Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 55


__ADS_3

Alisa melangkah cepat dengan wajah penuh amarahnya. Langkah kakinya begitu lebar, ia berjalan melewati ruang makan lalu kemudian menyibak tirai yang membatasi ruang dapur dan ruang tamu dengan kasar, namun seketika itu juga langkah kakinya langsung terhenti saat ketiga orang yang sedang duduk di kursi tamu secara bersamaan melihat ke arahnya.


" Alisa ! " Panggil Ema sambil berusaha menahan volume suaranya. Ia berusaha mengejar putrinya meski jantungnya berdegup kencang hingga membuatnya harus menarik nafas dengan tersengal-sengal.


" Jangan coba-coba berteriak sayang. Ayahmu bisa marah besar " Bisik Ema pada putrinya. Ia berdiri tepat di belakang putrinya yang masih mengenakan piama tidurnya dengan rambut panjangnya yang berantakan.


Alisa masih bergeming. Tidak membalas ucapan ibunya. Ia hanya fokus memandangi wajah Reyhan yang tampak begitu sumringah.


Ada apa dengan wajahnya itu ? Dia bahagia karena telah berhasil mengusik kehidupan damaiku. Dasar mantan kurang ajar !


Geram Alisa. Ia hanya bisa menyumpahi Reyhan di dalam hatinya.


" Maafkan putriku. Dia baru saja bangun tidur, jadi kurasa sebaiknya Reyhan bisa memberikan waktu baginya untuk setidaknya berdandan "


" Tidak perlu om. Dia sudah terlihat sangat cantik " Sahut Reyhan sambil tersenyum lebar. Sungguh pemandangan yang sangat memukau hatinya. Melihat Alisa dengan piama tidur lucunya dan dengan rambut acak-acakannya benar-benar suatu hal yang sangat langka.


Dia terlihat sangat manis dan memukau dengan piama tidurnya dan rambut yang acak-acakan


Reyhan berdiri tiba-tiba, membenarkan keras jasnya yang sebenarnya sudah sangat rapi. Ia lalu berjalan melewati ayahnya lalu berhenti saat Alisa juga sedang berjalan dan menuju ke arahnya. Ia tidak menyangka bahwa dirinya akan melakukan lompatan terbesar di dalam kehidupannya. Ternyata dirinya memang tidak pernah melupakan Alisa. Dulu, saat berada di luar negeri dirinya tidak pernah berusaha mencari informasi tentang Alisa. Reyhan baru sadar kenapa dirinya melakukan hal tersebut. Ia melakukannya, karena memang ia tidak siap jika harus kembali mencintai gadis itu. Ia berusaha menghindari namun takdir membawanya kembali pada cinta pertamanya. Dan kontan ia langsung jatuh cinta pada gadis bodoh itu untuk kedua kalinya. Sangat sulit melupakan Alisa, gadis itu terlalu penting di hatinya.


Senyumannya, tawanya, wajahnya itu membuat Reyhan kesulitan untuk berpaling. Sekalipun ia sempat terpukau dengan kecantikan Juliet saat pertama kali mereka bertemu dulu, namun itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ketika ia kembali bertemu dengan Alisa. Melihat Nathan mendekati Alisa, ia merasa kepalanya berasap. Setiap kali ia bekerja, pikirannya selalu tertuju pada gadis itu. Bukannya ia tidak berusaha menyingkirkan perasaan itu. Jauh sebelum bertemu pun ia sudah pernah mencobanya namun gagal. Dan coba lihat sekarang, bahkan cara berjalannya membuat Reyhan langsung tersenyum lebar.


" Aku datang untuk menikahimu " Ujar Reyhan begitu Alisa sudah berdiri tepat di depannya. Alisa ingin menampar mulut Reyhan saat itu juga namun ia berusaha keras menahan tangannya untuk tidak melakukan hal gila itu. Jika ia sampai melakukannya, itu artinya ia akan kembali mempermalukan Reyhan untuk kedua kalinya.


" Aku tidak sudi menikah denganmu " Ujar Alisa nyaris berbisik. Ia tidak mau ayahnya, om Gunawan dan pria tua satunya lagi dan Alisa tidak tahu itu siapa. Alisa tidak mau mereka semua mendengar ucapannya.


Reyhan masih menatap Alisa dalam-dalam.


" Kenapa menatapku begitu? Aku sedang kesal sekarang. Kau ingin menguji batas kesabaranku hm " Desis Alisa. Ia melirik cepat pada ayah Reyhan lalu tersenyum. Mereka yang sedang duduk di kursi tamu yang berada sedikit jauh di belakang mereka hanya memandangi saja. Dan Alisa rasa mereka juga tidak bisa mendengar percakapan mereka berdua.


" Aku menatapmu karena kau terlihat begitu cantik pagi ini "


Sontak Alisa langsung kembali menatap kedua mata Reyhan dengan sorot yang tajam.


" Jangan berbohong disini. Kau tidak akan berhasil mempengaruhiku "

__ADS_1


Reyhan kembali tersenyum. " Aku tidak sedang berusaha mempengaruhimu calon istriku "


Alisa menggeram tertahan. Wajahnya bahkan mulai terlihat memerah. " Diam ! "


Reyhan melebarkan senyumannya hingga gigi-gigi rapinya terlihat jelas. " Kau boleh menaikan suaramu saat ini. Tapi nanti saat ijab kabul selesai. Kau akan kesulitan untuk melakukannnya lagi, Al "


" Tidak akan ada pernikahan " Tegas Alisa sembari melototkan kedua matanya.


