Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 39


__ADS_3

" Kau harus memberikan jawabanmu begitu kita mendarat di Indonesia. Semoga saja perjalanan kita berjalan lancar. Kau masih memiliki waktu dua puluh tiga jam untuk berpikir " Bisik Reyhan. Alisa bergeming di tempat. Wanita itu sudah menyelimuti tubuhnya sendiri dari ujung kaki hingga kepala.


" Masa bodoh denganmu. Kau pikir kau bisa memaksaku. Kau menyuruhku mencintaimu tapi kau sendiri tidak pernah menyatakan perasaanmu padaku"


Gerutu Alisa dengan suara yang sangat pelan dari balik selimut.


Reyhan masih duduk bersandar, sesekali ia akan melirik pada Alisa yang masih setia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut maskapai. Reyhan sama sekali tidak mendengar jika Alisa sedang menggerutu dari balik selimut.


" Kau dan jerawatmu bisa kepanasan jika berselimut ditengah panas begini " Ujar Reyhan.


" Bukan urusanmu ! " Celetuk Alisa.


" Akan jadi urusanku bila kau sudah menjawab pertanyaanku "


Alisa menggeram kesal, secepat kedua tangannya bisa bekerja ia melemparkan selimut yang dipegangnya hingga jatuh kebawah kakinya.


" Aku tidak akan memberikan jawaban padamu Reyhan Wijaya Kusuma. Ingat itu baik-baik " Alisa menunjuk wajah Reyhan. Garis bibirnya yang tertarik menegang menunjukkan bahwa ia benar-benar sedang merasa kesal.


Reyhan menyingkirkan sebelah tangan Alisa dengan lembut. Ia kemudian menarik paksa leher Alisa hingga wajah wanita itu menjadi dekat dengan wajahnya. Reyhan menatap sendu wajah cantik yang setiap waktu selalu memberikan tatapan sinis padanya. Dan Alisa harus menahan nafasnya.


" Kau ingin selamanya tidak akan pernah bisa mendapatkan pekerjaan dimanapun atau kau lebih memilih untuk kembali mencintaiku ? Kau tahu Al.Saat ini aku sedang menunggu jawabanmu "


Kedua mata Alisa melebar dalam rasa kaget yang luar biasa. Sekarang Reyhan lebih banyak melakukan kontak fisik dengannya.


" Lepaskan tanganmu dari leherku " Desis Alisa. Meski jantungnya berdetak menggila namun ia masih bisa mengontrol nada suaranya agar tidak bergetar.


" Akan aku lepaskan, kau tenang saja. Kau pikir aku akan mematahkan lehermu? " Kilat geli tampak dari kedua manik hitam Reyhan.


" Kalau kau berani mematahkan leherku, aku akan meninju wajahmu. Aku serius " Ancam Alisa.


" Lakukanlah kalau kau berani. Lagi pula wajahku sudah sangat dekat denganmu. Ini ! Pukul aku kalau berani ! " Tantang Reyhan.


" Jangan sampai aku memukulmu lalu kau menangis " Alisa menggeram tertahan.


" Aku menangis. Kau mungkin yang akan menangis" Cecar Alisa.


" Kau ! "


" Kau ! " Balas Alisa.


Reyhan tersenyum. " Kau " Tangannya yang berada di belakang tengkuk Alisa semakin kuat menarik leher wanita itu.

__ADS_1


" Aku akan meninjumu sekarang "


" Dan aku akan menciumimu " Balas Reyhan. Sontak Alisa langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Reyhan terkekeh.


" Kau takut kan "


Alisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat. Merasa kasihan dengan Alisa, akhirnya Reyhan pun melepaskan cengkraman tangannya dari tengkuk wanita itu. Alisa menarik nafas panjang lalu menyandarkan tubuhnya dengan kasar pada sandaran kursi. Ia memalingkan wajahnya dari Reyhan.


" Persiapkan jawabanmu setelah pesawat ini mendarat"


Alisa memejamkan kedua matanya. Akhirnya setelah terbang mengudara, pesawat yang ditumpangi Alisa dan Reyhan mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta. Semua orang sibuk mengambil barang-barang mereka. Beberapa orang pramugari membantu para penumpang yang bersiap keluar dari dalam pesawat. Hanya Reyhan dan Alisa yang masih setia duduk di kursi masing-masing. Reyhan melirik pada Alisa. Wajah wanita itu tampak tegang namun Alisa sama sekali tidak berbicara. Hanya helaan nafasnya yang bisa Reyhan dengar. Perlahan Alisa menoleh padanya. Wanita itu hanya menatapnya dalam waktu yang cukup lama.


" Sebelum aku memberikan jawaban atas pertanyaanmu. Aku juga ingin bertanya "


" Silahkan. Tanyakan semua yang ingin kau tanyakan padaku "


" Apa kau juga mencintaiku ? " Tanya Alisa. Entah muncul dari mana keberaniannya ini. Hingga dirinya mampu menanyakan hal paling berbahaya seperti ini. Reyhan hanya menatapnya. Alisa menghitung waktu di dalam hatinya. Setiap detik yang berlalu terasa begitu menegangkan. Tatapan mata pria itu membuat perasaannya jadi tak menentu. Alisa berusaha menahan diri agar tidak memalingkan wajahnya dari Reyhan.


