
Begitu acara makan malam selesai, mereka langsung bertukar nomor ponsel. Alisa yang masih sibuk berbincang dengan keluarga sepupu dan adik Juliet tidak menyadari jika Reyhan dan Juliet sudah berjalan menghampiri mereka.
" Kalian cepat sekali akrab dengannya " Juliet melirik pada Alisa yang terlihat sedikit terkejut dengan kedatangan tiba-tiba pasangan serasi itu.
" Apa kau belum berbicara sama sekali dengannya kak? " Tanya Jordan. Juliet hanya mengangkat kedua bahunya acuh.
" Harusnya kau mulai sekarang mulai berteman dengan Alisa, mengingat dia kan asisten pribadinya tunanganmu. Kalian pasti akan sering bertemu " Sela Jamie. Alisa tak ingin menimbrung, ia hanya diam sembari mengamati ekspresi Juliet yang sepertinya terlihat sedikit tidak menyukainya.
" Iya kak, Jamie benar. Harusnya kalian saling akrab satu sama lain "
" Aku tidak mudah akrab dengan orang asing " Sahut Juliet dengan nada suara yang datar. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada.
" Tapi Alisa orang yang sangat menyenangkan kak" Puji Jordan. Alisa malah ingin lari saja saat ini juga. Kenapa Jordan harus memujinya di depan Reyhan dan Juliet.
" Maaf, sepertinya aku harus segera pulang. Ayahku pasti akan mencariku " Alisa memotong pembicaraan keluarga Juliet dengan cepat. Sungguh ia tidak bermaksud untuk membuat keadaan ini semakin tambah rumit.
" Kenapa buru-buru ? " Suara lain yang tidak asing pun ikut terdengar.
Semua pasang mata memandangi ke arah Reyhan. Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir pria itu.
" Ini sudah malam pak, ayah saya pasti akan mencari keberadaan saya. Masalahnya sebelum pergi saya tidak sempat memberitahunya " Alisa berbicara dengan formalitas layaknya seorang karyawan dengan atasan.
" Kau formal sekali, Al " Timpal Jamie sambil terkekeh geli.
" Iya Al, tidak perlu bicara formal begitulah jika kau sudah berada di luar perusahaan " Tambah Jordan yang juga ikut tertawa pelan.
" Tidak apa-apa, kupikir begini lebih baik kawan " Alisa tersenyum pada Jordan dan juga Jamie.
" Ya terserah padamu lah " Jordan mengibas-ngibaskan sebelah tangannya ke udara. Alisa kembali menatap Reyhan dan juga Juliet.
" Saya pamit pulang Pak Reyhan dan juga..." Alisa menghentikan ucapannya, ia melirik pada wajah wanita yang berdiri disamping Reyhan. Tetap dingin dan cuek
" Nona Juliet " Lanjut Alisa.
" Selamat ulang tahun nona Juliet. Semoga apa yang dicita-citakan oleh nona Juliet bisa tercapai " Ucap Alisa dengan tulus. Ini adalah lompatan terjauh yang pernah ia lakukan, memberikan do'a untuk calon istri mantan tunangannya sendiri. Sungguh diluar dugaannya !
Meski tidak ada balasan apapun, Alisa tetap bersemangat untuk tersenyum pada wanita itu. Reyhan tidak menyampaikan apapun, pria itu hanya diam sambil terus menatap kedua mata Alisa. Sedapat mungkin Alisa berusaha memalingkan kedua matanya ke arah lain. Ia tidak mau menatap Reyhan berlama-lama, karena ia terlalu takut jika dirinya akan kesulitan untuk melupakan pria masa lalunya itu. Setelah berpamitan, Alisa akhirnya bisa kembali ke motornya. Hanya Jamie dan Jordan yang mengantarnya hingga ke halaman depan. Sedangkan sepasang sejoli itu masih berada di dalam penthouse itu. Entah apa yang akan mereka berdua lakukan didalam sana? Apa mungkin mereka akan berdansa dengan romantis atau mungkin......akan berpelukan atau.....
Alisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.
Lupakan dia Al ! Lupakan !
" Ada apa denganmu ? " Tanya Jordan.
" Hahaha ! Tidak apa-apa dik Jordan. Aku hanya sedang mencoba melupakan sesuatu " Alisa menepuk pelan lengan Jordan.
" Jangan memanggilku dengan panggilan menggelikkan itu " Protes Jordan.
" Aku hanya memanggilmu adik. Kau kan masih sangat muda dariku " Ujar Alisa sambil tersenyum geli.
Jamie pun ikut terkekeh.
" Ya gak apa-apalah Jordan. Itu berarti kau terlihat seperti seorang adik kecil dimata Alisa "
__ADS_1
" Enak saja. Aku inginnya Alisa melihatku sebagai seorang pria"
Sontak Alisa langsung melebarkan kedua matanya. Ia terkejut dengan ucapan Jordan.
" Jangan bilang kau menyukai Alisa ? " Tunjuk Jamie
Jordan tersenyum kecil.