" Kita akan menikah "


" Dalam mimpimu ! "


" Ehem ! Maaf Pak Reyhan. Apa sudah bisa kita mulai ? " Tanya Pak penghulu tiba-tiba. Alisa yang masih melotot pada Reyhan kini beralih menatap pak penghulu dengan sorot mata yang mengancam. Ia hendak melangkah ke arah pria paruh baya yang sedang duduk disamping ayahnya itu namun ibunya justru kembali menahan sebelah tangannya.


" Tentu saja pak. Gadis yang ingin kunikahi sudah berada disini " Sahut Reyhan sembari berbalik lalu melangkah tegas ke arah pak penghulu tersebut.


" Nak, ayahmu sudah menyetujui niat Reyhan " Bisik Ema.


" Tidak bisa dibiarkan bu, aku sama sekali tidak terima. Aku tidak mau menikah dengannya bu ! "


" Ibu tahu kau masih mencintainya nak "


" Alisa, kemari nak " Panggil Gunawan. Dalam sekejab Alisa langsung tersentak kaget dan langsung memandangi ayahnya.


" Duduklah kemari, ayah ingin berbicara sebentar padamu " Suara Gunawan berubah pelan. Alisa tahu ayahnya pasti sangat bahagia saat ini. Itu sangat jelas terlihat dari nada suaranya ketika memanggilnya untuk duduk.


Meski hatinya masih terasa berdenyut dan panas namun Alisa tetap melangkah ke arah ayahnya. Ia tidak bisa menolak saat telinganya menangkap suara panggilan lembut dari ayahnya.


" Ayah ingin kamu menerima Reyhan nak. Tidak ada yang lebih mengenalnya selain kau. Ayah sangat berharap kau mau menerima Reyhan menjadi suamimu " Ujar Gunawan sambil menatap kedua mata putrinya lamat-lamat.


Alisa tidak bersuara sama sekali, ia merasa otaknya seperti berhenti sejenak. Wajah Reyhan, om Wijaya dan juga pak penghulu tampak berseri-seri. Alisa melirik ke arah ibunya yang masih berdiri. Wanita yang selama ini selalu berusaha menyemangatinya pun tampak berseri.


Apa hal ini yang akan membuat mereka bahagia? Apa dengan menikahi Reyhan, ayah dan ibu akan merasa sangat bahagia ? Lalu aku?.... Apa aku juga merasakan hal yang sama seperti ayah dan ibu?


Pikir Alisa dalam hati.

__ADS_1


Kedua manik indah Alisa beralih memandangi Reyhan Wijaya. Perlahan hatinya mulai menghangat. Ada rasa marah namun bercampur dengan sejenis perasaan yang berbunga-bunga. Namun tanpa Alisa sangka bayangan tentang kejadian saat ibu Reyhan datang ke rumahnya melintas di kepalanya. Alisa langsung menggeleng dan memejamkan kedua matanya.


" Reyhan sudah bertunangan yah. Alisa tidak mungkin menikah dengannya " Alisa langsung berbicara dengan tegas.


" Ayah tahu nak. Tapi...."


" Kita akan menikah secara siri Al " Sela Reyhan dengan cepat.


" Menikah siri ? "


" Iya. Tidak ada siapapun yang tahu tentang hal ini kecuali ayahku. Aku tahu kau khawatir dan takut jika sampai ibu dan Juliet tahu tentang hal ini. Makanya aku memutuskan untuk menikah siri denganmu "


" Iya Alisa. Lagipula tidak mudah untuk meyakinkan tante Lina bahwa tunangan kesayangannya itu sebenarnya bukanlah seorang wanita yang jujur " Sambung Wijaya.


Alisa tercenung di tempat. Menikah siri tidak pernah terlintas sekalipun di benaknya. Namun saat ini, ia akan benar-benar menikah siri dengan pria yang sangat ia cintai. Apa sesulit ini melupakan cinta pertama?


" Ayah mohon padamu nak, menikahlah dengan Reyhan. Ayah yakin dia pasti bisa membahagiakanmu"


" Ayah...." Gumam Alisa sembari menitikkan air mata nya.


" Ayah dan ibu pasti akan merasa bahagia jika kau hidup bersama dengan Reyhan. Hanya dialah satu-satunya pria yang mengerti semua sifatmu nak. Ayah mohon menikahlah dengannya "


Kurasa ini semua telah berakhir. Aku kalah karena seorang Reyhan Wijaya.


" Jika semuanya sudah siap. Baiklah kita mulai sekarang " Ujar Pak penghulu.


“ Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Reyhan Wijaya bin Wijaya Kusuma dengan anak saya yang bernama Alisa Saraswati dengan maskawinnya berupa lima ratus gram emas, tunai.” Ujar Gunawan dengan penuh wibawa.


" Saya terima nikahnya dan kawinnya Alisa Saraswati binti Gunawan Hendra dengan maskawinnya yang tersebut, tunai. " Ujar Reyhan sambil tersenyum penuh bahagia.


" SAH ! "


AKU ISTRINYA SEKARANG ? AKU TELAH MENJADI ISTRINYA........DAN DIA TELAH MENJADI SUAMIKU...... ARGHHHHH !!!


Pekik Alisa dalam hati.

__ADS_1


To be continued.....


Happy reading, love you guys😘


__ADS_2