak Alisa dengan nafas yang tersengal-sengal.
Reyhan terdiam di tempat. Ia memandangi sepasang mata gelap Alisa dengan intens.
" Kau menyimpulkan seperti itu sendirian ? "
" Iya sendirian. Lima tahun sudah kau pergi begitu saja, meninggalkanku dan Nemo. Kau kembali dan kau sudah bertunangan dengan wanita lain. Kau praktis sudah melupakanku, membuangku Rey. Kau tidak akan mungkin bisa bertunangan dengan wanita lain jika kau tidak menerimanya. Jika kau tidak jatuh cinta dengannya. " Alisa memalingkan wajahnya ke samping. Satu bulir cairan bening mengalir dari sudut matanya.
Reyhan terdiam, ia menunduk. Sebelah tangannya perlahan menarik wajah Alisa memaksa wanita itu untuk menatap kedua matanya.
" Maafkan aku Al " Ungkap Reyhan. Alisa diam sembari mengamati wajah Reyhan yang berjarak cukup dekat darinya.
Alisa tersenyum sedih. " Apa kau tahu jika aku pergi mengejarmu hingga ke bandara? "
" Aku...." Nafas Reyhan tercekat di tenggorokan.
" Aku mengejarmu Rey, namun aku tidak berhasil menemukanmu. Aku menangis disana, hatiku sakit karena aku terlambat menemuimu " Sela Alisa. Ia menatap Reyhan dengan kedua matanya yang sudah memerah.
" Jadi, lepaskan aku Rey. Kau membuatku kesakitan"
Reyhan akhirnya melepaskan pergelangan tangan Alisa, lalu kemudian ia bangkit berdiri. Alisa menghela nafas dengan cepat, lalu setelahnya ia menegakkan tubuhnya. Melirik Reyhan sekilas lalu kemudian berjalan pergi meninggalkan Reyhan yang masih terdiam seperti sedang merasa bersalah atas apa yang telah di perbuatnya.
Sebelum benar-benar keluar dari dalam kamar, Alisa berhenti sejenak di depan pintu.
" Aku ingin kamar sendiri Rey " Ujar Alisa.
" Al..."
" Aku ingin sendirian. Sendiri, seperti lima tahun yang lalu " Sindir Alisa. Setelah mengatakan hal itu, ia pun pergi meninggalkan Reyhan.
To be continued.....
__ADS_1
Happy Reading, Love You Guys 😘