Mister Glow Up

Mister Glow Up
Chapter 51


__ADS_3

Jika dulu Alisa mungkin sudah tersenyum dan menyapa ibunya Reyhan ketika wanita paruh baya itu berkunjung ke rumah mewahnya. Namun sekarang semua telah jauh berbeda, tidak sama seperti dulu disaat hubungannya dengan Reyhan masih baik-baik saja. Ibu Reyhan datang bukan untuk menyapanya. Wanita paruh baya itu kemungkinan besar datang ke rumah sederhananya ini hanya untuk memarahi dan menghinanya. Alisa langsung merasa merinding ketika kedua mata itu menatapnya dengan sangat tajam. Raut wajahnya terlihat seperti sedang menahan amarah yang besar.


" Reyhan bisa pulang sendiri bu. Seharusnya ibu tidak perlu datang kemari " Reyhan mengusap kasar wajahnya. Pria itu tampak frustasi.


" Kau akan pulang sendiri heh? Omong kosong ! "


Alisa merasakan rasa dingin langsung menyerang tulang belakangnya. Ucapan ibunya Reyhan bukanlah pertanda yang baik. Kedua mata tajam itu telah berpindah ke arah Reyhan. Untuk sementara Alisa merasa sedikit aman.


" Sudahlah bu sebaiknya kita pergi dari sini " Ucap Reyhan tanpa berniat membalas ucapan kasar ibunya barusan. Ia sudah tahu bahwa kedatangan ibunya akan membuat Alisa kesulitan. Solusi terbaik yang harus segera ia lakukan adalah membawa ibunya pulang dari rumah Alisa.


" Ibu belum selesai Reyhan " Tolak Lina lalu kembali melayangkan tatapan tajamnya ke arah Alisa. Ia melangkah pelan ke arah wanita yang dulunya tampak begitu cantik dan anggun setiap kali mereka bertemu. Namun sekarang wanita itu tidaklah secantik dahulu, kulit putihnya ditumbuhi banyak jerawat dan pakaiannya pun terlihat sangat sederhana.


" Kau yang memanggilnya untuk datang kemari hm ? "


Sontak, Alisa yang tadinya menunduk langsung mengangkat wajahnya dan menatap Lina dengan perasaan yang tidak karuan.


" Bukan aku yang memanggilnya untuk datang kemari" Ujar Alisa. Dalam hati ia berharap ibunya Reyhan tidak akan membalas ucapannya dengan kalimat yang menyakitkan.


" Dasar wanita penggoda ! "


Oh Tuhanku ! Dia mengatakannya !


" Bu !! " Protes Reyhan dan langsung menarik lengan ibunya.

__ADS_1


" Apa kau lupa Alisa hm ? Kau lupa bahwa aku pernah mengatakan padamu untuk menjauhi putraku ! Ketika kau datang ke rumahku dan menanyakan keberadaan Reyhan saat itu. Aku katakan padamu bahwa kau tidak perlu lagi mencarinya. Kau harus menjauhinya sekalipun kau melihatnya. Tidakkah kau mengingat setiap ucapanku itu hah ! " Teriak ibunya Reyhan dengan penuh amarah. Dadanya bahkan bergerak naik turun dan Alisa bisa dengan jelas mendengar setiap tarikan nafas wanita paruh baya yang sedang berdiri di hadapannya saat ini. Alisa merasa kedua kakinya perlahan-lahan melembut seperti jelly. Ia hampir saja ambruk di depan Reyhan dan ibunya. Untungnya ia masih sanggup mengontrol diri dengan mengepalkan kedua tangan di kedua sisi tubuhnya dengan sangat kuat.


" Sekarang kita pulang bu ! " Reyhan menarik paksa lengan ibunya. Membuat Lina sedikit menjauh dari Alisa.


" Ibu tidak akan pulang sebelum ibu puas mengajari wanita penggoda ini, Reyhan ! "


" Hentikan bu ! Berhenti memanggilnya dengan sebutan itu ! Alisa bukan wanita penggoda bu ! " Bentak Reyhan tanpa sadar. Sebelumnya ia tidak pernah bisa membentak ibunya, namun kali ini ia hilang kendali. Ia membentak wanita yang telah melahirkannya.