" Aku memang sudah menyukainya....hanya sebagai teman "
" Oh. Kupikir kau benar-benar akan menyukai kakak-kakak sepertiku. Mana berjerawat lagi hahaha! " Alisa tergelak. Jamie pun ikut tergelak mendengar ucapan Alisa.
" Mungkin dari teman lalu jatuh cinta dan kita bisa menikah Al " Sela Jordan lagi.
" Jangan sering bercanda begitu ! Kau bisa membuat orang lain menjadi baper. Untung aku orangnya tidak seperti itu " Alisa menaiki motornya sembari memasang helm miliknya.
" Aku pergi dulu ya, senang bisa berkenalan dengan pria-pria tampan seperti kalian " Ujar Alisa sambil tertawa. Setelah itu, Alisa dengan cepat menjalankan motornya
" Ya, hati-hati dijalan " Teriak Jordan sambil melambaikan tangannya dan tersenyum. Jamie menyipitkan kedua matanya pada adik sepupunya itu.
" Kau menyukainya ? "
" Ya, kurasa begitu Jamie " Sahut Jordan sambil berjalan melewati Jamie.
" Kurasa aku juga menyukainya. Kurasa kita akan menjadi rival Jordaaan ! " Teriak Jamie sambil mengikuti Jordan dari belakang.
Lima belas menit di dalam perjalanan, Alisa baru tiba di depan rumahnya. Ia melirik kesana kemari takut bila ada penjahat di jam segini. Meski sudah sampai dirumahnya tapi berada diluar rumah seperti ini juga berbahaya. Alisa buru-buru melepas helmnya. Dengan cepat ia menyeret motornya hendak masuk ke dalam rumah namun tiba-tiba pintu rumah terbuka lebar.
Deg !
Ketahuan pak Gunawan. Apes dah !
Alisa tersenyum tipis. Ia melepaskan motornya, lalu membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan karena terhembus angin malam.
" Hai ayah ! Hehe " Alisa menyapa ayahnya sambil menunjukkan deretan giginya.
" Katakan ! Kau darimana hm ? " Desis Gunawan sambil menggeram.
" Yah, tenang dulu. Aku bisa jelaskan ini semua oke "
Gunawan melototkan kedua matanya, mengangkat dagunya tinggi-tinggi. Kumisnya yang tebal dan panjang tampak sangat menyeramkan.
" Ayah, aku baru pulang dari rumah bos. Dia....dia mengadakan acara ulang tahun. Eh, bukan dia yah, tapi tunangannya. "
" Siapa nama bosmu itu hah ? Berani sekali dia menyuruh kau datang dan pergi kesana malam-malam begini ? "
Tidak akan kuberitahu padamu yah. Kalau kuberitahu ayah pasti akan menyesaliku dengan mengungkit kembali masalah yang telah berlalu itu.
" Aku lupa namanya yah "
" Mustahil ! " Bentak Gunawan. Alisa langsung berjingkat kaget.
" Benar yah "
__ADS_1
" Berarti kau membohongi ayah. Kau pergi kemana hah? "
" Ayah, Alisa tidak bohong "
" Kemana kau pergi hah ?! "
Alisa mulai panik sekaligus takut, ia menggigit bibir bawahnya dengan kuat.
Syalalala......lalalala......( Ponselnya berdering )
Dengan cepat Alisa mengambil benda pipih itu dari dalam saku celana tidurnya. Saat kedua matanya menatap nomor pemanggil di layar ponselnya. Alisa langsung buru-buru menekan ponselnya, hingga panggilan tersebut berakhir.
Kenapa kau menelponku ? Buat masalah saja !
" Kenapa dimatikan ? "
" Panggilan dari orang gila yah " Sahut Alisa.
Syalalala......lalalalala......( Ponselnya kembali berdering )
" Angkat sekarang ! " Perintah ayahnya. Alisa menggeleng cepat.
" Kemarikan ponselnya ! " Gunawan langsung menarik paksa benda pipih itu dari tangan putrinya.
" Yah ! " Pekik Alisa.
" Siapa kau ? " Gunawan sudah mengangkat panggilan dari nomor tersebut. Alisa langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Reyhan langsung terkejut saat mendengar suara pria yang mengangkat panggilannya. Ia terdiam selama beberapa detik.
" Katakan ! Kau siapa ?! Beraninya kau menyuruh putriku untuk pergi malam-malam begini !! " Bentak Gunawan dengan suara yang terdengar penuh emosi.
" Yah, matikan saja " Cicit Alisa.
" Tidak mau menjawab heh ? Kau pikir aku tidak berani hah ! Aku akan menghajarmu jika sampai aku melihatmu kembali menyuruh putriku pergi malam-malam begini "
" Selamat malam Pak Gunawan. Lama tidak berjumpa"
Sontak ayah Alisa langsung melebarkan kedua matanya dengan terkejut.
" Apa kau....kau Reyhan Wijaya ? "
" Iya, ini aku. Sudah lama kita tidak berjumpa, bagaimana kabar anda Pak ? "
Seketika Gunawan langsung memandangi putrinya.
" Jadi.....dia bosmu " Ujar Gunawan dengan pelan.
Alisa langsung berlari masuk ke dalam rumah.
To be continued......
Happy reading, love you guys 😘
__ADS_1