" Aku masih perlu berpikir " Jawab Reyhan. Alisa mengerutkan dahinya. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Reyhan. Bisa-bisanya pria itu perlu berpikir untuk jatuh cinta padanya. Sedangkan pria itu memaksanya untuk menyatakan perasaan bahkan sampai harus mengancamnya. Alisa benar-benar tidak mengerti isi pikiran Reyhan.


" Katakan saja Al. Aku hanya perlu jawabanmu "


" Aku tidak mengerti kenapa kau harus meminta hal aneh seperti ini padaku. Padahal kau sendiri tidak bisa membalasnya. Kau sendiri saja masih perlu berpikir untuk mencintaiku "


Dahi Alisa semakin berkerut dalam.


" Aku sungguh tidak mengerti "


" Jawab sekarang Al atau aku harus melakukan hal yang bisa membuat karirmu bermasalah "


" Kau sudah tahu jawabanku kalau begitu "


Kali ini giliran Reyhan yang mengerutkan dahinya. Alisa tersenyum miring. Wanita itu lebih dulu berdiri lalu mengambil tasnya.


" Al...." Panggil Reyhan. Alisa berbalik dan tersenyum sinis.


" Aku akan mencintaimu kembali, Rey. Tapi itu semua kulakukan karena aku terpaksa melakukannya. Berhubung kau sudah mengancamku. Mau tidak mau aku akan mencintaimu. Jangan salahkan aku bila suatu hari nanti aku lah yang akan meninggalkanmu " Ujar Alisa lalu setelah itu wanita itu melangkah lebih dulu meninggalkan Reyhan yang masih terdiam di kursinya.


Reyhan menatap punggung Alisa yang semakin menjauh dari pandangannya.


" Aku takut ketika aku menyatakan perasaanku padamu kau justru akan tersakiti suatu hari nanti. Disuatu hari, ketika aku gagal memperjuangkanmu " Gumam Reyhan sambil menatap sendu Alisa yang bahkan sudah lebih dulu keluar dari dalam pesawat.

__ADS_1


Reyhan akhirnya menyusul keluar dari dalam pesawat. Senyum tipis terukir dari wajahnya begitu berjalan pelan mengikuti Alisa dari belakang.


Setidaknya aku sudah merasa jauh lebih tenang saat kau mengatakan akan kembali jatuh cinta padaku. Itu artinya aku berusaha mempersempit tempat bagi pria itu. Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menempati bagian di hatimu. Kecuali aku...


Reyhan kembali tersenyum.


Begitu mereka keluar dari dalam bandara, Reyhan sudah langsung di jemput oleh ibunya dan juga Juliet. Sedangkan Alisa, wanita itu terlihat masih menunggu seseorang.


" Kau menunggu siapa ? "


" Tentu saja jemputanku " Jawab Alisa dengan ketus.


" Apa itu Nathan ? "


" Siapa lagi memangnya. Ayahku masih bekerja di jam siang begini "


Reyhan menghela nafas singkat. Ia menoleh sekilas pada ibunya dan juga Juliet yang sedang memperhatikannya dari jarak yang tidak terlalu jauh.


" Kau pulang denganku "


Sontak kedua mata Alisa langsung melotot besar.


" Tidak mau ! Mereka berdua bisa menjambakku hingg aku babak belur " Alisa melirik sekilas ke arah ibunya Reyhan dan juga Juliet.


" Mereka tidak akan melakukannya karena kau bersamaku " Reyhan baru saja akan menarik sebelah tangan Alisa. Namun wanita itu sudah lebih dulu melarikan tangannya. Hingga Reyhan gagal menarik tangannya.


" Aku tidak mau ! Kau pergi saja duluan "


" Tidak boleh. Kau harus ikut denganku " Reyhan menyambar koper yang dibawa oleh Alisa. Reyhan praktis merebut koper tersebut dari tangan Alisa.


" Reyhan " Pekik Alisa dengan suara yang di tahan. Namun tanpa peduli, Reyhan sudah berjalan ke arah Juliet dan ibunya.


" Kenapa kau membawa kopernya nak ? " Tanya ibu Reyhan.


" Iya sayang " Sela Juliet.


" Dia akan pulang bersama dengan kita. Tidak ada yang datang menjemputnya "


" Apa ?!! " Pekik ibunya Reyhan. Ia langsung melayangkan tatapan benci pada Alisa. Sontak Alisa langsung memalingkan wajahnya agar ia tidak perlu bertatapan dengan ibunya Reyhan.


Ya Tuhan, apa akan ada perang dunia ketiga yang terjadi di dalam mobil nanti

__ADS_1


To be continued.....


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2