Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 2


__ADS_3

Reyhan mematut dirinya di depan cermin, kejadian tadi malam membuat perasaannya hancur lebur begitu saja. Ia mencintai dan menyayangi sahabat kecilnya sekaligus tunangannya, namun apa yang terjadi padanya. Alisa justru menghinanya di depan orang ramai tanpa rasa bersalah sedikitpun. Jemari Reyhan memutar kran air dengan cepat, ia berbalik pergi dengan wajah datar dan hati yang terbakar karena marah.


" Kita harus bertemu di tempat biasa " Ujar Reyhan begitu panggilannya tersambung.


" Aku rasa memang harus diakhiri sekarang juga. Agar besok dan seterusnya tidak akan ada lagi hal buruk yang akan terjadi " Gumam Reyhan.


Alisa merenung di depan cermin sambil sesekali meremas tasnya. Perasaan menyesal karena telah mempermalukan Reyhan membuatnya sangat gugup untuk bertemu dengan pria itu hari ini. Tapi, ini semua terjadi karena Reyhan. Ia tidak mungkin mempermalukan pria itu jika Reyhan tidak membuatnya kecewa dan sakit hati.


" Kau yang telah membuatku jadi orang yang kejam, Rey " Desis Alisa. Setelah menghabiskan waktu lima menitnya di depan cermin, Alisa dengan buru-buru keluar dari dalam kamarnya lalu kemudian dengan cepat menemui sopir dirumahnya dan meminta diantar ke tempat biasa dimana ia dan Reyhan sering bertemu.


Sebuah taman indah yang terletak di pinggiran kota, dengan banyaknya bunga-bunga yang berwarna-warni yang tumbuh disana. Begitu sampai disana, Alisa buru-buru membuka pintu mobil lalu kemudian dengan sedikit berlari ia melewati bunga-bunga aneka warna itu untuk menuju pohon besar yang rindang yang selalu menjadi tempat favorit ia dan Reyhan ketika mereka mengunjungi taman ini.


Alisa bisa melihat dengan jelas, sosok itu sudah berdiri di dekat pohon dengan posisi membelakanginya. Alisa merubah langkah kakinya seketika. Ia yang awalnya berlari kini jadi melangkah pelan. Semakin ia berjalan mendekat pada Reyhan, hatinya semakin terasa sakit dan sedih. Namun Alisa terus melangkahkan kedua kakinya agar mampu berdiri disamping sosok yang amat ia sayangi itu.


" Karena kau sudah datang, kurasa aku harus segera mengatakan ini dengan cepat " Ujar Reyhan tanpa menoleh sedikitpun pada Alisa yang sudah berdiri disampingnya.


" Rey...." Panggil Alisa dengan suara pelan.


" Aku ingin memutuskan pertunangan kita, Al " Ungkap Reyhan dengan cepat dan lagi-lagi tanpa menoleh sedikitpun pada Alisa.


Seketika itu juga Alisa merasa dirinya hampir menjerit dengan kuat saat ini. Ia melebarkan kedua matanya dan terus menatap Reyhan tanpa mampu berkata apapun selama beberapa detik. Dadanya terasa sesak dan sakit, Alisa tidak menyangka Reyhan akan mengatakan hal mengerikan ini. Sesuatu yang tidak terpikirkan olehnya sama sekali.


" Kenapa kau mengatakan ini "


Reyhan menoleh padanya lalu senyum miring terukir dari garis bibir pria itu.


" Aku merasa kau butuh seorang pria yang lebih baik dariku. Pria yang mungkin tidak memiliki jerawat diwajahnya " Sindir Reyhan.


" Aku tidak pernah berniat mengatakan hal itu andai kau tidak membuatku marah malam itu "


" Aku membuatmu marah "

__ADS_1


" Ya, kau biarkan aku menunggu berjam-jam sedangkan kau justru sibuk dengan gadis jelek itu ! " Cecar Alisa. Ia mengatakan kejujuran ini karena ia merasa sangat takut setelah Reyhan mengatakan hal ini. Memutuskan pertunangan mereka. Alisa tidak mau.


" Apa kau merasa kaulah yang paling benar Al ? "


" Ya, aku merasa kaulah yang salah Rey "


" Kau memang tidak mengenalku. Kukira kau akan sangat mengenalku mengingat bagaimana lamanya hubungan persahabatan kita selama ini. Rupanya aku keliru. Kau memang tidak mengenalku "


Alisa terdiam.


" Apa kau pikir aku mengkhianatimu hm ? " Gumam Reyhan. Alisa diam dan hanya menatap kedua mata hitam Reyhan.


" Kau tidak ingin menjawab ? "


" Aku cemburu kau tahu ! " Pekik Alisa dengan tiba-tiba.


" Kenapa kau tidak bertanya lebih dulu padaku sebelum mempermalukanku di depan orang ramai ? "


" Aku tahu aku salah, maafkan ak...."


" Tidak perlu " Potong Reyhan. Alisa menggigit bibirnya dengan kuat. Reyhan terlalu dingin padanya.


" Aku sudah berpikir cukup lama Al sebelum memintamu untuk datang kemari "


" Rey...."


" Aku tidak ingin bertunangan lagi denganmu "


" Reyhan ! " Pekik Alisa. Ia sudah hampir menangis sekarang. Reyhan memalingkan wajah darinya.


" Kau....bukanlah wanita yang baik untukku Al. "

__ADS_1


Alisa langsung menitikkan air matanya di depan Reyhan. Ia tidak pernah menyangka bahwa kesalahan yang ia lakukan malam itu akan membuat Reyhan memutuskan hubungan mereka. Tapi ini bukan salahnya sendiri, Reyhan juga bersalah.


" Kukira kau akan meminta maaf padaku. Setidaknya kau juga bersalah Rey " Lirih Alisa sembari terisak disamping Reyhan.


" Kau lebih mempercayai Aldi "


" Apa yang dia katakan benar adanya. Kau mengabaikanku, sementara kau. Kau mengantar Vina ke rumahnya "


" Aku hanya mengantarnya saja karena ia butuh pertolongan "


" Kau tidak mengabariku ! "


" Ponselku mati dan aku sedang mengisi dayanya saat kau sudah datang bersama dengan Aldi "


Alisa terdiam dengan kedua matanya yang masih mengeluarkan cairan bening yang mengaliri pipinya.


" Aku merasa aku tidak bersalah sedikitpun didalam hubungan ini Al. Kaulah yang bersalah disini "


Alisa kehilangan kata-katanya. Ucapan Reyhan selalu berhasil membungkam mulutnya.


" Aku tidak ingin bertunangan lagi denganmu Al. Kita akhiri saja semua ini "


Semakin deras air mata membasahi wajah Alisa.


" Kau tenang saja, aku sudah memberitahukan keputusannku ini pada kedua orang tuaku. Dan untuk orang tuamu, aku akan menjelaskannya besok "


Setelah mengatakan hal itu, Reyhan langsung berbalik pergi meninggalkan Alisa yang masih berdiri mematung di tempat sembari menangis.


" Al...." Lirihnya sambil menatap tubuh tinggi itu perlahan menjauh dari pandangannya.


To be continued...

__ADS_1


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2