" Kau berani membentak ibumu ini nak " Lina merangkum wajah putranya dengan kedua tangannya yang bergetar. Ia tidak pernah menyangka bahwa Reyhan akan berani membentaknya di depan wanita yang tak beradap seperti Alisa. Sudah bertahun-tahun ia merawat putranya dan baru kali inilah Reyhan membentaknya. Reyhan adalah anak yang patuh dan sopan, tidak pernah sekalipun mengeluarkan kata-kata yang kasar dari bibirnya. Namun Lina merasa sangat terkejut saat Reyhan berani membentaknya dengan suara yang keras.


" Maafkan aku bu " Reyhan mengucapkannya dengan suara yang bergetar.


" Ibu selalu memaafkanmu nak. Tolong nak, berhentilah mengejar Alisa. Kau sudah memiliki Juliet" Lina mengucapkannya dengan air mata yang langsung meluncur turun.


" Bu...."


" Kau sudah bertunangan dengan Juliet. Dan kalian sebentar lagi akan segera menikah. Jangan lakukan hal gila ini nak " Lina mengguncang-guncang kedua lengan Reyhan sambil menangis.


" Bu...Juliet bukanlah wanita baik seperti yang ibu kira. Dia..."


" Dia berselingkuh, dia memiliki pria lain. Sahabatmu pernah memergokinya sedang berjalan dengan pria lain hah ?!! Apa hal itu yang ingin kau katakan, untuk membuat Juliet tampak buruk di mata ibu ! " Potong Lina dengan suara yang melengking nyaring.


" Memang itulah kenyataannya bu "

__ADS_1


" Kau ingin mengangkat naik derajat wanita ini " Tunjuk Lina ke arah Alisa.


" Cukup ! Kurasa anda sudah cukup mengatakan semuanya " Ujar Alisa dengan suara yang pelan. Ia memaksakan diri untuk mampu berbicara dengan lantang tanpa terisak sedikitpun. Lina berjalan menghampiri Alisa dengan perlahan, wajahnya yang masih di basahi air mata terangkat angkuh di hadapan Alisa.


" Kau ingin mengatakan sesuatu hm ? " Desis Lina sambil tersenyum miring. Alisa mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia bahkan menggigit bibir dalamnya dengan sangat kuat.


" Kenapa kau diam ? Katakanlah, apa yang ingin kau katakan Alisa ? " Tantang ibunya Reyhan.Dalam hati Alisa berusaha meyakinkan dirinya sendiri, bahwa saat inilah waktu yang tepat untuk mengatakannya. Agar hidupnya kembali normal, agar semuanya kembali pada posisi semula. Alisa menatap kedua mata Lina dengan penuh tekad. Ia menarik nafas panjang sebelum berucap dengan begitu tenang.


" Aku sudah tidak lagi mencintai putra anda. Dan jangan pernah datang ke rumah ini lagi bersama dengan putramu. Bawa pergi dia sejauh yang anda bisa agar dia tidak pernah datang kemari dan mengganggu hidupku karena sebentar lagi aku akan menikah. Dan....katakan juga padanya, bahwa mulai hari ini aku mengundurkan diri dari perusahaannya " Ujar Alisa tanpa bergetar sedikitpun. Suaranya terdengar begitu lantang. Setelah itu dengan cepat Alisa berbalik lalu kemudian melangkah pergi meninggalkan Reyhan dan ibunya. Ia bahkan menutup pintu rumahnya dengan cepat.


Alisa langsung jatuh terduduk di depan pintu sambil menangis. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya yang bergetar hebat. Terisak di balik pintu rumahnya.


Maafkan aku Rey.... Maafkan aku


Reyhan terdiam bersama dengan ibunya. Kata-kata Alisa mengaung keras di kepalanya. Ia ingin sekali mengejar wanita itu lalu mendobrak pintu rumahnya. Namun ia tidak bisa melakukannya. Ia hanya bisa diam mematung seperti orang bodoh di depan rumah Alisa. Reyhan melihat ibunya berbalik lalu melangkah pelan ke arahnya.


" Kita pulang sekarang " Ucap ibunya dengan singkat.


Sebelum berbalik pergi, Reyhan menatap sekilas pintu rumah Alisa yang sudah tertutup rapat.


Kau kira kau bisa menikah dengan pria lain hah? Kau salah Alisa. Aku akan menjadikanmu sebagai istriku lebih dulu sebelum kau menikah dengan pria lain. Sekalipun dengan cara menyeretmu, aku akan tetap melakukannya Al.


Setelah itu Reyhan langsung berbalik pergi dengan cepat lalu masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


To be continued....


Happy reading, love you guys 😘


__ADS_2